Video Jokowi Bicara Mandarin Beredar, Disinformasi AI Makin Nyata

by | Oct 27, 2023

Disinformasi | Kecerdasan Buatan | Politik | Teknologi

FOMOMEDIAVideo Jokowi berbicara bahasa Mandarin bisa dimanfaatkan sebagai propaganda politik. AI perlu segera ditangani dengan regulasi.

Sebuah video yang menunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berpidato menggunakan bahasa Mandarin beredar di dunia maya. Namun, diketahui bahwa video Jokowi tersebut hoaks.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengonfirmasi bahwa video yang beredar di platform digital itu merupakan kebohongan. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A. Pangerapan menyebut video hoaks itu berhasil disunting dan menyesatkan.

“Video yang beredar tersebut disertai narasi ‘Jokowi berbahasa Mandarin’. Itu hasil suntingan yang menyesatkan,” kata Semuel, dikutip dari Antara.

Menurut Semuel, video Jokowi menggunakan bahasa Mandarin itu adalah hasil suntingan ulang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Jokowi terlihat seolah-olah sedang menyampaikan pidato dengan pengucapan suara dan gestur bibir yang tampak nyata.

“Secara visual, video tersebut identik, tetapi telah disunting sedemikian rupa yang diduga memanfaatkan teknologi AI deepfake,” ujar Semuel.

“Kemenkominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi dan/atau diselewengkan, serta selalu merujuk sumber-sumber terpercaya seperti situs pemerintah dan/atau media yang kredibel,” lanjutnya.

Sementara itu, adapun deepfake bisa dipahami sebagai salah satu dari tipe AI yang digunakan untuk membuat foto, video, dan audio hoaks yang terlihat meyakinkan. Alhasil, sangat sulit untuk membedakan antara mana yang asli dan tidak.

Baca juga:

Ancaman AI Makin Nyata

Video asli Jokowi bisa dilihat di unggahan YouTube The U.S. – Indonesia Society (USINDO), pada 13 November 2015. Dalam videonya, Jokowi sedang menyampaikan pidato yang diselenggarakan oleh USINDO, US Chamber, dan US-ASEAN Business Council.

Namun, video itu telah disunting menggunakan bantuan AI oleh seseorang. Parahnya, video tersebut saat ini telah viral di dunia maya.

Video Jokowi yang berbahasa Mandarin tersebut pun semakin menegaskan bahwa ancaman AI makin nyata. Kecerdasan buatan bisa dengan mudah dimanfaatkan sebagai propaganda menjelang tahun politik.

Apalagi, tahun ini Indonesia sedang menjelang Pemilu 2024. Maka, video semacam itu bisa dimanfaatkan untuk agenda kepentingan politik.

Sebelumnya, sejak kehadiran AI, teknologi itu sudah menjadi peringatan sendiri oleh para ahli. Dalam laporan The Guardian, AI memiliki potensi mengambil cara penyebaran disinformasi pada masa lalu dan menghidupkannya lagi.

AI Wadah Disinformasi

Disinformasi memiliki beragam bentuk, mulai dari konten propaganda, hoaks, hingga hal yang menyesatkan lainnya.

Di Amerika Serikat, disinformasi AI semakin sering terjadi. Salah satu yang sempat membuat gaduh yakni tersebarnya foto ledakan di Pentagon yang dihasilkan oleh AI. Foto tersebut terlihat sangat nyata bahwa markas pertahanan militer Negeri Paman Sam itu sedang terjadi ledakan.

Selain foto itu, ada juga Komite Nasional Republik merilis iklan dengan bantuan AI yang menunjukkan berbagai bencana jika Biden terpilih lagi sebagai presiden. Dalam video kampanye itu diperlihatkan seakan Biden sebagai presiden terlemah yang pernah dimiliki AS.

Disinformasi AI tak hanya terjadi di AS. Pada Oktober 2023, di pemilu Selandia Baru pun tak lepas dari ancaman AI. Di negara itu, partai konservatif dengan sengaja menggunakan AI untuk melakukan kampanye negatif.

Kini, ancaman disinformasi itu telah sampai di Indonesia. Video Jokowi yang diedit berbicara bahasa Mandarin tersebut jadi bahaya laten ketika penggunaan AI tidak dikontrol.

Dibutuhkan regulasi yang jelas untuk mengatur teknologi itu. Untuk saat ini, beberapa negara saja yang secara tegas mengatur penggunaan AI. Mulai dari Tiongkok, Uni Eropa, dan AS. 

Di Indonesia, pemerintah dituntut untuk segera membuat peraturan yang bisa mencegah AI berbuat semaunya. Paling tidak, di bawah Kemenkominfo, disinformasi AI pada tahun politik bisa dibendung.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments