Zaman Berubah, Homer Gak Bakal Cekik Bart Lagi di “The Simpsons”

by | Nov 6, 2023

Hiburan | Homer | KDRT | Kekerasan terhadap Anak | Televisi | The Simpsons

FOMOMEDIA Serial The Simpsons mengakhiri lelucon berulangnya yang, setelah zaman berubah, disadari sebagai lelucon problematik.

Selama 34 tahun penayangannya, serial The Simpsons punya banyak lelucon yang diulang-ulang. Salah satunya adalah kebiasaan Homer mencekik leher putra sulungnya, Bart.

Seringkali, Homer melakukannpya sambil bilang dengan wajah kesal, “Why you little…!” atau “Kenapa sih ini bocah…!” Setiap sang kepala rumah tangga melakukannya, mata sang putra akan juling dan lidahnya menjulur keluar.

Kebiasaan yang sudah dilakukan Homer sedari musim pertama itu belakangan menjadi topik perdebatan di media sosial.

Pada suatu masa, adegan itu mudah menimbulkan tawa dan dipahami sebagai adegan komikal semata. Namun hari ini, saat isu kekerasan terhadap anak telah disorot dengan jauh lebih serius, tindakan Homer bukan hanya dianggap tak lucu, tapi juga tak sensitif.

Menjadikan pencekikan anggota keluarga sebagai komedi slapstick terkesan menyepelekan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Perdebatan akan lelucon berulang yang kontroversial itu agaknya sampai ke telinga Matt Groening, sang kreator. Hasilnya adalah beberapa baris dialog pada episode 3 di musim ke-35 serial ini.

Diceritakan, Homer dan Merge, istrinya, mengunjungi rumah tetangga baru, Thayer. Saat bersalaman, karakter baru itu berkomentar bahwa genggaman tangan Homer kuat.

Sebagai respons, Homer bicara pada istrinya. “Lihat Merge, mencekik bocah itu ada hasilnya.” Kemudian, ia menambahkan, “Bercanda, aku tidak melakukannya lagi. Zaman sudah beda.”

Trauma yang Membuat Homer Mengerti

Episode berjudul “McMansion & Wife” itu tayang pada 22 Oktober 2023 lalu. Namun, ucapan Homer masih memicu percakapan karena potongan adegan itu terus beredar di media sosial, utamanya X.

Adegan pencekikan keluarga Simpsons itu terkatalog di Wikisimpsons. Pencekikan, setidaknya, telah terjadi pada 11 musim, yakni musim 1, 3, 5, 6, 7. 14, 15, 18, 22, 23 dan 24.

Pencekikan tak hanya dilakukan oleh Homer. Bart juga pernah mencekik adik perempuannya, Lisa. Begitu pula sebaliknya. Daftar itu pun agaknya belum lengkap, sebab The Independent mencatat bahwa pencekikan terakhir dilakukan Homer pada musim ke-31 (2019-2020).

Serial ini sebetulnya sudah sejak lama memberi Homer pelajaran yang mestinya membuat ia kapok mencekik putranya lagi. Pada episode berjudul “Love is a Many Strangled Thing” di musim ke-22 (2010-2011), Homer dibujuk istrinya untuk menghadiri “Kelas Menjadi Ayah”.

Di kelas itu, Homer bertemu pemain basket berbadan tinggi besar (diperankan oleh Kareem Abdul Jabbar, mantan pemain NBA sungguhan). Pria itu mencekik Homer dan mengajak orang lain melakukan hal serupa.

Pengalaman itu membuat Homer mengerti rasanya “menjadi muda, kecil, dan ketakutan”. Traumanya membuat ia tak lagi mampu mencekik Bart.

Namun di musim ke-24, pada episode “Love is a Many-Splintered Thing”, Homer kembali mengulang kebiasaannya menghukum putranya dengan mencekik. Namu kali itu, ia melakukannya di depan teman Bart yang memandang ngeri perbuatan itu sebagai KDRT.

Dituntut Selalu Berubah

Membuat 750 lebih episode selama 30 tahun, The Simpsons telah melalui berbagai perubahan sosial yang dibawa oleh perkembangan waktu. Hal-hal yang pada masanya biasa saja, setelah konteks berganti, bisa tampak berbeda. Terlebih, serial ini memang menantang dengan satire.

Selain menjadikan tindakan KDRT sebagai lelucon, masih banyak hal lain yang dipermasalahkan orang dari serial ini. Salah satunya, penggambaran yang stereotipikal terhadap negara atau penduduk dari ras lain. Apu, salah satu karakter yang berkebangsaan India, bahkan dipreteli penggambarannya dalam sebuah dokumenter berjudul The Problem with Apu (2017).

Tim kreatif di balik serial panjang semacam ini harus ikut bertumbuh bersama konteks zaman, agar selalu kontekstual dengan penonton-penonton baru dan agar terhindar dari kelalaian dalam melanggengkan nilai-nilai yang sudah tak relevan.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments