Supaya Tetap Bisa Komunikasi, Pria Belanda Simpan Jenazah Ayahnya di Freezer

by | May 10, 2023

Belanda | Berita Unik

FOMOMEDIA – Menghadapi kematian pasti dialami semua orang. Namun, apa jadinya jika jasad yang sudah mati disimpan di dalam kulkas?

Baru-baru ini masyarakat Kota Landgraaf, Belanda, digegerkan dengan kasus seorang pria yang menyimpan jasad ayahnya di dalam freezer atau lemari pendingin. Pria berusia 82 tahun yang tidak diketahui namanya itu hanya mengatakan bahwa orang tuanya telah meninggal di usia 101 tahun.

Kejadian tersebut terungkap setelah kepolisian setempat menemukan mayat tersebut. Pihak kepolisian melakukan penyelidikan karena ada laporan dari pihak dokter almarhum yang curiga.

Polisi yang memeriksa rumah akhirnya menemukan fakta mengejutkan. Jenazah pria berusia 101 tahun telah tersimpan di dalam freezer.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, pria yang disimpan di dalam lemari pendingin tersebut meninggal bukan karena kejahatan. “Kami sedang menyelidiki kematian orang ini dan mengapa jasadnya ditempatkan di lemari es,” kata polisi Landgraaf dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Evening Standard, Rabu (10/5/2023).

Ilustrasi pengawetan jasad dengan pembekuan. (Foto: Cryonics UK)

Pihak kepolisian pun tak banyak berkomentar atau pernyataan tentang hubungan orang di dalam rumah tersebut.

Sementara itu, sang anak mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal cukup lama, yaitu satu setengah tahun lalu. Karena tak mau berpisah, akhirnya ia bersiasat untuk memasukkan jasad ayahnya yang sudah tak bernyawa ke dalam freezer.

Selain tak mau pisah, motif lain yang dilakukan pria tersebut adalah supaya ia dapat terus berbicara dengan ayahnya. “Saya tidak ingin melepaskannya, atau saya akan merindukannya,” kata pria tersebut, seperti dilansir Sky News..

Kematian ayah dari sang anak itu juga tak diketahui oleh para tetangga. Para tetangga hanya mengatakan kepada media bahwa putra dari almarhum sendiri telah mengalami sakit. Beberapa kali pria tersebut pergi ke rumah sakit secara teratur.

Hingga kini, kasus penyimpanan mayat di dalam lemari pendingin tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] ayah berinisial S di Ciledug, Kota Tangerang, yang terpaksa menyimpan jasad anaknya di dalam freezer atau lemari pendingin. Hal tersebut ia lakukan lantaran tidak memiliki biaya untuk memakamkan jasad […]

[…] Belanda enggan mengakui 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia karena khawatir harus membayar […]