The 1975 Dituntut Ganti Rugi Promotor Good Vibes Festival

by | Aug 8, 2023

Good Vibes Festival | Hiburan | Internasional | Musik | The 1975

FOMOMEDIA – Aksi pentolan The 1975 menentang undang-undang anti-LGBT di Malaysia berbuntut panjang. Kini, mereka dituntut ganti rugi akibat wanprestasi.

Grup musik asal Inggris The 1975 masih berurusan dengan konsernya yang dihentikan di Malaysia. Band yang aktif sejak tahun 2002 itu kini dituntut ganti rugi oleh penyelenggara Good Vibes Festival 2023.

Tuntutan ganti rugi The 1975 itu adalah buntut panjang dari aksi pentolannya, Matty Healy, yang mengkritik pemerintah Malaysia terkait undang-undang anti-LGBT. Akibatnya, Good Vibes Festival 2023 yang digelar dari 21-23 Juli di Kuala Lumpur itu pun terhenti.

The 1975 tampil di hari pertama. Vokalis grup musik itu kemudian berbicara tentang kebijakan Malaysia yang melarang pernikahan gay dan membuat homoseksualitas dapat dihukum penjara 20 tahun.

“Jika Anda ingin mengundang saya ke sini untuk melakukan pertunjukan, Anda bisa pergi. Saya akan mengambil uang Anda. Anda dapat melarang saya, tetapi saya pernah melakukan ini sebelumnya dan rasanya tidak enak, ”kata Healy di atas panggung Good Vibes Festival 2023, dikutip dari Pitchfork.

Selepas pernyataan Healy itu, tak berselang lama kemudian The 1975 meninggalkan panggung. Healy dan kawan-kawannya itu pun dilarang main lagi di Kuala Lumpur.

Future Sound Asia Menuntut

Salah satu promotor musik yang berbasis di Selangor Malaysia, Future Sound Asia (FSA), menuntut The 1975. Promotor Good Vibes Festival tersebut mengirimkan surat tuntutan ke grup band itu.

“Menuntut agar Band mengakui tanggung jawab mereka dan memberi kompensasi kepada FSA atas kerugian yang terjadi,” tulis surat FSA, dikutip dari RollingStone.

Dari surat tersebut, jika The 1975 tidak mau ganti rugi, mereka akan mengambil langkah hukum. Seperti yang diungkapkan oleh David Matthew, pengacara FSA, kasus tersebut terkait pelanggaran kontrak yang disengaja alias wanprestasi.

“Klaim FSA terhadap The 1975, pada dasarnya, adalah pelanggaran kontrak yang disengaja. Perwakilan Mr. Healy dengan tegas memberikan jaminan tertulis pra-pertunjukan bahwa penampilan langsung Mr. Healy dan The 1975 akan mematuhi semua pedoman dan peraturan lokal selama set mereka di Malaysia,” kata Matthew.

“Meskipun demikian, jaminan tersebut diabaikan, dan tindakan band tersebut jelas bertentangan dengan kesepakatan dengan FSA. Hal ini menyebabkan pembatalan festival yang pada gilirannya menyebabkan kerugian yang signifikan bagi FSA,” lanjutnya.

Hingga kini, tanggapan dari The 1975 belum ada. Beberapa sumber menyebut mereka diberi waktu tujuh hari untuk membayar ganti rugi.

Lalu, apakah perkara ini akan maju sampai di meja hijau? Kita nantikan saja.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments