Pidato Ganjar di Depan Relawan: Neokolonialisme Go to Hell!

by | Jul 20, 2023

Ganjar Pranowo | Pemilu | Pemilu 2024 | Pilpres 2024 | Politik

FOMOMEDIA – Pidato Ganjar Pranowo dalam acara Silaturahmi 1 Muharram 1445 H salah satunya membicarakan soal neokolonialisme yang menyulitkan Indonesia berdikari.

Acara Silaturahmi 1 Muharram 1445 H yang digelar Rabu (19/7/2023) oleh Relawan Ganjar Pranowo di Senayan, Jakarta, sebetulnya berlangsung dengan suasana hangat. Namun, di sebuah kesempatan, terlihat jelas amarah Ganjar terhadap upaya-upaya neokolonialisme yang menghambat kemajuan Indonesia.

Dalam pidatonya di hadapan para relawan, Ganjar sempat menyinggung soal bagaimana dunia bereaksi terhadap kebijakan larangan ekspor nikel yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Apa yang dikerjakan Pak Jokowi hari ini untuk tidak mengekspor nikel perlawanannya sungguh luar biasa. Bahkan saya membaca keadaan neo-colonialism by regulation adalah mengatur semuanya sesuai dengan kehendaknya agar kita mengikutinya. Menurut saya, go to hell!” seru Ganjar, dikutip dari CNN Indonesia.

Bakal calon presiden PDIP Ganjar Pranowo memberi sambutan pada acara Silaturahmi 1 Muharam 1445H bersama relawan di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta, Rabu (19/7/2023). (Foto: Kristianto Purnomo)

Larangan ekspor nikel yang ditetapkan Presiden Jokowi adalah bagian terpenting dari upaya hilirisasi. Diharapkan, dengan hilirisasi, ada nilai tambah yang bisa dihasilkan dari produk-produk alam Indonesia. Akan tetapi, seperti yang diucapkan Ganjar, ada banyak tentangan dari dunia.

Indonesia pernah diseret oleh Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) karena larangan ekspor nikel tadi dianggap sebagai bentuk proteksi yang tidak adil. Kemudian, belum lama ini, Dana Moneter Internasional (IMF) pun secara tegas melarang Indonesia melakukan hilirisasi.

Segenap larangan dan tentangan inilah yang dilihat oleh Ganjar sebagai wujud neokolonialisme, di mana negara-negara maju ingin memaksakan kehendaknya. Konsekuensinya, Indonesia pun semakin kesulitan untuk naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju.

Soal “Pindah Gerbong”

Adapun, selain berbicara soal neokolinialisme, ada sejumlah poin penting lain yang disampaikan dalam pidato Ganjar. Mulai dari soal mereka yang “pindah gerbong”, kedekatannya dengan Jokowi, sampai permintaan agar para relawan melakukan aktivitas pemenangan dengan cara-cara cerdas.

BACA JUGA:

Soal mereka yang “pindah gerbong”, bisa dipastikan Ganjar sedang menyinggung orang-orang yang sebelumnya mendukung Jokowi tetapi mengalihkan dukungan kepada Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024. Menurut Ganjar, tidak ada gunanya lagi meratapi kepergian mereka.

“Ketika dinamika berkembang, terjadi suasana yang timbulkan friksi, ikhlaskan ketika ada bagian dari kita berpindah ke kamar sebelah. Tidak perlu ditangisi, Anda mau hitam atau putih. Satu agenda besar karena kita punya mimpi bersama, agenda besar kita Indonesia mesti jadi negara maju,” kata Ganjar.

Dialog dengan Jokowi

Sementara itu, soal kedekatan dengan Jokowi, Ganjar mengaku semakin sering berdialog dengan mantan Wali Kota Surakarta itu belakangan ini.

“Beberapa kali saya ketemu beliau terakhir saya ngobrol kemarin kurang lebih 30 menit di Yogyakarta beberapa minggu lalu. Kami bercerita cukup banyak, tentang dinamika politik terakhir,” tutur Ganjar.

Bakal calon presiden PDIP Ganjar Pranowo usai memberi sambutan pada acara Silaturahmi 1 Muharam 1445H bersama relawan di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta, Rabu (19/7/2023). (Foto: Kristianto Purnomo)

Tak lupa, Ganjar pun bercerita bagaimana Jokowi berperan besar atas terciptanya desain baju hitam putih garis lurus yang dikenakannya bersama para relawan.

“Beliau sampaikan selembar kertas kepada saya, Pak Ganjar mungkin ini bagus. Saya lihat, saya bolak, saya balik, dan apa yang bagus itu adalah baju yang saya pakai ini. Bahkan beliau pun sangat perhatian sampai detail baju sehingga merekomendasikan saya pakai dan hari ini Bapak Ibu pakai semuanya,” ucap laki-laki kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, tersebut.

Terakhir, tak lupa Ganjar berpesan kepada para relawannya supaya melakukan aktivitas pemenangan dengan cara yang cerdas.

“Bersama-sama kita berkumpul dalam satu titik. Membaca data, menganalisis, membuat strategi, menyiapkan taktik, sampai kebutuhan taktik itu terpenuhi. Menang tidak hanya dengan teriakan. Perlu kesungguhan, pemikiran, keseriusan, dan eksekusi di lapangan,” ujarnya.

Penulis: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments