Ratusan Masjid di China Ditutup dan Dihancurkan Pemerintah

by | Nov 25, 2023

Agama | China | Internasional | Politik

FOMOMEDIA – China semakin menekan umat Muslim dengan menutup ratusan masjid. Langkah tersebut dianggap ampuh untuk menyingkirkan kelompok minoritas.

China kembali menutup dan mengalihfungsikan ratusan masjid di provinsi Ningxia dan Gansu. Wilayah tersebut menjadi tempat populasi Muslim tertinggi setelah Xinjiang.

Sebagaimana dilaporkan oleh Human Rights Watch (HRW), penutupan masjid tersebut dianggap sebagai langkah “membasmi” kelompok minoritas Muslim. Menurut peneliti HRW, pemerintah China secara signifikan mengurangi jumlah masjid di dua daerah otonomi di wilayah utara itu.

Partai Komunis China, sebagaimana dilaporkan The Guardian, telah lama mempertahankan cengkeraman ketat terhadap agama dan etnis minoritas di China. Terhitung sejak 2016 silam, Presiden Xi Jinping telah berulang kali menyatakan ketidaksukaannya pada kelompok agama. Seruan itu kemudian berdampak pada umat Islam China.

Di dalam negara dengan penduduk terbanyak itu, Islam menjadi minoritas. Pemerintah pun akhirnya mengontrol secara ketat, termasuk pembangunan masjid dan fasilitas keagamaan lainnya.

Kubah dan Menara Masjid Dihancurkan

Salah satu cara China merobohkan masjid-masjid yakni dengan menggunakan standar yang bias. Biasanya, mereka akan menyatakan lokasi masjid tidak strategis dan tidak sesuai prinsip negara.

Gara-gara hal itu, beberapa masjid terutama di Ningxia harus dihancurkan. Proses penghancuran beberapa masjid tersebut tidak secara langsung. Kubah dan menara masjid menjadi sasaran pertama.

Ketika kubah dan menara masjid dirobohkan, bangunan tersebut dianggap akan rusak dan tidak bisa dipakai. Ketika masjid tidak bisa dipakai, barulah pemerintah China akan meratakannya dengan tanah.

Hannah Theaker, dosen di Universitas Plymouth, bersama David Stroup dari Universitas Manchester, melakukan penelitian tentang masjid di China, Menurut dua peneliti itu, diperkirakan ada sekitar 1.300 masjid di Ningxia telah ditutup sejak 2020.

Sedangkan, HRW sendiri tidak bisa menentukan jumlah pasti masjid yang telah ditutup dalam beberapa tahun terakhir. Namun, berdasarkan laporan pemerintah, setidaknya ada ratusan masjid yang telah ditutup.

Termasuk apa yang terjadi di Xinjiang. Menurut laporan Institute Kebijakan Strategis Australia, memperkirakan terdapat 65 persen dari 16 ribu masjid di Xinjiang telah hancur dan rusak sejak 2017.

“Ketika masjid ditutup, banyak generasi muda dan paruh baya tidak lagi pergi ke masjid untuk melakukan kegiatan keagamaan, dan generasi berikutnya perlahan-lahan akan kehilangan keyakinan dan tidak percaya pada Islam. Dengan cara ini, umat Islam perlahan-lahan merasa sinis,” kata seorang imam masjid di Ningxia yang diwawancarai Radio Free Asia, dikutip dari The Guardian.

Sementara itu, juru bicara pemerintah menyebut bahwa semua kelompok etnis di China sepenuhnya berhak atas kebebasan beragama sebagaimana ditentukan oleh hukum. Namun, mereka secara tegas menolak dan melawan ekstremisme agama.

Celakanya, pemerintah China dengan mudah menggunakan cap “ekstrem” sebagai dalih untuk melakukan represi. Itulah kemudian yang membuat kelompok agama di China semakin terancam, khususnya pemeluk Islam.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments