Setelah 52 tahun, Identitas Tukang Kayu di Sampul Album “Led Zeppelin IV” Terkuak

by | Nov 13, 2023

Fotografi | Hiburan | Led Zeppelin | Musik | Sejarah

FOMOMEDIA – Tak seorang pun tahu siapa sosok di balik foto pada sampul album terlaris Led Zeppelin itu, bahkan para personilnya sendiri. 

Sampul album Led Zeppelin IV memang tak biasa. Tak ada keterangan apa pun dalam bentuk kata, baik judul atau nama band sekalipun. 

Sampul album itu hanya menampilkan gambar dinding—dengan kertas dindingnya mengelupas—dan sebuah gambar yang tergantung—gambar seorang pria tua bertopi yang membungkuk dengan seikat kayu di punggunya.

Kabarnya, gambar itu didapat oleh sang vokalis, Robert Plant, di toko barang antik di Berkshire, dekat rumah Jimmy Page, sang gitaris.

Meski sampulnya tanpa penjelasan dan penuh misteri, album yang dirilis pada 1971 itu menjadi salah satu album terlaris di dunia. Pada 2021, album tersebut menempati peringkat ke-12 album terlaris sepanjang masa; terjual sebanyak 37 juta kopi di seluruh dunia.

Baru-baru ini, seorang peneliti tamu di Pusat Sejarah Regional di University of the West of England (UWE Bristol) bernama Brian Edward menjadi kurator untuk sebuah pameran di Museum Wiltshire. Pameran itu menampilkan artefak dan arsip terkait sejarah masyarakat dan budaya daerah Wiltshire.

Saat tengah mencari-cari arsip, ia menemukan selembar foto yang familiar. Foto itu tak berwarna, tapi sama persis dengan yang ada pada sampul album Led Zeppelin IV.

Tukang Jerami dari Era Victoria

Temuan itu dikabarkan oleh Museum Wiltshire pada Rabu (8/11) lalu. Setelah 52 tahun menjadi misteri, pria tua pada sampul album Led Zeppelin IV itu kini telah dikenali benama Lot Long.

Lahir di Mere, pria itu hidup selama 70 tahun dari 1823 hingga 1893. Ia seorang duda yang tinggal di pondok kecil ketika foto itu diambil pada 1892. Di bawah foto hitam putih itu, tertulis keterangan: “A Wiltshire Thatcher”. “Seorang tukang jerami dari Wiltshire”.

Tulisan tangan itu cocok dengan sejumlah tulisan tangan yang ditemukan di internet, milik fotografer berpengaruh di era Victoria, Ernest Howard Farmer.

Edwards pun menemukan foto itu dalam album foto dari era Victoria berjudul Kenangan Kunjungan ke Shaftesbury yang disertai keterangan “Whitsuntide 1892” dan “Hadiah untuk Bibi dari Ernest”. Album tersebut menyimpan lebih dari 100 foto bangunan dan jalanan, serta sejumlah potret dari pekerja pedesaan.

Sang peneliti yakin foto yang ditemukannya adalah versi orisinal dari versi berwarna yang ditemukan Plant. Sebab, terdapat cap jempol di ujung foto itu.

“Led Zeppelin menciptakan soundtrack yang menemani saya sejak remaja, jadi saya sangat berharap penemuan foto bergaya Victoria ini menyenangkan dan menghibur Robert, Jimmy, dan John Paul,” kata Edwards, merujuk para personel band yang tersisa, dikutip CNN

“Kedengarannya seperti pekerjaan detektif yang bagus, tapi sebetulnya ada peran besar keberuntungan,” ujar sang peneliti, dikutip Deadline.

Sampul Album Andalkan Simbol 

Dalam proses pembuatan album ke-4 band itu, Page memutuskan agar sampul album terbaru mereka tak perlu diberi judul. Sebagai gantinya, sampul album itu akan memuat empat simbol yang dipilih sendiri oleh para personel Led Zeppelin.

Perusahaan rekaman menentang ide itu dan menyebutnya “bunuh diri profesional”. Kendati demikian, Page bersikeras mempertahankan keinginannya. Sang gitaris sangat yakin, album tersebut akan menjadi jawaban atas kritik tajam yang banyak dijatuhkan pada album mereka sebelumnya, Led Zeppelin III.

Nihilnya keterangan membuat album itu sulit diidentifikasi ketika rilis. Alhasil, album itu disebut dengan banyak nama. Atlantic Records sempat menyebutnya Four Symbols, menekankan intensi para personel sebagai daya tarik marketing. Ada pula yang menyebutnya Untitled, Runes, hingga ZoSo (merujuk simbol dari Page). 

Berkebalikan dengan kekhawatiran sebelumnya, album keempat itu lekas meledak di pasaran. Sosok Long Lot si tukang jerami menjadi familiar di benak banyak orang, tanpa seorang pun tahu siapa dia sebenarnya. Sebagian orang bahkan mengira itu lukisan.

Temuan Edwards membuka dimensi baru dalam memandang sampul album Led Zeppelin IV.

“Menarik sekali melihat bagaimana tema kontras pedesaan dan perkotaan ini dikembangkan oleh Led Zeppelin dan menjadi fokus sampul album ikonik ini 70 tahun kemudian”, kata direktur museum, David Dawson, dikutip CNN.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments