Toko Buku Gunung Agung Bakal Tutup, Bukti Toko Buku Fisik Berguguran?

by | May 22, 2023

Bisnis | Buku | Ekonomi

FOMOMEDIA – 70 tahun bukanlah waktu singkat. Selama itu, Toko Buku Gunung Agung telah melayani dunia perbukuan Indonesia. Tahun ini, mereka akhirnya sampai garis finis.

Kabar mengejutkan hadir dari PT GA Tiga Belas atau Toko Buku Gunung Agung yang akan menutup seluruh tokonya pada akhir 2023. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut terus mengalami kerugian.

Toko Buku Gunung Agung sudah berdiri sejak 1953. Keberadaan toko ini berawal dari kios sederhana milik Tjio Wie Tay. Di toko tersebut, Tjio menjual buku, surat kabar, dan majalah. Pada waktu itu, Tjio menggunakan nama kemitraan Thay San Kongsie yang bertempat di Jakarta.

Sosok Tjio inilah kemudian dikenal oleh khalayak dengan sebutan Haji Masagung. Kemudian, ia mendirikan perusahaan baru yang menerbitkan dan mengimpor buku dengan nama Firma Gunung Agung. Nama inilah yang kemudian dijadikan Tjio sebagai identitas perusahaan.

Diketahui, bahwa dunia perbukuan pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia memang menggeliat. Alhasil, roda bisnis yang dijalankan Tjio pun bergulir amat kencang.

Sampai akhirnya, Toko Buku Gunung Agung memiliki jaringan yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Namun, masa jaya mereka memang sudah lewat dan lantas memutuskan untuk menutup semua gerainya.

Sejak 2020, sejumlah gerai Toko Buku Gunung Agung sudah mulai ditutup. Desas-desus bahwa toko buku ini bakal segera berhenti beroperasi pun berembus kencang. Rupanya, desas-desus itu benar adanya. Dengan terpaksa, semua outlet harus ditutup.

Menurut Direksi Toko Buku Gunung Agung, keputusan tersebut menjadi pilihan terakhir karena mereka tak mampu bertahan. Selain itu, PT GA Tiga Belas tak mampu bertahan karena mengalami kerugian operasional per bulannya yang terus membengkak.

“Penutupan toko/outlet yang terjadi pada 2020 bukan merupakan penutupan kami yang terakhir karena pada akhir 2023 ini kami berencana menutup toko/outlet milik kami yang masih tersisa. Keputusan ini harus kami ambil karena kami tidak dapat bertahan dengan tambahan kerugian operasional per bulannya yang semakin besar,” kata pihak manajemen melalui keterangan resminya, Minggu (21/5/2023).

Pihak manajemen PT GA Tiga Belas mengaku, pendapatan yang mereka dapat tak lagi mampu menutup biaya operasional.

Terjadi Penutupan Bertahap

Jauh sebelum pandemi Covid-19, Toko Buku Gunung Agung ternyata sudah melakukan penutupan outlet. Menurut pihak manajemen, sejak tahun 2013 sudah terjadi penutupan toko secara bertahap.

Adanya penutupan bertahap dilakukan supaya pihak perusahaan dilakukan supaya menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sampai saat ini, hanya tersisa lima Toko Buku Gunung Agung.

“Penutupan toko/outlet tidak hanya kami lakukan akibat dampak dari pandemi Covid-19 pada tahun 2020 saja, karena kami telah melakukan efisiensi dan efektivitas usaha sejak tahun 2013,” kata manajemen.

Sementara itu, tutupnya Toko Buku Gunung Agung secara bertahap juga berdampak terhadap para pekerja. Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia mencatat, bahwa sebelumnya Toko Buku Gunung Agung telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 350 pekerja.

Toko Buku Fisik Berguguran?

Rencana penutupan Toko Buku Gunung Agung memang menjadi fenomena tersendiri bagi dunia perbukuan. Salah satunya adalah terkait keberadaan toko buku fisik.

Toko Buku Gunung Agung yang sudah berdiri 70 tahun itu secara konsisten mencetak buku-buku fisik. Tak hanya itu, penjualan yang dilakukan Toko Buku Gunung Agung juga dilakukan di kios atau toko.

Dengan rencana tutupnya Toko Buku Gunung Agung itu, apakah ini menjadi salah satu penanda bahwa toko buku fisik mulai berguguran?

Salah satu toko buku online, Buah Buku, memberikan analisis menarik di Twitter. Melalui akun Twitternya, @BuahBuku, memberikan rangkuman pendapat orang-orang terkait bergugurannya toko buku fisik.

“Yang berubah bukan minat baca, tetapi kebiasaan/cara belanja,” tulis @BuahBuku, Minggu (21/5/2023).

Dalam rangkuman pendapat warganet itu, ditampilkan juga adanya komentar senada, “Toko buku fisik berguguran, toko buku online bertebaran, yang berubah bukan minat baca yang makin sedikit, tapi behavior orang berbelanja aja.”

Jadi, apakah di masa depan nanti tidak akan ada tempat untuk toko buku fisik?

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Toko Buku Gunung Agung Bakal Tutup, Bukti Toko Buku Fisik Berguguran? […]