Perlakuan Istimewa untuk Mario Dandy Adalah Penghinaan terhadap Publik

by | May 29, 2023

Kriminal | Mario Dandy Satriyo | Sosial

FOMOMEDIA – Privilese Mario Dandy Satriyo tak kunjung habis. Meski sudah memakai baju tahanan, ia terlihat seakan mendapatkan perlakuan istimewa.

Sebuah video yang menunjukkan Mario Dandy Satriyo bisa memakai dan melepas sendiri kabel ties yang mengikat tangannya viral.

Dalam video itu, tersangka penganiayaan terhadap David Ozora tersebut tak sadar akan keberadaan kamera wartawan yang merekam. Ia terlihat sedang menggaruk-garuk kakinya. 

Peristiwa tersebut terjadi di Ruang Administratif Dan Piket Siaga di Rutan Polda Metro Jaya pada Jumat (26/5/2023) lalu. Mario bersama para penyidik Dit Tahti Polda Metro Jaya sedang mengurus administrasi penyerahan barang bukti ke penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Video yang beredar di media sosial tersebut akhirnya menuai reaksi dari banyak kalangan, termasuk pihak kepolisian yang, mau tidak mau, harus memberikan tanggapan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa video Mario yang melepas dan memakai kabel ties itu adalah hasil editan. Trunoyudo menganggap bahwa video tersebut menggambarkan dua peristiwa berbeda.

“Video tersebut menggambarkan dua peristiwa yang melalui proses editing digabungkan menjadi satu frame. Dengan menambahkan teks dan back sound effect sehingga menimbulkan persepsi negatif,” kata Trunoyudo, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (27/5/2025).

“Peristiwa tersebut masih bertempat di kawasan Rutan Polda Metro Jaya, di bawah pengawasan penyidik serta Direktorat Tahanan dan barang bukti saat pengurusan administrasi penyerahan tersangka ke penyidik,” lanjutnya.

Pernyataan dari Trunoyudo itu justru dianggap ngawur oleh publik. “Kombes ngasih keterangan palsu gak ada sanksi? Minimal dicopotlah dari jabatannya. Kabid humas kok ngibul,” tulis akun Twitter @piqi_baiq membalas tweet @Rendynwa tentang pernyataan Trunoyudo, Senin (29/5/2023).

BACA JUGA:

Senada dengan @piqi_baiq, akun @tvindonesiawkwk terkait video tersebut mengatakan, “Ini penghinaan terhadap rakyat sih, menganggap rakyat bisa sebodoh itu percaya dengan alasan begitu,” tulisnya pada Sabtu, (27/5/2023).

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, memerintahkan Bidang Propam Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya terkait kisruh video viral tersebut.

“Saya juga perintahkan Kabid Propam untuk memeriksa apakah ada hal-hal yang dilakukan oleh anggota kami secara standar prosedur ada yang dilanggar,” kata Karyoto, dikutip dari era.id, Minggu (28/3/2023).

Karyoto juga meminta maaf kepada publik jika ada anggotanya diduga melakukan pelanggaran disiplin. Ia akan tetap mengusut dan mendalami kejadian tersebut.

Perlakuan Khusus untuk Mario

Adanya video viral Mario yang bisa melepas dan memakai kabel ties itu menuai beragam reaksi dari publik. Anggapan bahwa sosok Mario mendapatkan perlakuan khusus pun bermunculan.

“Begitu kuatnya Rafael Alun walau sudah ditetapkan jadi tersangka oleh KPK tetapi anaknya masih mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini, Kabel ties dari aparat hanya dijadikan souvenir seolah meledek kalo di kantor polisi pun dia masih jadi Jawara,” tulis akun Twitter @kurawa, Jumat (26/5/2023).

Di hari yang sama, menanggapi cuitan tersebut, akun @mazzini_gsp menganggap bahwa viralnya kasus Mario masih belum cukup untuk sebuah keadilan. “Selamat datang gaes di era sebuah kasus viral aja gak cukup untuk mendapatkan keadilan,” tulis @mazzini_gsp.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments