Video “Isap Lidah” Dalai Lama Viral, Kebusukan Tibet Ikut Terbongkar

by | Apr 12, 2023

Dalai Lama | HAM | Tibet

FOMOMEDIA – Akibat ulah Dalai Lama, rahasia kelam Tibet, terutama tentang perbudakan, dibongkar habis di media sosial.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Bagi Dalai Lama, pepatah itu benar-benar jadi kenyataan.

Dalai Lama sendiri merupakan gelar yang diberikan kepada pemimpin spiritual Buddha Tibet sejak akhir abad ke-14. Sepanjang sejarah, sudah ada 14 Dalai Lama yang memimpin pemeluk agama Buddha di Tibet sana. Dalai Lama yang sekarang bernama asli Tenzin Gyatso dan telah hidup dalam pengasingan di India sejak 1959 menyusul aneksasi Tibet oleh Tiongkok.

Selama ini, Dalai Lama identik dengan perjuangan hak asasi manusia dan ajaran-ajaran nirkekerasan. Akan tetapi, citra apik itu runtuh seketika tatkala sebuah potongan video yang menunjukkan Dalai Lama meminta seorang bocah “mengisap lidahnya” viral beredar di media sosial.

Momen menjijikkan itu terjadi Februari silam di Kuil Dalai Lama di Dharamshala, India, dalam acara perayaan kelulusan 100 anak dari Yayasan M3M India. Pada acara itu, terlihat seorang bocah meminta izin untuk mencium dan memeluk Dalai Lama. Namun, Dalai Lama kemudian justru meminta bocah itu mengisap lidahnya.

“Saya pikir di sini juga boleh,” ujar Dalai Lama, 87 tahun, kepada si bocah sambil menunjuk bibirnya. Dengan posisi memegang si bocah, Dalai Lama kemudian mengeluarkan kalimat yang membuat dirinya jadi bulan-bulanan. “Dan hisap lidahku,” perintah Dalai Lama kepada si bocah.

Bocah laki-laki itu lantas menjulurkan lidah dan pergi menjauh. Sementara, Dalai Lama dan para hadirin tertawa. Momen itu baru tersebar luas pada minggu kedua April 2023 dan langsung mengundang kecaman. Mereka yang menyaksikan klip itu menyebut tindakan Dalai Lama “tidak pantas, memalukan, dan menjijikkan.”

Kantor Dalai Lama sendiri sudah mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi skandal tersebut. Akan tetapi, pernyataan resmi itu tak membuat kecaman berhenti. Justru, orang-orang semakin geram karena pernyataan itu malah memuat pemakluman yang berbunyi:

“Yang Mulia sering menggoda orang-orang yang ditemuinya dengan cara yang lucu dan menyenangkan, bahkan di depan publik dan kamera. Beliau menyesali insiden tersebut.”

Seorang pengguna Instagram ber-handle @thegentlemama berkomentar, “Cara itu tidak lucu dan menyenangkan. Pemakluman atas kejadian itu adalah langkah yang salah. [Apa yang dilakukan Dalai Lama] adalah pelecehan terhadap anak-anak. Sesederhana itu. [Kalian harus] perlu berbuat lebih baik lagi.”

Kendati demikian, tak sedikit pula yang membela Dalai Lama. Para pembela Dalai Lama itu bersikukuh bahwa sosok yang mereka anut tersebut “merupakan representasi Buddha” dan “para pengkritik semestinya belajar tentang kultur serta sejarah Tibet”.

Kebusukan Tibet Terbongkar

Terlepas dari perdebatan tentang apakah yang dilakukan Dalai Lama itu merupakan pelecehan seksual atau bagian dari tradisi, satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah betapa problematiknya Tibet. Seiring dengan ramainya nama Dalai Lama dibicarakan, jurnalis South China Morning Post, Cyril Ip, angkat bicara dan membeberkan praktik keji yang dilakukan Dalai Lama Tibet.

“Tibet milik Dalai Lama, negeri perbudakan feodal. 98% populasi mereka diperbudak, anak laki-laki dipaksa jadi budak di kuil, budak yang tidak patuh disiksa dengan cara matanya dicabut dan otot pahanya diputus, Dalai Lama menguasai lebih dari 95% sumber daya Tibet,” cuit Ip, Selasa (11/4/2023).

“Jika kalian pikir klip “isap lidahku” sudah mengerikan, tahukah kalian bahwa Tibet milik Dalai Lama tidak mengenal kebebasan dan hak asasi manusia? Sistem perbudakan mereka lebih tua dari perdagangan budak lintas Atlantik yang “baru” terjadi 400-an tahun lalu.”

Dalam utas yang dibuatnya itu, Ip juga mengunggah tiga foto bukti kekejaman Tibet, termasuk hiasan kulit manusia yang jadi hadiah bagi Dalai Lama di ulang tahunnya serta seorang budak Tibet yang tak lagi memiliki tangan kanan.

Tak lupa, Ip juga mengungkit hubungan Tibet dengan CIA di mana, pada dekade 1960-an, pemerintahan Dalai Lama di Tibet menerima bantuan senilai 1,7 juta dolar AS per tahun. Selain itu, Dalai Lama sendiri menerima subsidi 180 ribu dolar AS per tahun dari akhir 1950-an sampai 1974.

Terakhir, Ip pun membongkar bagaimana Dalai Lama berkawan karib dengan seorang Nazi. “Petinggi Nazi Heinrich Harrer, yang pernah bertemu secara pribadi dengan Adolf Hitler, merupakan sahabat setia serta mentor Dalai Lama. Darinya, Dalai Lama belajar banyak hal, terutama tentang Eropa,” tutup Ip.

Penulis: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments