Pemerintah Harus Gerak Cepat Tuntaskan Perdagangan Manusia

by | May 4, 2023

Human Trafficking | Kriminal | Perdagangan Manusia

FOMOMEDIA Kasus perdagangan manusia di Indonesia terus meningkat. Pemerintah harus segera cari solusi.

Abad ke-21 sudah memasuki dasawarsa ketiga, tetapi perdagangan manusia justru semakin marak. Baru-baru ini, sejumlah buruh migran Indonesia menjadi korban kejahatan ini. Mereka ditipu iming-iming bekerja di luar negeri, lalu dijual ke Myanmar dan Thailand.

Terungkapnya kasus perdagangan manusia itu membuat Komnas HAM angkat bicara. Menurut Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah, proses hukum sama sekali belum berjalan.

“Aparat penegak hukum segera melakukan proses penegakan hukum karena sudah lebih dari 1.200 orang pekerja migran yang menjadi korban TPPO scamming (penipuan) baik di Myanmar maupun Thailand. Tetapi belum ada satu pun proses hukum terutama aktor intelektual,” kata Anis, seperti dikutip dari nu.or.id, Kamis (4/5). 

Sementara itu, beberapa keluarga korban yang menjadi korban tindak perdagangan manusia di Myanmar, sudah melaporkan ke Bareskrim Polri. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/82/V/2023/SPKT/Bareskrim tertanggal 2 Mei 2023.

“Diperkirakan jumlah ada 100 orang yang terpantau. Yang melaporkan mengadu secara resmi ke Komnas HAM ada sekitar 33 orang,” lanjut Anis.

Bareskrim Polri mengumumkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku. Kabar terbaru, terdapat 20 orang WNI yang bekerja sebagai pekerja migran ilegal di Myanmar.

“Sudah kami ketahui identitasnya, sementara masih kami lakukan penyelidikan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro, seperti dikutip dari Antara, Kamis (4/5).

Adapun, para korban perdagangan manusia tersebut dipekerjakan di sebuah perusahaan penipuan daring di Myanmar. Mereka diduga dipaksa untuk bekerja sebagai pelaku penipuan oleh perusahaan-perusahaan di Negeri Seribu Pagoda itu.

Parahnya, menurut kabar yang berembus, para korban juga mengalami penyiksaan. Mereka juga disekap hingga tak bisa pulang ke Indonesia.

Kasus perdagangan manusia di Indonesia sendiri, menurut data World Bank, selalu mengalami peningkatan dalam waktu lima tahun terakhir. Pada 2018 terdapat 184 kasus, 2019 sebanyak 191 kasus, 2020 meningkat jadi 382 kasus, dan 2021 meningkat tajam menjadi 624 kasus.

Adanya tren kenaikan kasus perdagangan orang itu sudah semestinya jadi bahan evaluasi tersendiri bagi pemerintah. Dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Sekjen Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Bobi Anwar Ma’arif, mengusulkan agar pemerintah membuat saluran resmi lowongan kerja di luar negeri.

Pasalnya, kata Bobi, tanpa saluran resmi, para calo ini bisa secara leluasa menggunakan media sosial merekrut para korbannya.

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] daging hewan. Mulai dari daging anjing, kucing, ular, dan satwa lainnya yang dilindungi. Namun, aktivitas perdagangan tersebut akhirnya secara resmi dihentikan sejak Jumat (21/7/2023) pekan […]