Perwira AL Rusia Dibunuh karena Posting Rute Lari di Strava?

by | Jul 12, 2023

Internasional | Kriminal | Rusia | Ukraina

FOMOMEDIA – Seorang perwira AL Rusia dibunuh, Senin (10/7) waktu setempat. Diduga, sosok bernama Stanislav Rzhitsky itu bertanggung jawab atas kematian 23 warga sipil Ukraina.

Kabar cukup mencengangkan datang dari Krasnodar, Rusia. Seorang perwira senior angkatan laut Rusia, sekaligus komandan kapal selam yang dituduh memimpin serangan mematikan ke wilayah Ukraina, tewas ditembak saat sedang berolahraga, Senin (10/7/2023) waktu setempat.

Perwira bernama Stanislav Rzhitsky (42) itu ditembak orang tak dikenal saat tengah berlari pagi di dekat pusat olahraga Olimp. Atas peristiwa tersebut, dinas intelijen Rusia, FSB, telah menangkap seorang pria 64 tahun yang diduga merupakan pelaku penembakan.

Menurut surat kabar Rusia Kommersant, Rzhitsky pernah menjadi komandan kapal selam Krasnodar sebelum akhirnya menjadi deputi kepala mobilisiasi Kota Krasnodar.

Adapun, menurut keterangan angkatan bersenjata Ukraina yang disebarkan via Telegram, Selasa (11/7), Rzhitsky adalah komandan kapal selam yang bertanggung jawab atas penyerangan terhadap Kota Vinnytsia, Juli 2022. Serangan itu sendiri menewaskan 23 warga sipil.

Kapal selam Krasnodar milik Rusia. (Foto: Naval Today)

Meski demikian, keluarga dekat dan kerabat Rzhitsky membantah klaim tersebut. Menurut mereka, Rzhitsky sudah keluar dari dinas militer sejak Desember 2021 atau sebelum invasi Rusia ke Ukraina dilakukan.

Ukraina Bungkam

Ukraina sendiri tidak menyatakan pertanggungjawabannya atas pembunuhan Rzhitsky. Dinas intelijen Ukraina, GUR, hanya menyebarkan serangkaian detail pembunuhan tersebut seperti waktu penembakan (pukul 06:00 pagi) dan minimnya saksi mata karena saat itu sedang turun hujan.

Lebih lanjut lagi, Kepala GUR Kyrylo Budanov dalam pernyataan resminya membantah klaim bahwa Ukraina berada di balik pembunuhan Rzhitsky. “Pernyataan dari sejumlah media dan politisi bahwa GUR punya peranan dalam kematian Stanislav Rzhitsky sama sekali tidak berdasar,” ujar Budanov, dikutip dari The Guardian.

Meski demikian, masih menurut The Guardian, Ukraina memang tidak pernah secara langsung mengklaim pertanggungjawaban atas serangan terhadap Rusia. Meski demikian, mereka biasanya merayakan keberhasilan lewat ejekan atau pernyataan dengan makna tersembunyi.

Dilacak lewat Strava?

Di kesempatan lain, ayah Rzhitsky, Baza, menyatakan bahwa siapa pun pembunuh anaknya, mereka bisa melacaknya dengan mudah melalui aplikasi Strava. Di kalangan pelari, Strava adalah platform populer untuk mencatat rute serta jarak berlari.

Menurut Baza, karena Rzhitsky selalu berlari mengitari rute yang sama setiap paginya, keberadaannya pun dapat dengan mudah dilacak.

Keterangan Baza itu sejalan dengan apa yang diunggah oleh seorang pengguna Twitter bernama Iman Jalali. Dalam cuitan yang diunggah Selasa (11/7) malam WIB, Jalali menulis seperti ini;

“Sulit dipercaya. Seorang komandan kapal selam Rusia dibunuh saat olahraga kemarin. Dia mengunggah aktivitas olahraganya di Strava! Salah satu orang yang menyukai postingan itu adalah Kepala Intelijen Ukraina,” tulis Jalali di akun Twitter-nya, @Stealx.

Meski demikian, kebenaran dari unggahan Jalali itu belum bisa dipastikan. Bisa saja orang yang disebutnya sebagai Kepala Intelijen Ukraina tadi bukanlah Budanov yang sebenarnya.

Namun, ada kemungkinan pula ini merupakan cara Kyiv untuk mengejek kematian Rzhitsky. Langkah ini, bisa dibilang, lebih konsisten dengan tabiat Ukraina selama ini seperti yang dilaporkan The Guardian tadi.

Penulis: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments