Polusi dan Bunuh Diri: Ilmuwan Temukan Korelasi antara Keduanya

by | Sep 11, 2023

Bunuh Diri | Kesehatan | Kesehatan Mental | Polusi Udara

FOMOMEDIA – Polusi udara tidak baik untuk kesehatan paru-paru, itu semua orang sudah tahu. Tapi, bagaimana dengan korelasi polusi dan angka bunuh diri?

Selain dihadapkan dengan masalah gelombang panas, kita saat ini juga sedang menghadapi masalah polusi udara. Banyak kota-kota besar yang memiliki tingkat polusi mengkhawatirkan.

Parahnya, kini tingkat polusi udara berperan dalam meningkatkan angka bunuh diri masyarakat. Mengapa bisa demikian?

Sebuah laporan yang ditulis oleh Richard Fisher dalam BBC, menyebut bahwa ada kaitan polusi udara di suatu wilayah yang berperan dalam angka bunuh diri. 

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) setidaknya mencatat sebanyak 700 ribu orang telah melakukan bunuh diri di seluruh dunia tiap tahunnya. Angka kematian tersebut bisa dibilang tidak kecil.

Jumlah tersebut tersebar dari berbagai wilayah di dunia. Salah satu yang paling besar yakni Amerika Serikat (AS). Setidaknya, pada 2022 di negara tersebut terdapat 50 ribu orang AS yang melakukan bunuh diri. Angka tersebut juga menjadi paling tinggi untuk ukuran sebuah negara maju.

Menurut Fisher, mencegah kematian memang menjadi masalah kompleks. Selama ini, berbagai pencegahan terkait masalah bunuh diri terus dilakukan. Mulai dari menanggulangi masalah kesehatan mental hingga mengurangi rasa kesepian.

Namun, usaha tersebut lantas tidak membuat seseorang tidak melakukan bunuh diri. Kini, terdapat faktor lain yang menjadi pemicunya.

Akibat Paparan Udara Buruk

Kini, salah satu faktor penyebab meningkatnya angka bunuh diri yakni gara-gara polusi udara. Masih menyitat BBC, Seulkee Heo dan rekannya di Universitas Yale telah meninjau 18 penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara polusi udara dan bunuh diri. 

Dari peninjauan itu, mereka menemukan hubungan yang signifikan dengan peningkatan risiko bunuh diri karena partikel akibat kebakaran hutan atau debu, gas sulfur, dan nitrogen dioksida yang dikeluarkan oleh fasilitas industri, pembakaran bahan bakar fosil, dan polusi akibat kendaraan.

Adanya peninjauan tersebut juga sejalan dengan tinjauan penelitian pada 2019 yang dipimpin oleh Isobel Braithwaite dari University College, London. Menurut tinjaun tersebut, mereka mendukung hipotesis bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat meningkatkan kemungkinan depresi.

Paparan udara buruk masuk ke dalam paru-paru bisa menghambat aliran oksigen ke dalam darah yang menuju ke otak. Alhasil, dengan kondisi tersebut, maka secara langsung akan menyebabkan terjadinya gangguan kognitif dan berdampak pada hal lainnya.

“Dalam kasus risiko bunuh diri, para peneliti menduga bahwa polusi dapat menyebabkan peradangan di otak, defisit serotonin, dan mengganggu jalur respons stres, yang pada gilirannya dapat membuat perilaku depresi dan impulsif lebih mungkin terjadi,” tulis Rchard Fisher, dikutip dari BBC.

Faktor paparan udara yang buruk itulah diduga kuat bisa memengaruhi cara berpikir seseorang. Bahkan, risiko paling buruk yakni membuat seseorang bisa melakukan tindakan bunuh diri.

Tingkat Bunuh Diri di Indonesia

Tak hanya di negara lain, di Indonesia sendiri tingkat bunuh diri juga tergolong tinggi. Menurut data Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dinukil dari Data Indonesia, pada Januari hingga Juli 2023 terdapat kasus bunuh diri sebanyak 640 kasus. Jumlah tersebut meningkat 31,7 persen dibanding dengan tahun sebelumnya sebanyak 486 kasus.

Dari total kasus bunuh diri beberapa tahun terakhir di Indonesia, peristiwa paling banyak terjadi pada Juni 2023 dengan sebanyak 111 kasus. Sementara, daerah yang paling banyak mengalami bunuh diri yakni Jawa Tengah dengan 241 kasus, Jawa Timur 123 kasus, dan 60 kasus di Bali.

Tingginya angka bunuh diri tersebut salah satunya memang diakibatkan oleh faktor depresi. Namun, dengan adanya tinjauan penelitian di atas, apakah kini faktor polusi udara juga turut berperan dalam menyebabkan bunuh diri di Indonesia?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments