Propaganda Bodoh Israel: Kalender Bahasa Arab Dikira Nama Teroris

by | Nov 14, 2023

Internasional | Israel | Propaganda

FOMOMEDIA – Propaganda Israel dalam perang semakin mudah dibantah. Bagaimana tidak? Membedakan kalender dengan nama teroris saja tidak bisa.

Sebuah video ngawur telah ditampilkan oleh militer Israel dalam invasinya ke wilayah Gaza. Video yang diunggah oleh akun X ber-handle @One_Dawah menunjukkan pasukan Israel dikira sedang menemukan nama-nama teroris yang menjaga para sandera.

Padahal, tulisan di kertas yang terpajang di dinding tersebut adalah kalender dengan bahasa Arab. Penjelasan yang dilakukan oleh tentara Israel pun semakin menunjukkan kebohongan mereka. Nama-nama hari yang tertulis di kalender tersebut dianggap sebagai “nama teroris”.

Kebohongan lain terungkap. Israel mengklaim daftar ini menunjukkan nama-nama teroris yang menjaga para sandera. Saya tidak tahu Senin, Selasa, Rabu dan seterusnya adalah nama teroris, itu kalender Arab biasa,” cuit akun @One_Dawah.

Video berdurasi 24 detik tersebut memperlihatkan seorang tentara Israel sedang memasuki sebuah bangunan. Dikarenakan jutaan warga Gaza sudah mengungsi, tidak ada orang terlihat.

Bangunan tersebut diklaim tentara Israel sebagai markas Hamas. Padahal, hal itu belum diketahui secara pasti. Parahnya, mereka langsung mengira bahwa kalender dengan aksara Arab tersebut adalah nama-nama orang.

Juru Bicara Resmi

Dalam postingan yang diunggah pada Selasa (14/11/2023) hari ini, terlihat bahwa seorang tentara yang menunjukkan kalender dalam video propaganda Israel tersebut adalah juru bicara resmi. Hal itu disampaikan oleh @One_Dawah dalam utasnya.

Orang yang berbicara adalah juru bicara resmi, itu tidak lebih dari sebuah kalender di dalam rumah sakit yang mencatat hari-hari sejak perang. Mereka adalah pembohong yang tidak tahu malu,” tulis @One_Dawah.

Kebohongan soal kalender yang disebut sebagai daftar nama teroris itu semakin memperpanjang daftar kebohongan Israel dalam invasinya ke Gaza. Sebelumnya, mereka juga sempat membuat hoaks tentang bagaimana “Hamas memenggal kepala bayi”.

Narasi bohong seperti itu lantas menjadi justifikasi bagi Israel untuk melakukan genosida dan kejahatan perang. Padahal, dengan semakin berkembangnya media sosial, kebohongan-kebohongan mereka semakin mudah dipatahkan.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments