Warga Rempang Marah, Bentrok dengan Polisi Tak Terhindarkan

by | Sep 12, 2023

Agraria | Gas Air Mata | Kekerasan Aparat | Rempang | Sosial

FOMOMEDIA – Dalam unjuk rasa menentang pembangunan PSN Kawasan Rempang, bentrokan terjadi antara warga dan aparat. Komnas HAM turun tangan.

Bentrokan tak terhindarkan ketika warga Rempang melakukan demonstrasi menolak proyek strategis nasional (PSN) kawasan Pulau Rempang, Senin (11/9/2023). Aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kota Batam, tersebut berakhir ricuh.

Massa yang kesal lantaran aspirasi mereka tidak didengar pun akhirnya marah. Mereka melempari aparat keamanan dan kantor BP Batam dengan batu hingga molotov.

Dalam video yang beredar, massa aksi juga merusak pagar kantor BP Batam. Alhasil, massa aksi pun bisa merangsek masuk ke dalam area gedung kantor.

Sementara, pihak aparat keamanan juga tak tinggal diam. Mereka lagi-lagi menembakkan gas air mata dan water canon ke arah pengunjuk rasa untuk memberikan perlawanan.

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan pun tak terhindarkan. Beberapa warga, pihak keamanan, dan karyawan BP Batam mengalami luka-luka akibat insiden itu.

Awalnya Damai

Aksi unjuk rasa yang digelar di kantor BP Batam awalnya berlangsung damai. Ribuan warga berkumpul dan menyampaikan aspirasi mereka sejak pukul 10:00 WIB. Bahkan, sampai pukul 15:00 WIB ribuan massa masih memadati kantor BP Batam.

Selain menolak adanya relokasi terhadap 16 lokasi Kampung Tua di Pulau Rempang, massa aksi juga menuntut aparat kepolisian untuk membebaskan tujuh warga yang ditahan sejak Kamis (7/9/2023) pekan lalu.

“Kita di sini sampai menunggu sampai kawan-kawan kita bebas,” ujar orator aksi, dikutip dari CNN Indonesia.

Sebelumnya, pekan lalu warga Rempang didatangi oleh aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Ditpam BP Batam serta Satpol PP yang hendak melakukan pengukuran tanah. Melihat hal itu, warga tak terima dan melakukan pengadangan.

Bentrokan di lingkungan desa pun tak terhindarkan. Dari bentrokan pertama tersebut, gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian mengenai anak-anak sekolah. Anak-anak itu pun segera dilarikan ke rumah sakit.

Dari situlah kemudian aparat gabungan mengamankan tujuh warga yang dijadikan tersangka.

“Yang kami periksa 8 orang, 7 sudah ditetapkan tersangka,” kata Kapolresta Barelang (Batam, Rempang, Galang) Komisaris Besar Nugroho Tri Nuryanto, dikutip dari Tempo.

Warga Mulai Kesal

Pada hari Senin kemarin, warga yang marah dan kesal akhirnya melakukan unjuk rasa di depan kantor BP Batam. Demonstrasi awalnya kondusif hingga menjelang sore hari, tapi tiba-tiba massa yang kesal menghancurkan pagar dan melemparkan batu ke arah kantor.

Dari bentrokan tersebut aparat kepolisian dari Polda Kepulauan Riau dan Polresta Barelang mengamankan 43 orang yang diduga sebagai pelaku kekerasan terhadap petugas. 

“Ada 43 orang dari massa aksi unjuk rasa menolak relokasi di depan Kantor BP Batam yang diamankan. Sebanyak 28 orang diamankan Polresta Barelang, sedangkan 15 orang lainnya diamankan oleh Polda Kepri,” kata Nugroho, dikutip dari Jawa Pos.

Kini, warga Rempang yang ditangkap pun semakin bertambah akibat aksi protes terhadap penolakan PSN itu.

Komnas HAM Turun Tangan

Rangkaian aksi kekerasan di Rempang itu akhirnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan. Mereka pun menyurati dan memanggil Kepala BP Batam, Wali Kota Batam, Kapolda Kepulauan Riau, dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Kota Batam.

“Komnas HAM sedang menangani kasus tersebut melalui mekanisme mediasi HAM. Komnas HAM telah mengirimkan surat kepada pihak terkait untuk permintaan klarifikasi dan mediasi,” kata Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro, dikutip dari CNN Indonesia.

Rangkaian insiden itu sendiri disesalkan oleh Komnas HAM. Pasalnya, jalur dialog bisa ditempuh tanpa melibatkan kekerasan.

Atnike pun meminta supaya aparat keamanan yang berada di kawasan PSN segera ditarik mundur dan jalur mediasi dikedepankan. Komnas HAM juga mendesak supaya aparat kepolisian membebaskan warga yang ditahan akibat kerusuhan.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments