Tome, AI Pembuat Presentasi Kesukaan Gen Z

by | Jul 25, 2023

Artificial Intelligence | Gen Z | Teknologi | Tome

FOMOMEDIA – Tome jadi salah satu AI yang digemari anak muda. Alat tersebut menawarkan berbagai cara yang memudahkan pengerjaan tugas.

Meski kerap dianggap sebagai ancaman, harus diakui bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memang banyak gunanya juga. Belakangan, banyak anak muda yang menggunakan Tome sebagai alat bantu pengerjaan tugas.

Tome dikembangkan oleh Peiris dan Henri Liriani. Keduanya merupakan mantan pegawai Meta yang kemudian menciptakan tools berbasis AI tersebut. 

Tome memungkinkan para penggunanya membuat paparan atau file presentasi secara cepat dan cocok untuk digunakan di dunia pendidikan. Selain itu, AI ini bisa juga digunakan di kalangan karyawan kantoran.

Menurut laporan Semafor, produk perusahaan AI yang berusia 10 bulan tersebut telah digunakan lebih dari 10 juta orang. Mayoritas para penggunanya adalah Gen Z.

Masih berdasarkan laporan tersebut, Tome bahkan bisa mengubah profesi seseorang. Matthew Farrell, seorang pengemudi yang berubah menjadi seniman AI, juga memanfaatkan dan membuat beberapa Tomes.

“Saya agak kesulitan berkonsentrasi, dan jika saya hanya memiliki banyak informasi acak, saya akan kesulitan. Ini memberi saya papan cerita yang bagus dan terorganisir yang masuk akal sehingga saya dapat mengambil ide saya sendiri dan menjalankannya,” kata Farrell, dikutip dari Semafor.

Rampingkan Informasi

Ide awal penciptaan Tome berawal dari dua mantan pegawai Meta tersebut yang ingin merampingkan informasi yang terlalu banyak. Tome diciptakan dengan melihat pangsa pasar tersendiri dan kaum muda menjadi salah satu targetnya.

“Menurut saya, tujuan yang baik dari gelombang AI ini bukan hanya untuk membuat semua orang berkomunikasi lebih banyak lagi. Itu mungkin generasi pertama perusahaan AI. Kekuatan AI adalah membantu orang mengekspresikan hal-hal baik dengan jelas,” kata Peiris.

Dengan menggunakan fitur premium, para pengguna cukup membayar 8 dolar Amerika Serikat atau setara Rp120 ribu per bulannya. Namun, para pengguna juga bisa menggunakan tools ini secara gratis.

AI yang Bakal Terus Tumbuh

AI seperti Tome tersebut dinilai masih bisa berkembang pesat. Mantan CEO Google, Eric Schmidt, dan salah satu pendiri LinkedIn, Reid Hoffman, menaksir Tome telah bernilai 300 juta dolar atau setara Rp4,5 triliun.

“Hoffman memberi tahu Semafor bahwa dia melihat Tome menjadi alat bisnis yang berharga karena memungkinkan tim berkolaborasi secara waktu nyata untuk membuat slide dan presentasi, menciptakan efek jaringan yang membuat perusahaan lain seperti Slack begitu berharga,” tulis Semafor.

Menariknya, selain menjadi AI generatif, Tome bisa membuat para pengguna untuk meminta program membuat teks, gambar, dan konten lain sekaligus secara otomatis berdasarkan tugas. Pembuatan sesuatu dalam satu slide atau papan bisa dilakukan dengan mudah.

Dengan adanya kemudahan itu, para Gen Z jadi salah satu generasi yang tertarik. Kehadiran Tome dianggap membantu banyak hal, terutama tugas-tugas yang dirasa sulit.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments