Riset: Gelombang Panas Lembap Tingkatkan Angka Kematian

by | Sep 11, 2023

Internasional | Pemanasan Global | Perubahan Iklim

FOMOMEDIA – Gelombang panas lembap memicu terjadinya peningkatan angka kematian. Manusia pun semakin bergantung pada pendingin ruangan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa periode gelombang panas dan tingkat kelembapan tinggi bisa mengancam jiwa. Nyawa manusia bisa sangat mudah terancam gara-gara peningkatan suhu bumi.

Menurut laporan The Guardian, dampak krisis iklim benar-benar nyata dan mematikan. Peningkatan suhu global bisa berakibat fatal, bahkan bagi orang-orang yang sehat. Paling parah, kematian pun akan meningkat akibat cuaca panas.

Manusia bisa mendinginkan tubuhnya sendiri melalui keringat. Keberadaan keringat memang penting untuk membuat uap dan menghilangkan panas.

Dalam sebuah penelitian yang diunggah di Journal of Applied Physiology, disebutkan bahwa ketika kombinasi panas dan kelembapan tubuh manusia (yang diukur dengan suhu bola basah) melewati 31,5 derajat celsius, tubuh tidak mampu mendinginkan dirinya sendiri.

Padahal, penelitian sebelumnya mengatakan kelembapan ekstrem menggunakan batas tubuh manusia yakni dengan suhu bola basah sebesar 35 derajat celsius.

Menurut para peneliti, tanpa adanya alat bantu pendingin seperti air es, kipas angin, dan bahkan AC, kematian bisa terjadi dengan cepat dalam beberapa jam saja.

Daniel J. Vecellio dan kawan-kawannya menganalisis data dari ribuan stasiun cuaca di seluruh dunia. Mereka menemukan bahwa empat persen dari stasiun cuaca itu telah mengalami satu periode enam jam tekanan panas ekstrem sejak 1970. Frekuensi tersebut terus meningkat sejak 2020.

Sementara, beberapa wilayah yang terdampak peningkatan suhu bumi yaitu pantai timur dan barat Amerika Serikat serta Eropa tengah yang mencakup wilayah Jerman.

Beberapa negara bagian dari Negeri Paman Sam seperti Arizona, Texas, dan sebagian California juga terdampak peningkatan suhu bumi tersebut. Tak hanya itu saja, kini gelombang panas juga sedang melanda wilayah Afrika.

Penggunaan AC

Masih menyitat laporan The Guardian, para peneliti menyatakan bahwa saat ini masih belum terjadi kematian massal lantaran adanya peran dari pendingin seperti AC. Alat pendingin ruangan tersebut berperan dalam mencegah tubuh manusia terpapar panas.

Namun, di sisi lain, penggunaan AC ini juga paradoksal. Pasalnya, keberadaan alat pendingin tersebut justru berperan dalam meningkatkan pemanasan global.

AC diketahui bisa mengeluarkan salah satu gas rumah kaca yang berperan dalam merusak lapisan ozon bumi. Ketika lapisan ozon bumi menipis, suhu panas matahari pun akan semakin meningkat.

“Dari semua manifestasi perubahan iklim yang berbeda, panas adalah salah satu hal yang paling saya khawatirkan secara pribadi dan hasil ini membuat saya lebih khawatir,” kata Carter Powis, peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, dikutip dari The Guardian.

“Yang saya khawatirkan adalah tubuh dan masyarakat kita akan terbukti lebih rentan terhadap perubahan kecil dibandingkan yang kita perkirakan,” lanjutnya.

Sementara itu, Colin Raymond, seorang dosen dari Universitas California, menuturkan bahwa saat ini banyak wilayah yang berada sedikit di bawah tingkat panas. Namun, ketika bumi semakin memanas, bukan tidak mungkin persebaran panas ini akan terus meluas.

“Keseriusan bahaya panas ekstrem ini berarti sangat penting bagi kita untuk tidak lengah, dan memperlakukan gelombang panas mendekati atau di atas batas yang tidak dapat dikompensasi seperti bencana lain yang mengancam jiwa. Untuk kejadian paling parah yang mungkin terjadi dalam beberapa dekade mendatang, kehidupan akan bergantung pada ketersediaan pendingin buatan,” ujar Raymond.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments