Startup Indonesia Investree Ekspansi ke Qatar dan Raih Pendanaan Rp3,6 Triliun

by | Oct 6, 2023

Ekonomi | Investasi | Pinjol | Qatar | Startup
Investree raih dana seri D

FOMOMEDIA – Startup fintech Investree Indonesia ekspansi ke Timur Tengah dengan membangun perusahaan patungan bersama JTA International Holding.

Startup fintech asal Indonesia, Investree, dikabarkan akan menerima suntikan dana seri D senilai 220 juta Euro atau Rp3,6 triliun. Dana tersebut akan diperoleh melalui penggalangan (fundraise) seri D yang dipimpin oleh JTA International Holding.

Melalui induk usaha Investree Singapore Pte Ltd, Investree Indonesia mendirikan perusahaan gabungan alias joint venture bernama JTA Investree Doha Consultancy di Doha, Qatar. Pendirian perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari kesepakatan dalam penggalangan dana, sekaligus menjadi pusat Investree di area Timur Tengah untuk memberdayakan UMKM di Qatar, Timur Tengah, dan Asia Tengah.

“JV Investree bersama JTA International Holding telah berdiri penuh dan ditetapkan secara resmi oleh pemerintah Qatar. Prosesnya memakan waktu karena memang terdapat tahap yang harus kami ikuti sekaligus patuhi sesuai dengan regulasi Qatar,” ujar Adrian Gunadi, President Director & Co-Founder/CEO Investree, dikutip Bisnis.com (5/10/2023).

Bersama dengan JTA International Holdings, SBI Holding pun akan turut berpartisipasi dalam pendanaan ini. SBI Holding adalah investor lama yang juga telah menyuntikkan dana ke Investree pada putaran seri B dan C.

Investree Indonesia merupakan anak perusahaan Investree Group, perusahaan induk yang berbasis di Singapura. Selain Investree Indonesia, Investree Singapore Pte Ltd juga memayungi Investree Thailand dan Investree Filipina.

Investree adalah perusahaan fintech yang fokus pada peer-to-peer (P2P) lending. Perusahaan ini menyediakan platform berupa marketplace untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan pelaku usaha.

Baca juga:

Mengenal Seri Pendanaan Startup

Kalau kamu masih belum familiar dengan seri pendanaan, sederhananya, ini adalah tipe pendanaan yang diberikan kepada perusahaan rintisan (startup). Tahap pendanaan paling awal sering disebut sebagai pendanaan Seri A. Pendanaan seri A diberikan agar startup baru yang rekam jejaknya sudah baik dapat memperluas jaringan atau meningkatkan kualitas produknya. Besaran pendanaan Seri A berkisar di angka US$ 2 juta (Rp 22 miliar) hingga US$ 15 juta (Rp 200 miliar).

Pendanaan Seri B diberikan pada startup yang sudah terbukti diminati dan berhasil mendapat target pasar loyal. Pendanaan di tahar ini diarahkan untuk memperluas jaringan dan target pasar baru. Mayoritas perusahaan yang didanai Seri B, memiliki valuasi antara US$ 30 juta (Rp 400 miliar) hingga US$ 60 juta (Rp 800 miliar).

Di tahap seri C, arah startup adalah mengembangkan bisnis dengan menciptakan produk baru, memperluas pasar, ataupun melakukan akuisisi perusahaan lain yang dinilai dapat membantu kinerja perusahaan.

Setelah melalui pendanaan seri C, perusahaan rintisan bisa langsung IPO (Initial Public Offering) alias menjual saham kepada publik. Namun, tidak semua startup di tahap seri C memenuhi syarat dan ketentuan untuk melantai di bursa saham.

Pendanaan seri D, E, F, dan G bisa menjadi tolak ukur perkembangan suatu perusahaan apabila belum siap beranjak ke tahapan IPO.

Baca juga:

Investree Akan Perluas Produk, Layanan, dan Kolaborasi

Sebelumnya, perusahaan fintech ini berhasil menggalang dana sebesar US$23,5 juta dalam putaran pendanaan seri C pada Maret 2020 yang dipimpin oleh MUFG Innovation Partners dan BRI Ventures.

Adrian mengatakan, pendanaan seri D kali ini akan digunakan untuk memperluas produk dan layanannya, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk memberikan solusi digital yang mudah, cepat, dan nyaman bagi para pelaku UMKM.

Saat ini, Investree menyediakan produk pinjaman untuk UMKM, yaitu invoice financing untuk UMKM yang memberikan layanan kepada perusahaan besar dengan invoice untuk pembayaran. Ada pula working capital term loan (WCTL) untuk UMKM dengan model bisnis unik. Lalu Buyer financing untuk UMKM sebagai pembeli ritel di pengecer besar. Serta, pinjaman usaha mikro untuk pengusaha ultra mikro dari ekosistem mitra Investree. Investree juga menawarkan penilaian kredit berbasis artificial intelligence (AI).

Per 4 Oktober 2023, Investree Indonesia telah mencatat nilai pinjaman tersalurkan sebesar 13,97 triliun rupiah sejak didirikan pada 2015. Saat ini, pendanaan seri D investree masih dalam proses dan segera difinalisasi.

Penulis: Ageng Indra

Editor: Elin

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments