Warga Cilincing Dimintai KTP dan KK Usai Didatangi Prabowo

by | Jan 3, 2024

Pilpres 2024 | Politik | Prabowo Subianto

FOMOMEDIAKunjungan Prabowo ke Cilincing menuai polemik usai diduga meminta data warga. Namun, hal itu ditujukan untuk bantuan bedah rumah. Benarkah?

Kunjungan calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto ke Cilincing, Jakarta Utara, mendapat sorotan. Bukan gara-gara aksi kunjungannya itu, tetapi perhatian justru usai Menteri Pertahanan tersebut meninggalkan lokasi.

Beredar kabar dugaan bahwa usai kunjungan Prabowo tersebut sejumlah warga didata oleh Babinsa. Hal itu merujuk pada video viral pengakuan warga Cilincing yang dimintai data berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Video pengakuan warga tersebut beredar pada Selasa (2/1/2023). Sementara itu, Prabowo sendiri melakukan kunjungan ke Cilincing pada Sabtu (30/1/2023). Dalam kunjungannya, Prabowo didampingi ajudan Mayor Teddy Indra Wijaya.

Dalam laporan Kumparan, salah satu warga yang ditemui oleh Prabowo yakni Nining Yunani (67). Berdasarkan video yang beredar, Nining mengaku bahwa sebelum kedatangan Prabowo terdapat dua orang yang membawa kamera dan menyebutkan akan ada keperluan syuting.

Nining kaget lantaran kedatangan capres nomor urut 2 itu. Menurutnya, anak-anak kecil yang ada di kawasan tersebut diberikan uang Rp100.000 oleh ajudan Prabowo.

Nining mengatakan bahwa ia diminta KTP dan KK miliknya dan orang tuanya oleh Babinsa. Ia hanya mengetahui bahwa akan didata dan diberikan sesuatu.

Akan Mendapatkan Bedah Rumah

Kabar pendataan oleh Babinsa itu langsung dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen R Nugraha Gumilar. Ia menjelaskan bahwa pendataan dilakukan untuk mengambil KTP dan KK yang mendapatkan program bedah rumah. 

“Pengambilan KTP dan KK oleh Babinsa dalam rangka pendataan rumah warga yang akan dibedah oleh Unhan (di bawah) Kemenhan RI sebagai bentuk kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi (pengabdian kepada masyarakat),” kata Nugraha, dikutip dari Republika.

BACA JUGA:

Lebih lanjut, Nugraha mengatakan bahwa kehadiran Prabowo dalam video yang viral itu untuk meninjau rumah warga yang akan dibantu. Menurutnya, terlihat rumah warga yang tidak layak huni terendam air laut karena berlokasi di pesisir.

Senada dengan Nugraha, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzhar Simanjuntak, bahwa pendataan warga tersebut terkait program bedah rumah.

“Jadi tidak ada keterkaitan dengan tuduhan intimidasi, tuduhan menakut-nakuti. Ini upaya melakukan framing yang jahat sekali, dari upaya yang sedang dilakukan oleh Universitas Pertahanan dan TNI,” ujar Dahnil, dikutip dari Kompas TV.

Warga Bantah Dimintai KTP dan KK

Meskipun begitu, ada warga Cilincing yang didatangi Prabowo membantah terkait dimintai KTP dan KK tersebut. Beberapa warga mengaku tak pernah didatangi Babinsa.

“Enggak. Enggak minta KK dan KTP. Cuma datang, tanya keluhannya apa, ya itu keluhannya air PAM saya bilang,” kata Juli, dikutip dari Kompas.

“Saya juga enggak tahu, tiba-tiba datang enggak disangka-sangka banget, kayak mimpi gitu. Kok, saya bisa didatangi calon presiden. Orang suami saya juga sampai kaget. Nasi aja belum tertelan. Kirain saya, namanya saya bikin rumah di bantaran kali, saya kira Kamtib,” lanjutnya.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melaporkan ketua dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat (Jakpus) ke Dewan […]

Maintain your excellent standard of writing.