Ticketing Coldplay dan Argentina Bermasalah Semua, Ada Apa?

by | Jun 7, 2023

Kriminal | Sosial | Ticketing

FOMOMEDIA – Ticketing Coldplay dan Argentina bermasalah. Keberadaan calo dan sistem penjualan tiket yang rawan penyelewengan pun disorot.

Dalam waktu dekat dua event besar bakal mampir ke Indonesia. Tanggal 19 Juni 2023, Timnas Indonesia bakal menghadapi Argentina di FIFA Matchday. Lalu, pada 15 November, untuk pertama kalinya Coldplay akan menghibur para penggemarnya di Tanah Air.

Mestinya, kehadiran dua event ini jadi kabar bagus. Tapi, realitas di lapangan tak mencerminkan demikian. Pasalnya, belum digelar saja, kedua gelaran tersebut sudah menghadirkan masalah dalam wujud ticketing.

Tak lama setelah penjualan dimulai, tiket kedua event langsung ludes terjual dalam waktu singkat. Bahkan, tiket konser Coldplay termahal yang dibanderol Rp13 juta habis terjual hanya dalam enam menit!

Selain itu, dari tiket yang cepat ludes tersebut, banyak calo yang menjual kembali tiketnya di media sosial. Bahkan, aksi penipuan jasa beli tiket mulai bermunculan.

BACA JUGA:

Akhir Mei 2023 lalu, tercatat tujuh korban penipuan jasa titip tiket melapor dan diperiksa Bareskrim Mabes Polri. Tak hanya itu, diduga sudah ada 60 korban lainnya. Kerugian akibat penipuan calo tiket konser Coldplay ditaksir sampai Rp183 juta.

Laporan tentang penipuan tiket ini tak hanya diterima oleh Bareskrim Mabes Polri. Laporan perkara yang sama juga diterima oleh Polda Metro Jaya, Polda Kepulauan Riau, dan Polda Jawa Tengah.

“Modusnya ada berbagai modus. Salah satunya tawarkan jastip kemudian tawarkan pembelian tiket melalui medsos. Kemudian ada juga penipuan dengan ngaku sebagai orang yang punya akses untuk penjualan tiket konser,” kata AKP Charles Bagaisar, Kanit 2 Subdit Siber Polda Metro Jaya, seperti dikutip dari detik.com.

Selain itu, menurut Charles bahwa para pelaku penipuan tiket diduga melakukan kerja secara kelompok.

BACA JUGA:

Pola yang Sama

Apa yang terjadi pada penjualan tiket Coldplay pun terulang pada penjualan tiket pertandingan Indonesia vs Argentina. Meski dijual selama tiga hari, tiket pertandingan tersebut dalam hitungan menit langsung ludes.

PSSI menyediakan 60 ribu lembar tiket pertandingan Indonesia vs Argentina yang penjualannya dibagi dalam tiga hari—per hari 20 ribu lembar dijual. Penjualan tiket pada hari Senin (5/6) dikhususkan untuk nasabah BRI. Sementara, untuk hari Selasa (6/6) dan Rabu (7/6) ditujukan untuk umum.

Untuk harga tiket FIFA Matchday pada 19 Juni 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut dibanderol mulai dari Rp600 ribu hingga Rp4,25 juta. Tiket tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, yakni kategori VIP barat dan timur Rp4,25 juta, kategori 1 Rp2,5 juta, kategori 2 Rp1,2 juta, dan kategori 3 Rp600 ribu.

Penjualan tiket di hari pertama pun langsung ludes. Namun, setelah ludes, masih ada calo yang berjualan di Twitter.

“Di mana ada war tiket, di situ ada calo. Yang ga dapet tiket hari ini jangan khawatir, besok dibuka penjualan untuk umum, jadi jangan beli di calo yah,” tulis keterangan akun @panditfootball.

Sementara itu, akun Twitter ber-handle @dandykoswara mengaku mengalami penipuan. “Penipuan tiket laga persahabatan Indonesia vs Argentina terjadi dan mungkin banyak sekali. Setelah saya bayar akun @andhzff menghilang. Info buat Pak @erickthohir @kadivhumaspolri @PSSI. Tolong hati2.”

Selain aku tersebut, masih ada beberapa lagi yang mengunggah postingan serupa tentang penipuan tiket laga Indonesia vs Argentina.

Belum Efektif Cegah Calo

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sudah berupaya supaya penjualan tiket pertandingan antara Indonesia vs Argentina tidak ada aksi penjualan ilegal. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan syarat pembelian tiap KTP maksimal dua tiket saja.

“Nanti ada sistem yang dibangun, salah satunya lebih ketat lagi. Satu KTP hanya berlaku untuk pembelian dua tiket,” kata Erick dalam konferensi pers di GBK, Senin (29/5/2023), dikutip dari cnbcindonesia.com.

“Ini kami perketat karena jangan sampai nanti ada masyarakat yang benar-benar cinta sepak bola malah terkesampingkan,” tambah Erick.

Namun, meski sudah diantisipasi oleh para penyelenggara, nyatanya laporan tentang penipuan masih terjadi. Artinya, langkah-langkah yang telah diambil penyelenggara terbukti belum optimal.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments