Warna Putih Paling Putih Bisa Turunkan Suhu Sampai 22° Celcius!

by | Jul 18, 2023

Iklim | Sains | Teknologi

FOMOMEDIA – Ilmuwan Purdue University berhasil menemukan warna putih paling putih yang bisa menurunkan suhu bumi dan jadi solusi krisis iklim.

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, (mestinya) kita semua sudah diajarkan bahwa putih adalah warna yang paling cocok digunakan di daerah panas. Alasannya, karena warna putih mampu memantulkan panas. Namun, tahukah kamu kalau sekarang ada warna putih yang bisa memantulkan panas hingga 98%?

Ya, warna putih yang diciptakan oleh Dr. Xiulin Ruan, seorang profesor teknik mesin Purdue University, ini bukan warna putih biasa. Warna putih ini bahkan diklaim mampu menurunkan suhu permukaan suatu benda hingga 22° celcius! Dengan demikaian, kebutuhan akan pendingin udara pun bisa ditekan sampai 40%.

Warna putih yang lebih putih dari warna putih lain ini ditemukan pertama kali oleh Dr. Ruan bersama timnya pada 2020. Dilaporkan New York Times, kala itu mereka mampu menciptakan warna putih yang bertindak sebagai reflektor panas dan cahaya. Warna putih itu mampu memantulkan 95% cahaya matahari dari permukaan bumi ke atmosfer, lalu ke ruang angkasa lepas.

Warna putih paling putih bisa dinginkan permukaan. (Foto: Purdue University)

Beberapa bulan setelah mengumumkan temuan tersebut, Dr. Ruan dan timnya pun mampu meningkatkan kemampuan refleksi warna putih itu menjadi 98%. Inilah yang kemudian diklaim mampu menurunkan suhu permukaan sekaligus ketergantungan pada pendingin udara tadi.

Jadi Rekor Dunia

Saking putihnya, warna putih temuan Dr. Ruan dan timnya tadi pun diganjar rekor dunia oleh Guinness pada 2021. Meski demikian, Dr. Ruan menegaskan bahwa, saat mengembangkan warna tersebut, dia sama sekali tidak memikirkan soal rekor dunia.

“Kami tidak berusaha untuk menciptakan warna putih yang paling putih, melainkan membantu menghadapi perubahan iklim yang belakangan semakin memburuk saja situasinya. Kami ingin mencari cara mendinginkan bumi sekaligus menghemat energi,” jelas Dr. Ruan, dilansir New York Times.

Rencana awalnya, warna putih paling putih itu bakal digunakan untuk mengecat atap bangunan. Akan tetapi, dalam perkembangannya, produsen barang-barang lain seperti pakaian, sepatu, mobil, bahkan pesawat luar angkasa sudah memesan cat dari Dr. Ruan dan timnya.

Meski demikian, warna putih ini belum diproduksi secara massal. Setidaknya, butuh waktu satu tahun lagi sampai warna ini benar-benar siap digunakan secara komersial karena tim Dr. Ruan masih mengembangkan ketahanan warna dari lapuk dan kotoran.

Dr. Ruan sedang menguji warna putih temuannya. (Foto: Purdue University)

Nantinya, warna ini juga akan dikombinasikan dengan warna-warna lain sebagai cat dasar. “Tentu saja, dengan warna lain, kemampuannya merefleksikan panas dan cahaya akan lebih buruk. Akan tetapi, hasilnya akan lebih baik daripada warna-warna yang sudah tersedia di pasaran,” ujar Dr. Ruan.

Solusi Sementara Krisis Iklim

Menurut ilmuwan lain, Dr. Jeremy Munday, warna putih temuan Dr. Ruan ini bisa sangat berguna untuk menekan penyerapan panas. Menurut hitungan profesor teknik elektro dan komputer dari University of California, Davis, tersebut, jika warna putih itu digunakan untuk mengecat 1 sampai 2 persen permukaan bumi saja, panas yang dilepaskan planet ini akan lebih besar dibanding yang diserap.

Dengan kata lain, kata Dr. Munday, warna putih temuan Purdue tersebut bisa menekan peningkatan temperatur bumi. Meski begitu, proses pembuatan warna putih ini pun memiliki risiko lingkungan tersendiri karena bahan bakunya, barium sulfat dan titanium dioksida, harus didapatkan dengan cara ditambang. Ini, tentu saja, berpengaruh pada jejak karbon warna tersebut.

Dr. Munday pun mengatakan bahwa warna putih yang ditemukan Dr. Ruan itu merupakan solusi jangka pendek saja atas masalah iklim. “Ini hanyalah sesuatu yang bisa dilakukan selagi kita semua memecahkan masalah intinya,” kata Dr. Munday.

Penulis: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments