Per 28 September Pulau Rempang Harus Dikosongkan

by | Sep 19, 2023

Ekonomi | Politik | Rempang

FOMOMEDIA – Proses relokasi yang alot membuat Bahlil terjun langsung ke lapangan. Ia pun mencoba berkomunikasi dengan tokoh masyarakat Pulau Rempang.

Proyek Strategis Nasional (PSN) 2023 terus dikebut. Salah satu bagian dari proyek tersebut yakni pembangunan Rempang Eco-City yang ada di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan pulau tersebut akan dikosongkan pada 28 September 2023. Tidak sampai 10 hari masyarakat yang terdampak pembangunan pun disuruh untuk angkat kaki dari tempat tinggalnya.

PSN itu rencananya akan menggusur 16 titik kampung tua. Dari total tersebut setidaknya terdapat 7.500 warga yang terdampak pembangunan.

Meski tinggal menghitung hari, kini Bahlil pun harus turun langsung ke Rempang. Ia ingin mencoba melakukan komunikasi langsung dengan warga terdampak.

“Insya Allah (pengosongan tanggal 28 September) kita melihat perkembangan dan kita sedang berbicara, bukan persoalan tanggal bagi saya, itu memang sudah diputuskan di awal tapi yang terpenting ialah cara-cara komunikasi yang baik,” kata Bahlil, dikutip dari Viva.

“Saya ingin berbicara dengan keluarga-keluarga di sana dengan baiklah, mau cepat atau lambat itu soal lain, tapi caranya aja yang kita perhatikan,” lanjutnya.

Sementara itu, pada Minggu (17/9/2023) malam, Bahlil akhirnya berkunjung ke rumah Gerisman Ahmad, salah satu tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Bahlil datang bersama rombongan ke Kampung Pantai Melayu, Pulau Rempang. 

Menurut laporan Tempo, sosok Gerisman Ahmad juga menjadi Koordinator Umum Kekerabatan Masyarakat Adat Tempatan (Keramat) Rempang-Galang.

“Saya datang ke sini bukan sebagai seorang Menteri, Pak, tapi sebagai anak ketemu bapak,” ujar Bahlil, dikutip dari Tempo.

Bahlil dan rombongan pun disambut oleh Garisman dan beberpaa masyarakat. Akhirnya, malam itu pun terjadi komunikasi terkait kejadian beberapa hari terakhir di Rempang.

Perintah Jokowi

Selain melakukan kunjungan pada Minggu malam, Bahlil pun melanjutkan pertemuan dengan warga Pulau Rempang pada Senin (18/9/2023) kemarin. Menurut laporan Yayasan Bantuan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI), kedatangan Bahlil di Pulau Rempang tersebut atas perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahlil menceritakan kepada warga terkait investasi pemerintah yg sudah berjalan di Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Smelter di Gresik. Bahlil juga menyampaikan bahwa sebentar lagi pemerintah akan mendorong investasi besar di Maluku juga di Papua,” tulis YLBHI melalui akun Twitter-nya.

Kata Bahlil, menyitat YLBHI, bahwa sekarang merupakan waktu yang tepat untuk investasi di Sumatera lewat Pulau Rempang. Bahlil pun dalam pertemuan itu meminta maaf kepada tokoh masyarakat Rempang atas kejadian tidak mengenakan beberapa hari ke belakang.

Sebelum balik ke Jakarta, Bahlil juga meninjau sekolah-sekolah dan sarana umum yang ada di sana. 

Lalu, dengan adanya kedatangan Bahlil itu, apakah warga Rempang akan sudi untuk direlokasi?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments