Rumah Pohon Jadi Hotel Paling Elegan dan Populer di Jepang

by | Nov 18, 2023

Hotel | Jepang | Lingkungan | Ramah Lingkungan | Teknologi | Unik
Rumah pohon

FOMOMEDIA – Konsep rumah pohon saat ini sedang populer dan dianggap elegan di Jepang. Selain dekat dengan alam, bangunan itu juga ramah lingkungan.

Jepang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata populer. Tak heran, pilihan akomodasi seperti hotel dan transportasi menjadi faktor penting yang diperhatikan di Negeri Sakura tersebut.

Terutama di bawah iklim dominasi kapitalisme dan modernitas seperti dewasa ini, keberadaan hotel jadi salah satu unsur penting di suatu wilayah.

Memilih hotel yang lengkap dengan berbagai fasilitas memang tidak salah. Mulai dari bintang satu hingga lima, hotel telah memiliki ciri khas dan layanan masing-masing.

Namun, apa jadinya jika rumah pohon tersebut malah menjadi hotel yang ideal dan populer karena keunikan dan ramah lingkungannya? Ya, fenomena ini terjadi di Jepang.

Di Negeri Sakura tersebut, terdapat sebuah hotel yang mengusung tema natural. Salah satunya adalah menciptakan bangunan di atas pohon.

Bagi anak-anak, rumah pohon memang menarik. Bahkan, kesan untuk tinggal di bangunan tersebut menjadi mimpi tersendiri.

Gara-gara hal itulah yang membuat Satoru Kikugawa, liburan ke pedesaan.

Ia jadi salah satu orang Jepang yang memiliki kecintaan terhadap alam. Setiap musim panas, ia sering mengunjungi rumah keluarganya di desa. Kikugawa lantas beride membuat rumah pohon.

Idenya tersebut tidak muncul begitu saja. Kikugawa sempat main ke Indonesia. Di negara ini ia menyaksikan parahnya deforestasi di Kalimantan.

Ia merasa prihatin akan kondisi tersebut. Menurutnya, ketika sedang terbang di pesawat ia melihat banyak hutan Kalimantan yang ditebang dan diubah menjadi kebun kelapa sawit.

“Saya memahami secara ekonomi bahwa menjual kayu akan menghasilkan pendapatan yang stabil, namun hal ini berdampak pada tingkat karbon dan keanekaragaman satwa liar. Jadi saya memikirkan bagaimana kita bisa menyelamatkan lingkungan agar tetap bisa memberikan pendapatan bagi penduduk setempat,” kata Kikugawa, dikutip dari CNN.

Baca juga:

Bangun Rumah Pohon Sendiri

Ketertarikan terhadap pelestarian hutan memang sudah ada pada diri Kikugawa sejak kecil. Apalagi, pengetahuan tentang menjaga alam sudah ia dapatkan dari sosok ayahnya.

Gara-gara kecintaannya terhadap alam itulah yang membuat Kikugawa akhirnya mengambil langkah. Ia tak tega jika harus membangun rumah dengan menebang pohon yang sudah mengakar kuat dan lama.

“Awalnya saya tidak mendapat banyak dukungan ketika saya mempunyai ide ini. Banyak yang melihat saya hanya sebagai orang kaya yang mencari hobi,” ujar Kikugawa.

“Sejak kecil, ayah saya mengajari saya pentingnya alam. Sekarang kami bekerja sama melalui resor rumah pohon berkelanjutan ini untuk melindunginya dan menyampaikan pesan kepada orang lain tentang nilai-nilainya,” lanjutnya.

Sejak mendirikan rumah pohon di negaranya, Kikugawa pun semakin terkenal. Bahkan, ia memenangkan beberapa penghargaan desain dan pengakuan dari Guinness World Records karena memiliki rumah pohon terendah di dunia, yakni setinggi 3,6 meter.

Selain di Jepang, Kikugawa kini telah bekerja sama dengan pemerintah Kamboja. Ia diajak untuk mendesain rumah pohon di dalam Taman Nasional Phnom Kulen dekat Siem Reap.

Ramah Lingkungan

Konsep ini dianggap lebih ramah lingkungan. Pasalnya, model rumah ini tidak mematikan dari pohon yang telah tumbuh.

Seperti beberapa resor yang dibangun oleh Kikugawa. Ia saat ini diketahui telah memiliki empat unit rumah bermodel serupa.

Dalam proses pembangunan, rumah pohon Kikugawa tidak meninggalkan jejak yang merusak alam. Apalagi, rumah unik tersebut menyediakan ruangan-ruangan dengan sistem pengomposan.

Mulai dari dinding, atap, hingga pasak terbuat dari kayu. Alhasil, sinar matahari yang masuk ke dalam rumah tidak terlalu banyak. Selain itu, rumah tersebut juga dianggap memberikan energi kepada tanaman yang ada di bawahnya sehingga tidak mengganggu ekosistem.

Penulis: Sunardi

Editor: Elin

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] penemuan baru dari para peneliti telah mengungkap hutan purba berusia 390 juta tahun. Dalam temuan yang telah diterbitkan dalam Journal of the Geological Society itu telah […]