Rupert Murdoch Mundur dari Dunia Media setelah 70 Tahun

by | Sep 22, 2023

Internasional | Media | Rupert Murdoch

FOMOMEDIAPeran Rupert Murdoch dalam perkembangan industri media amatlah kuat. Kini, sang anak akan melanjutkan kerajaan media yang sudah dibangun itu.

Taipan media Rupert Murdoch akhirnya mengundurkan diri sebagai ketua Fox Corp dan News Corp. Pria kelahiran Melbourne, Australia, 11 Maret 1931, tersebut mengakhiri jabatannya usai bekerja selama 70 tahun.

Selama tujuh dekade Murdoch telah membawa dua perusahaan media itu melanglang buana. Bahkan, ia disebut sebagai raja media yang paling transformatif dan kontroversial di dunia.

Keputusan Murdoch untuk undur diri juga bukan tanpa sebab. Apalagi, saat ini ia sudah genap berusia 92 tahun. Ia pun akan menjadi ketua emeritus kedua perusahaan di perusahaan yang dipimpinnya itu.

Sepak Terjang Murdoch

Karier Murdoch dalam industri media tidak muncul begitu saja. Ia diketahui terjun ke industri tersebut lantaran mewarisi surat kabar yang pernah dimiliki oleh ayahnya, Adelaide dan News.

Pada 1952 Murdoch secara resmi menjabat sebagai pemimpin baru di dua media itu. Kemudian, memasuki 1980-an, kiprah Murdoch makin moncer. Pada tahun tersebut ia berhasil melebarkan sayap bisnisnya dan membangun kerajaan surat kabar yang tersebar di seluruh dunia. Mulai dari surat kabar di Australia, Inggris (The Times, News of the World, The Sun), dan di Amerika Serikat (New York Post).

Kerajaan surat kabarnya itu pun semakin berkembang. Murdoch kemudian merambah dunia televisi, penerbitan, dan film. Bahkan, pada 1985 perusahaannya telah mengambil alih studio film Twentieth Century Fox.

Memasuki 1990-an, Murdoch meluncurkan Sky Television di Inggris. Di Negeri Ratu Elizabeth tersebut, ia mendirikan penerbit Harper Collins pada 1990 dan meluncurkan Fox News pada 1996.

Berkat penguasaan media yang ia dirikan, Murdoch pun berkontribusi dalam membentuk generasi politisi baru di seluruh dunia. Di Inggris, ia sukses mendukung Margaret Thatcher yang melawan serikat pekerja. Sementara, di AS Murdoch mendukung kemenangan Donald Trump atas Hillary Clinton.

Lachlan Murdoch Mewarisi

Kini, Rupert Murdoch telah mengundurkan diri. Jabatan yang diembannya itu akan diturunkan ke anaknya, Lachlan. Putra sulungnya tersebut  memang jadi kandidat terkuat memimpin Fox Corp dan News Corp.

“Atas nama dewan direksi, tim kepemimpinan, dan seluruh pemegang saham Fox dan News Corp yang telah memperoleh manfaat dari kerja kerasnya, saya mengucapkan selamat kepada ayah saya atas 70 tahun kariernya yang luar biasa,” kata Lachlan Murdoch, dikutip dari The Guardian.

“Kami berterima kasih kepadanya atas visinya, semangat kepeloporannya, tekadnya yang teguh, dan warisan abadi yang ia tinggalkan kepada perusahaan-perusahaan yang ia dirikan dan banyak orang yang telah ia dampakkan,” lanjutnya.

Namun, bukan berarti transisi dan penyerahan jabatan itu akan berjalan mudah. Pasalnya, perusahaan yang sudah lama dipegang oleh Murdoch sedang goyah.

Fox saat ini, sebagaimana dilaporkan The Guardian, sedang bersaing untuk mendapatkan perhatian dengan lembaga penyiaran yang jauh lebih besar dan memiliki sumber daya yang lebih baik. Selain itu, bisnis penyiaran Fox saat ini juga bersaing dengan adanya layanan televisi streaming.

Sementara, News Corp yang menangungi surat kabar Times dan The Sun di Inggris saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan pendapatan dari eksistensi mereka di media cetak. Apalagi, banyak pengiklan mereka beralih ke platform media sosial.

Selain masalah internal yang perlu diselesaikan, Lachlan Murdoch juga akan mewarisi beberapa permasalah eksternal yang melibatkan medianya itu.

Lima bulan lalu, Fox sempat terjerat kasus penyiaran berita palsu yang melibatkan peralatan pemungutan suara Dominion ketika Pemilu 2020. Fox pun harus membayar ganti rugi sebesar 787,5 juta dolar AS ke Dominion atas penyebaran berita palsu.

Tak hanya itu saja, Fox saat ini juga masih tersandung masalah pencemaran nama baik yang digugat oleh Smartmatic. Perusahaan teknologi pemilu global itu dituduh Fox menyiarkan berita bohong tentang keterlibatan dalam pemilu 2020. Dari kasus ini, Fox menghadapi tuntutan sebesar 2,7 miliar dolar AS.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments