Tak Cukup Jadi Search Engine, Google Rambah Dunia Energi Terbarukan

by | Dec 2, 2023

Google | Lingkungan | Teknologi

FOMOMEDIA – Google merambah dunia energi baru dan terbarukan (EBT) lewat pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Nevada, AS.

Sebagai raksasa teknologi, Google turut berperan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Perusahaan mesin telusur terbesar sejagat itu telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Menurut laporan The Verge, Google telah menjalankan proyek tersebut di Nevada, Amerika Serikat. Perusahaan tersebut tak sendirian. Mereka bermitra dengan startup Fervo. Dua perusahaan itu berkolaborasi mengembangkan teknologi yang bisa memanfaatkan tenaga panas bumi sebagai penghasil listrik.

Karena mereka menggunakan taktik yang berbeda dari pembangkit listrik tenaga panas bumi tradisional, ini adalah proyek yang relatif kecil dengan kapasitas menghasilkan 3,5 megawatt,” tulis laporan The Verge.

Dalam laporan itu, disebutkan bahwa Google telah berhasil memenuhi kebutuhan sekitar 750 rumah di Nevada. Jumlah tersebut hanya diambil dari satu megawatt saja.

Sesuai rencana jangka panjang, seluruh kota yang ada di Nevada akan dialiri listrik Google. Mulai dari Kota Las Vegas dan Reno juga masuk dalam perencanaan jangka panjang itu.

Listrik Bebas Polusi

Proyek energi baru dan terbarukan jadi daya tawar Google yang turut berkomitmen menjaga bumi. Dengan proyek tersebut, setidaknya Google akan menggunakan listrik bebas polusi karbon sepanjang waktu pada 2030.

Namun, untuk mencapai target tersebut jelas tidak mudah. Google perlu menyediakan lebih banyak sumber energi yang ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan panas bumi juga harus diperhatikan untuk bisa mencapai energi terbarukan itu.

“Jika Anda berpikir tentang seberapa besar kemajuan yang kita peroleh dalam penyimpanan tenaga angin, tenaga surya, dan litium ion, inilah kita — ini adalah hal-hal berikutnya dan kami merasa perusahaan mempunyai peran besar dalam memajukan teknologi ini,” kata Michael Terrell , direktur senior energi dan iklim di Google, dikutip dar The Verge.

Proyek tersebut telah dimulai sejak 2021. Google pun tak main-main mengembangkan teknologi ramah lingkungan

Pada 2022, Google mencapai 64 peren energi bebas karbon per jam di tingkat global. Pencapaian ini bervariasi di tiap daerah, dengan 7 dari daerah kami mencapai setidaknya 90 persen energi bebas karbon, dan 13 mencapai setidaknya 85 persen,” tulis laporan Google.

Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang bisa bergantung pada cuaca, pembangkit listrik panas bumi bisa menghasilkan listrik yang lebih konsisten.

Dari situlah alasan mengapa Google tertarik mengembangkan teknologi itu. Dengan demikian, bukan tidak mungkin bahwa perusahaan tersebut bisa mengembangkan di banyak tempat.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] White selaku Wakil Presiden Urusan Google dan Kebijakan Publik mengatakan bahwa perusahaannya berencana untuk mengajukan banding. Apalagi, […]