Penulis Buku “Sapiens” Kritik Kelompok Kiri yang Bela Hamas

by | Oct 25, 2023

Internasional | Israel | Palestina | Politik | Yuval Noah Harari

FOMOMEDIA – Meski dikenal sebagai pengkritik Netanyahu, penulis Sapiens, Yuval Noah Harari juga mengutuk Hamas. Intinya, dia cuma ingin perdamaian.

Yuval Noah Harari bergabung dengan akademisi dan aktivis perdamaian Israel untuk mengkritik gerakan kiri global yang, menurutnya, kurang tegas dalam bersikap soal Hamas. Di saat bersamaan, penulis buku Sapiens dan Homo Deus itu juga mengkritik kebijakan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Menurut Hariri, apa yang saat ini terjadi di Gaza tidak sepenuhnya salah Israel karena Hamas-lah yang lebih dahulu menginisiasi serangan. “Aku terkejut melihat orang-orang kiri yang tidak cuma enggan mengutuk Hamas, tetapi juga menyalahkan Israel sepenuhnya,” ucap Hariri, dikutip dari The Guardian.

Sebelumnya, Hariri bersama sejumlah akademisi dan aktivis perdamaian Israel menandatangani surat terbuka yang isinya menyerukan perdamaian. Di situ, mereka mengkritik gerakan kiri yang membela aksi Hamas.

“Orang-orang kiri yang seharusnya berpihak pada kesetaraan, kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan ternyata tidak punya rasa sensitif pada kemanusiaan dan menunjukkan sikap politik yang sembrono,” tulis mereka dalam surat tersebut.

Kendati mengutuk Hamas, bukan berarti Hariri setuju dengan tindakan keji Israel yang dipimpin Netanyahu. “Netanyahu adalah petugas humas yang hebat tetapi pemimpin yang tidak berkompeten,” tulis Harari dalam kolomnya di The Washington Post, 11 Oktober 2023.

“Dia berulang kali memilih untuk mengorbankan kepentingan nasional demi kepentingan pribadi dan membangun kariernya dengan memecah belah negara ini. Orang-orang yang dia tunjuk bukanlah orang yang berkompeten, melainkan orang-orang yang punya kedekatan dengannya,” tambah penulis Sapiens itu.

Rumah Sakit Berhenti Berfungsi

Kritik yang dilakukan oleh Harari terhadap individu sayap kiri tidak sepenuhnya salah. Namun, serangan balasan Israel telah menghilangkan ribuan nyawa masyarakat sipil Gaza juga tak bisa dibantah.

Selain korban meninggal, terdapat puluhan ribu korban mengalami luka-luka. Celakanya lagi, masyarakat Gaza sedang mengalami krisis layanan kesehatan. Rumah sakit di Gaza saat ini berhenti berfungsi lantaran kehabisan air dan bahan bakar untuk generator. 

Sementara, jumlah korban yang terus bertambah pun membutuhkan pertolongan segera. Namun, pihak rumah sakit, seperti dilaporkan The Guardian, merasa kewalahan lataran banyak masyarakat sipil yang mencari perlindungan.

“Kami tidak mempunyai bahan bakar untuk menjalankan generator siaga, dan yang terkena dampak pertama adalah ruang operasi, unit perawatan intensif, dan ruang gawat darurat,” kata Medhat Abbass, direktur jenderal kementerian kesehatan Gaza, dikutip dari The Guardian.

“Kami mempunyai banyak korban di rumah sakit yang menangani kasus bedah. Masalahnya adalah stafnya kelelahan dan kami tidak punya persediaan medis. Kami mengonsumsi dalam sehari apa yang biasa kami konsumsi dalam sebulan,” pungkas Abbass.

Saat ini Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan. Upaya dan dukungan gencatan senjata telah dilakukan oleh banyak masyarakat global. Namun, akan sampai kapan serangan balasan Israel berhenti?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Penulis merupakan salah satu profesi yang rentan masuk penjara. Sebuah laporan dari Freedom to Write menyebut pada 2023 tercatat lebih dari 100 orang penulis ditangkap. Dan, hampir setengahnya karena menulis di media daring. […]