Tak Mau Ada “Taylor Swift Baru”, Label Rekaman Ubah Aturan Kontrak

by | Nov 1, 2023

Bisnis | Hiburan | Musik | Taylor Swift

FOMOMEDIA – Jika dulu artis bisa merekam ulang albumnya dua tahun setelah kontrak usai, kini mereka harus menunggu 10-30 tahun. Inilah efek Taylor Swift pada label rekaman.

Keputusan Taylor Swift merekam ulang lagunya memang tidak salah. Langkah yang dilakukan oleh salah satu bintang pop terbesar di muka bumi itu bertujuan untuk mengamankan karyanya. Namun, gara-gara langkah tersebut, kini label rekaman membikin aturan baru. Seperti apa?

Sejak mendapatkan kontrak pertamanya pada 2005, Taylor Swift menandatangani kerja sama dengan label rekaman bernama Big Machine. Bersama Big Machine, nama Swift semakin sohor. 

Kontrak rekaman Swift bersama Big Machine habis pada 2018. Sejak saat itu, Swift ingin membeli master (rekaman asli) karya-karyanya. Namun, oleh Scott Borchetta, pendiri sekaligus pemilik Big Machine, master rekaman Swift justru dijual ke Scooter Braun pada 2019.

Tak berhenti di Braun saja, eksekutif ternama itu pun menjual kembali master rekaman enam album Swift ke Shamrock Holdings. 

Dari situlah kekecewaan Swift muncul. Ia tidak berhasil mendapatkan master rekamannya ketika masih bekerja sama dengan Big Machine. Bahkan, Braun yang menjual ke perusahaan lain masih tetap diuntungkan lantaran adanya klausul bahwa dia akan tetap mendapat profit jika ada orang membeli album serta memutar lagu dan video klip Swift.

Namun, Swift tak kehilangan akal. Ia merasa bahwa karyanya adalah miliknya.

Maka, perempuan 33 tahun itu pun merekam album-album yang dulu diproduksi bersama Big Machine. Dari enam album studio yang ada, sudah empat yang dirilis oleh Swift, yaitu 1989 (Taylor’s Version), Fearless (Taylor’s Version), Red (Taylor’s Version), dan Speak Now (Taylor’s Version).

Berkat Taylor’s Version, Swift pun makin tajir karena hak atas lagu-lagunya mengalir sepenuhnya ke dirinya. Ditambah lagi dengan penghasilan dari Era’s Tour, dilansir Bloomberg, Swift kini sudah menjadi miliarder.

Label Rekaman Bertindak

Langkah yang dilakukan oleh Swift adalah kemenangan bagi seorang musisi. Namun, tidak dengan pihak label. Akhirnya, label rekaman mengambil tindakan pencegahan supaya tidak ada artis lain yang mengikuti jejak Swift.

Menurut laporan Independent, label-label besar telah mengambil tindakan dengan mengubah kontrak. 

Di dalam kontrak, biasanya artis hanya perlu menunggu lima s/d tujuh tahun sejak album rilis, atau dua tahun setelah kontrak mereka berakhir, untuk membuat ulang album mereka. Tetapi, sekarang para artis diminta untuk setuju tidak merekam ulang rilisan mereka antara 10 hingga 30 tahun.

“Pertama kali saya melihatnya, saya mencoba untuk menghilangkannya sepenuhnya,” kata Josh Karp, seorang pengacara musik yang memberi pernyataan ke Billboard, dinukil dari Independent.

“Saya hanya berpikir, ‘Apa ini? Ini aneh. Mengapa kita menyetujui pembatasan lebih lanjut dari yang telah kita sepakati sebelumnya dengan label yang sama?’” lanjutnya.

Lalu, dengan adanya pengaturan kontrak baru itu, apakah akan membuat para artis semakin kesulitan mendapatkan hak penuh atas karyanya? Atau, akankah para artis itu justru bakal meninggalkan label besar sepenuhnya dan mulai merilis secara independen?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments