Siswi Muslim Prancis Dilarang Pakai Abaya ke Sekolah

by | Aug 29, 2023

Abaya | Internasional | Kebebasan Beragama | Prancis | Toleransi

FOMOMEDIA – Pelarangan abaya di sekolah-sekolah negeri Prancis menuai pro dan kontra besar. Padahal, masalah utama pendidikan Prancis bukan soal itu.

Setelah hijab, abaya pun kini tidak boleh dikenakan siswi sekolah di Prancis. Demikian ketetapan terbaru pemerintah, seperti disampaikan Menteri Pendidikan Gabriel Attal, Senin (28/8/2023) waktu setempat.

“Aku sudah memutuskan bahwa abaya tidak lagi boleh dikenakan di sekolah-sekolah. Ketika kamu masuk ke ruang kelas, kamu tidak seharusnya bisa langsung mengidentifikasi agama siswa atau siswi hanya dengan memandang mereka,” ucap Attal mengenai keputusannya, dikutip dari The Guardian.

Menurut Attal, abaya, atau gaun panjang dan longgar yang bisa dikenakan oleh perempuan Muslim, melanggar prinsip sekularisme Prancis alias laïcité. “Sekularisme berarti kebebasan seseorang untuk membebaskan diri melalui bangku sekolah,” tegas Attal.

Ilustrasi abaya. (Foto: iStock)

“Sekolah-sekolah kita terus mendapatkan ujian dan, selama beberapa bulan lalu, pelanggaran terhadap laïcité terus bertambah secara signifikan, terutama lewat siswa-siswi yang mengenakan pakaian berbau agama seperti abaya dan gamis,” lanjutnya.

Larang Semua Simbol Agama

Simbol agama sendiri sudah dilarang di sekolah-sekolah Prancis sejak 2004. Simbol yang dilarang pun bukan cuma milik agama Islam, melainkan juga agama-agama lain, termasuk Kristen dan Yahudi. Salib besar dan kippa Yahudi juga tidak boleh dikenakan oleh siswa-siswi di sekolah-sekolah Prancis.

Meski begitu, abaya sendiri berada di area abu-abu karena pakaian ini tidak secara langsung menunjukkan keislaman seseorang. Kebetulan, pakaian ini memang populer di kalangan perempuan Muslim karena sesuai dengan syariat atau tuntunan agama. Oleh karena itu, secara spesifik, pelarangan itu ditargetkan pada penggunaan yang “secara terbuka menunjukkan afiliasi agama”.

Protes pelarangan penggunaan simbol agama di sekolah Prancis. (Foto: Getty)

Pelarangan abaya ini sendiri menuai pro-kontra. Politisi sayap kanan seperti Eric Ciotto dari Partai Republik menyambut baik aturan ini. Sementara, kelompok sayap kiri semisal France Unbowed yang dipimpin Clementine Autain mengecamnya. Menurut Autain, “Ini tidak konstitusional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar nilai sekuler Prancis.”

Autain juga menyebut bahwa pelarangan ini merupakan “gejala dari penolakan obsesif pemerintah terhadap umat Islam.”

Adapun, Sophie Venetitay dari serikat guru SNES-FSU melihat abaya bukanlah masalah serius dalam pendidikan Prancis. Dia menganggap, yang seharusnya jadi perhatian pemerintah adalah kurangnya jumlah guru. “Yang jelas, abaya bukan masalah terbesar pendidikan di Prancis,” tegasnya.

Penulis: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Iran memang terkenal ketat dalam mengatur kaum perempuan. Salah satu aturan ketat terhadap perempuan terlihat dari kewajiban mengenakan hijab. […]