Riset: Bayi Pandemi Punya Kemampuan Komunikasi Lebih Buruk

by | Jul 18, 2023

Anak | Parenting | Sosial

FOMOMEDIA – Bayi pandemi yang lahir pada masa pandemi COVID-19 kekurangan interaksi dengan dunia luar sehingga kemampuan komunikasi mereka lebih buruk.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Royal College of Surgeons in Ireland (RCSI) menghasilkan temuan menarik tentang dampak jangka panjang dari pandemi COVID-19.

Menurut laporan The Guardian, para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa bayi yang berada di rumah selama pembatasan sosial Covid-19 memiliki keterampilan komunikasi lebih buruk daripada bayi lahir sebelum pandemi.

Studi yang dipimpin oleh Susan Byrne, dosen senior di RCSI, dan Jonathan Hourihane, profesor pediatri RCSI, memfokuskan pada bayi yang lahir tiga bulan pertama ketika lockdown diterapkan. Mereka pun membandingkan dengan kelompok bayi yang lahir sebelum pandemi.

Para peneliti tersebut mengumpulkan sampel sebanyak 354 keluarga dan bayinya. Dari total keluarga yang dikumpulkan tersebut, terdapat hasil temuan yang mengejutkan.

“Kami ingin memahami seperti apa kehidupan bayi yang lahir selama pandemi, dan apa artinya bagi kesehatan dan perkembangan mereka secara umum,” kata Byrne kepada Observer, dikutip dari The Guardian.

Kurangnya Interaksi

Para peneliti menemukan bahwa pada usia enam bulan bayi, rata-rata hanya tiga orang yang mencium bayi. Tiga orang tersebut termasuk orang tua. Banyak bayi lahir di masa pandemi yang sedikit bertemu dengan kerabat atau teman orang tuanya.

Selain itu, dalam temuan tersebut, satu dari empat bayi belum bertemu dengan anak lain seusia mereka pada ulang tahunnya yang pertama. Hal tersebut jadi salah satu dampak yang dirasakan oleh bayi.

Ilustrasi bayi yang berinteraksi dengan orang tuanya. (Freepik.com/rawpixel.com)

Menurut Byrne, ketika orang tua ditanya bagaimana rasanya membesarkan anak selama pembatasan sosial, para orang tua pun menjawab mereka merasa kesepian dan terisolasi. 

Dampak pandemi Covid-19 memang sangat terasa pada bayi. Dalam penelitian tersebut juga mengungkap bahwa bayi yang lahir selama pandemi lebih sedikit mendengar kata. Hal inilah menyebabkan tingkat komunikasi mereka lebih rendah dibanding dengan bayi lahir sebelum pandemi.

Masalah Komunikasi, Bukan Motorik

Penelitian yang dilakukan oleh RCSI tersebut hanya fokus pada masalah komunikasi yang terjadi pada bayi lahir pada masa pandemi. Namun, menurut mereka tidak ada masalah lain yang ada pada bayi.

Mulai dari keterampilan motorik dan kemampuan memecahkan masalah lainnya tidak ada perbedaan dengan bayi lahir sebelum pandemi. Dalam kuesioner mereka, para orang tua mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan perilaku anak-anak mereka. Mulai dari masalah kecemasan, masalah tidur, dan lainnya.

Dengan adanya penemuan pada perkembangan komunikasi pada bayi tersebut, Byrne pun berharap bisa terus melakukan perkembangan studinya itu. Bahkan, jika bisa para anak yang lahir pada masa pandemi harus diawasi perkembangannya hingga usia lima tahun.

Ilustrasi bayi sedang bermain. (Freepik.com)

“Pembatasan COVID sudah berakhir beberapa waktu lalu, dan bayi sudah keluar dan melakukan aktivitas normal, bertemu orang lain, bermain kelompok. Dan Anda berharap temuan itu akan selesai pada usia lima tahun, tetapi kita perlu mencari tahu secara meyakinkan apakah itu benar-benar terjadi,” ujar Byrne.

Sementara itu, seorang ibu bernama Alex Thomas mengaku kepada The Guardian bahwa dirinya memiliki anak yang terpengaruh COVID-19. Ia mengatakan bahwa kedua anaknya sampai harus dirujuk untuk terapi wicara dan bahasa.

Jacob, anak Thomas yang kedua, lahir pada April 2020 tepat saat pandemi menyerang. Ia pun bercerita bahwa kedua anaknya terisolasi dari dunia luar rumah. Thomas dan anak-anaknya memilih tinggal di rumah yang berada di Hutan Waltham, London.

“Anak-anak saya tidak memiliki paparan harian untuk bermain kelompok dan teman serta keluarga yang seharusnya mereka alami. Seperti orang lain, kami jarang bertemu dengan orang lain sehingga mereka tidak sering mendengar saya mengobrol dengan ibu lain dan anak mereka, misalnya,” kata Thomas.

“Jacob sekarang berusia tiga tahun dan dia masih tertinggal dari rekan-rekannya. Saya pikir itu setidaknya sebagian karena isolasi yang kami alami selama pandemi. Banyak orang kesulitan untuk memahami apa yang dia katakan, dan akibatnya dia kadang-kadang menghindar dari berbicara dengan anak-anak lain,” pungkasnya.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments