Pria Autis Retas GTA VI, Dijatuhi Hukuman Tinggal di Rumah Sakit

by | Dec 24, 2023

GTA VI | Kriminal | Teknologi

FOMOMEDIAPria autis, Arion Kurtaj, mampu meretas berbagai raksasa perusahan teknologi. Terbaru, Rockstar Games dengan produk GTA VI menjadi korban.

Video gim Grand Theft Auto VI (GTA VI) pada awal bulan ini telah merilis trailer pertamanya. Gim keluaran Rockstar Games itu memang sangat dinanti banyak penggemar.

Namun, apa jadinya jika GTA VI telah diretas oleh seorang pemuda autis? Ya, kejadian itu baru saja dilakukan oleh Arion Kurtaj.

Kurtaj yang masih berusia 18 tahun merupakan salah satu pemuda yang menyandang autisme. Namun, ia berhasil membocorkan klip GTA VI yang saat ini belum dirilis ke pasaran.

Kurtaj sendiri memang bukan pemuda sembarangan. Ia merupakan anggota dari geng peretas internasional, Lapsus$.

Menurut laporan BBC, serangan geng itu telah sering menyasar beberapa raksasa teknologi. Mulai dari Uber, Nvidia, dan terbaru adalah Rockstar Games.

Dari serangan itu, setidaknya Rockstar Games telah mengalami kerugian sebesar 10 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp154 miliar. Kurtaj pun didakwa telah melakukan kejahatan siber.

Dihukum di Rumah Sakit

Kasus kriminal yang menimpa Kurtaj ini memang unik. Dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam peretasan berbagai perusahaan teknologi.

Gara-gara ulahnya di ranah digital itu, Kurtaj tidak dijebloskan ke dalam penjara, tetapi ia mendapatkan hukuman dari pengadilan untuk tinggal di rumah sakit.

“Dokter menganggap Kurtaj tidak layak untuk diadili karena autisme akut yang dideritanya sehingga juri diminta untuk menentukan apakah dia melakukan tindakan yang dituduhkan atau tidak–bukan jika dia melakukannya dengan niat kriminal,” tulis laporan BBC.

Sementara itu, aksi kejahatan digital yang dilakukan oleh Kurtaj tidak bisa dihentikan. Dalam sebuah pernyataannya, ia sangat terobsesi dengan aksi peretasan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi. 

Baca juga:

Meretas Tanpa Laptop

Kurtaj meretas GTA VI tidak menggunakan perangkat komputer atau laptop. Ia sama sekali tidak diberikan akses terhadap perangkat itu.

Namun, Kurtaj tak kehilangan ide. Hanya bermodalkan Amazon Firestick, TV di hotel, dan ponsel, ia dengan mudah membobol Rockstar Games.

Dari aksinya itu, Kurtaj diketahui berhasil mencuri 90 klip GTA VI yang belum pernah dirilis ke publik. Ia pun mengunggah klip dan kode sumber di sebuah forum bernama TeaPotUberHacker.

Gara-gara aksinya tersebut Kurtaj diadili lagi. Namun, pengacaranya pun melakukan pembelaan bahwa aksi peretasan Kurtaj tidak membuat perusahaan gim itu mengalami kerugian besar.

Menggegerkan Dunia Siber

Kemunculan Kurtaj yang menjadi bagian dari anggota Lapsus$ telah menggegerkan dunia siber internasional. Bahkan, aksis kejahatan digital itu telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan Lapsus$ pernah dilakukan pada 2021 dan 2022. Kelompok anak muda yang berasal dari Inggris dan Brazil itu digambarkan sebagai para bandit digital.

Kehadiran kelompok itu pun menjadi ancaman bagi perusahaan teknologi. Mulai dari Microsoft hingga grup perbankan yang rawan dan mudah dibobol sistem keamanannya.

Dengan kejadian peretasan beberapa raksasa teknologi itu, Lapsus$ telah membuktikan bahwa secanggih dan sebaik-baiknya pertahanan siber, masih dengan mudah untuk dibobol.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator:

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments