PDIP Akui Food Estate Bagian dari Kejahatan Lingkungan

by | Aug 16, 2023

Food Estate | Lingkungan | PDIP | Politik

FOMOMEDIA – Tak hanya gagal, PDIP melalui sekjennya mengakui bahwa program food estate telah merusak lingkungan. Ada intrik politik apa ini?

Program lumbung pangan nasional atau food estate sudah sejak lama dinilai gagal. Kini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengakui program tersebut merupakan bentuk kejahatan lingkungan. 

“Kami memberikan suatu catatan yang sangat kuat terkait dengan upaya yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi untuk membangun food estate,” kata Hasto, dikutip dari Kompas.com.

“Dalam praktik pada kebijakan itu ternyata disalahgunakan, kemudian hutan-hutan justru ditebang habis, dan food estate-nya tidak terbangun dengan baik. Itu merupakan bagian dari suatu kejahatan terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Pernyataan Hasto tersebut dilontarkan ketika ia dimintai tanggapan terkait aliran dana kejahatan lingkungan sekitar Rp1 triliun masuk ke partai politik untuk biaya Pemilu 2024.

Adapun program cetak sawah sendiri telah menjadi proyek Jokowi sejak periode kedua kepemimpinannya. Pada 2020, program tersebut digarap oleh Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Syahrul Yasin Limpo.

Kembangkan Berbagai Komoditas

Dalam perencanaannya, program itu akan membentuk beberapa sektor, seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan. Selain itu, beberapa komoditas yang akan dikembangkan mencakup cabai, padi, jagung, singkong, kacang tanah, dan kentang.

Untuk menjamin keberhasilan, program tersebut turut ditugaskan kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Dengan komando langsung dari Prabowo Subianto, Kemenhan menjadi back-up dan berfokus pada lahan singkong.

Hingga kini, program food estate menuai pro dan kontra. Hasil dari pengembangan program itu dalam dua tahun terakhir pun dipertanyakan. Tak sedikit kalangan yang menilai bahwa program ini gagal.

Belum lama ini, senada dengan Hasto, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut food estate yang ada di Kalimantan Tengah telah alami kegagalan. Menurut AHY, proyek strategis nasional itu telah berdampak pada kerusakan paru-paru dunia.

Food estate, di mana ada jutaan hektare dibabat, terus gagal. Padahal sudah habis. Nah, ini mau gimana? Sedangkan Kalimantan adalah paru-paru dunia,” kata AHY di acara Fisipol Leadership Forum, UGM, dikutip dari CNN Indonesia.

Paradoks PDIP

Pernyataan Hasto jadi paradoks tersendiri. Apalagi, program tersebut sejak awal digagas telah mendapatkan dukungan dari PDIP.

Dukungan tersebut salah satunya berasal dari adanya Undang-Undang (UU) Ciptakerja. Sebelum disahkan, UU sapu jagat itu mengalami banyak penolakan dan menjadi gelombang protes dari elemen masyarakat. Namun, ketok palu Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkannya.

Beberapa partai seperti PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP turut mendukung UU sapu jagat itu. Terlaksananya program cetak sawah itu pun berkaitan dengan UU Ciptakerja.

Beberapa pejabat yang terlibat di antaranya seperti Jokowi, Prabowo Subianto, Syahrul Yasin Limpo, Siti Nurbaya, dan Basuki Hadimuljono. Para pejabat tersebut berperan penting bagaimana program lumbung pangan dijalankan hingga dewasa ini.

Lalu, dengan adanya pernyataan dari Sekjen PDIP di atas, intrik politik seperti apa yang sedang terjadi?

Penulis: Sunardi

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] PDIP Akui Food Estate Bagian dari Kejahatan Lingkungan […]

[…] di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (2/12/2023). Dalam acara tersebut, Jokowi menyinggung masalah food estate yang dianggap bisa menyuplai kebutuhan pangan dan energi […]