Sah! Kini TNI dan Polri Bisa Jadi ASN

by | Oct 6, 2023

ASN | Politik | Polri | TNI | UU TNI
Polri kini bisa jadi ASN

FOMOMEDIA – UU ASN yang baru secara resmi menyatakan bahwa anggota TNI dan Polri boleh masuk ke jabatan sipil. Padahal, wacana revisi UU TNI supaya masuk ke ranah sipil banyak ditentang.

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang penggantian atas Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) akhirnya secara resmi disahkan menjadi Undang-Undang (UU). Peresmian tersebut dilakukan Komisi II DPR RI dan pemerintah yang melakukan Sidang Paripurna, Selasa (3/10/2023).

”Selanjutnya kami akan menanyakan kepada setiap fraksi, apakah RUU tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dapat disahkan?” tanya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad selaku pimpinan rapat, dikutip dari DPR RI.

Mendengar pertanyaan tersebut, seluruh fraksi yang hadir dalam rapat menjawab “setuju”. Dengan demikian, UU ASN secara resmi telah disahkan.

TNI dan Polri Duduki Jabatan Sipil

Dalam UU ASN yang baru tersebut, salah satu yang diputuskan yakni kedudukan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kedua lembaga non sipil tersebut akhirnya tidak dilarang untuk menempati posisi jabatan ASN tertentu. 

Jabatan TNI dan Polri yang di dalam ranah ASN dijelaskan dalam Bab V UU ASN. Dalam bab itu dijelaskan terdapat dua jenis jabatan ASN, yakni jabatan manajerial dan non manajerial. Anggota TNI dan Polri disebutkan bisa mengisi jabatan non manajerial.

“Bab V tentang jabatan ASN, mengelompokkan jenis jabatan menjadi dua, meliputi jabatan manajerial dan non manajerial. Jabatan-jabatan manajerial terdiri atas jabatan pimpinan tinggi utama, madya, pratama, administrator, dan pengawas,” kata Syamsurizal, Ketua Panitia Kerja revisi UU ASN, dikutip dari Tempo.

“Jabatan non manajerial terdiri atas jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Pengisian jabatan ASN bisa dari anggota Polri dan prajurit TNI,” lanjutnya.

Baca juga:

Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana

Seperti yang dijelaskan oleh Syamsurizal, bahwa di dalam jabatan non manajerial terdiri dari atas jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Dua jabatan tersebut bisa diisi oleh anggota TNI dan Polri.

Badan Kepegawaian Negara menjelaskan bahwa jabatan fungsional adalah jabatan karier Pegawai Negeri Sipil yang berkewajiban memberi pelayanan fungsional berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.

Sementara, jabatan pelaksana yakni jabatan yang punya fungsi dan tugas atas pelaksanaan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan juga pembangunan. 

Tidak Ada Revisi UU TNI, UU ASN Jadi

Sebelum pengesahan UU ASN baru disahkan, Markas Besar (Mabes) TNI lebih dahulu telah membahas revisi Undang-Undang (UU) Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Salah satu pembahasan dalam revisi tersebut supaya prajurit aktif bisa lebih banyak menduduki jabatan di kementerian/lembaga sipil.

Dalam Pasal 47 Ayat 1 dijelaskan bahwa seorang prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun. 

Kemudian, dalam Ayat 2, disebutkan bahwa prajurit aktif TNI bisa menduduki jabatan di sepuluh kementerian dan lembaga yang membidangi koordinator bidang politik dan keamanan negara, pertahanan negara, sekretaris militer presiden, intelijen negara, sandi negara, lembaga ketahanan nasional, dewan pertahanan nasional, badan search and rescue (SAR) nasional, badan narkotika nasional, dan Mahkamah Agung.

Sementara, revisi yang diusulkan, akan membuat prajurit aktif TNI bisa duduk di 18 kementerian/lembaga. Namun, adanya revisi UU tentang TNI tersebut dinilai tidak sesuai dengan amanat Reformasi.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan yang berisikan 18 organisasi lintas sektor menolak adanya revisi UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI itu.

Kini, meski revisi UU TNI belum disahkan, UU ASN itu telah menjadi jalan mulus militer dan kepolisian menduduki jabatan sipil.

Penulis: Sunardi

Editor: Elin

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Sah! Kini TNI dan Polri Bisa Jadi ASN […]