Pria Gresik Bunuh Anaknya Sendiri, Katanya ‘Supaya Masuk Surga’

by | May 4, 2023

Kriminal | Pembunuhan

FOMOMEDIA – Kesulitan ekonomi membuat seorang pria Gresik menghabisi nyawa anaknya sendiri. Katanya, supaya si anak tidak menderita di dunia dan bisa masuk surga.

Menyayangi dan memberikan yang terbaik bagi anak sudah jadi kewajiban semua orang tua. Namun, jangan sampai rasa sayang itu salah dimaknai dan diberikan kelewat batas.

Seperti seorang pria bernama Muhammad Qodad Affalul. Ia secara sadis membunuh anaknya yang masih berusia 9 tahun, AZ, dengan dalih supaya si anak bisa segera masuk surga.

Pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (29/4) sekitar pukul 04.30 WIB. Qodad melakukan aksinya itu di sebuah rumah kontrakan di Gresik, Jawa Timur.

Peristiwa itu pun membuat gempar masyarakat. Alasan yang diutarakan oleh Qodad tentu tidak masuk akal dan ditentang banyak pihak.

Menurut penuturan pelaku, ia membacok tubuh anaknya dengan pisau dapur hingga tewas. Qodad berharap, putrinya itu tidak menderita di dunia.

Diketahui, pelaku yang akrab disapa Affan ini sedang berada dalam banyak tekanan, terutama masalah ekonomi.

Sosok Affan yang berusia 29 tahun itu bekerja di sebuah pabrik konveksi. Ia mengaku tidak sanggup membesarkan putrinya yang masih kelas dua SD.

“Faktor ekonomi, tidak mampu membiayai. Saya kerja konveksi sudah satu tahun, dibayar Rp 300 ribu,” kata Affan pada Sabtu (29/4), seperti dikutip dari Tribun News.

Affan yang menghabisi putrinya itu merasa tidak menyesal. Keyakinannya tetap kukuh, bahwa sang anak akan masuk surga.

Sementara itu, tekanan yang dirasakan Affan juga datang dari istrinya. Sang istri kabur dari rumah dan memilih bekerja sebagai LC (Ladies Companion) atau pemandu karaoke.

Sang istri tidak diketahui kabur ke mana. Namun, dugaan menjadi pemandu karaoke itu muncul karena sebelumnya pernah bekerja di bidang tersebut.

“Karena anak kecil belum ada dosa bisa masuk surga. Tidak ada penyesalan. Istri pergi tidak tahu ke mana, tidak pamit,” kata Affan.

Sebelum menghabisi AZ, Affan sering melihat anaknya itu selalu memikirkan sang ibu. Affan merasa bahwa sang anak jangan sampai memiliki dosa yang ia lakukan bersama sang istri.

Affan justru menyesal telah membina keluarga dengan istrinya. Ia merasa sang istri tidak pantas menjadi seorang ibu.

“Istri saya tidak pantas masuk surga, makanya tidak saya habisi. Biarkan dia lari dengan dosa-dosanya,” tutup Affan.

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments