PBB Sebut Gaza Jadi Kuburan Anak-anak

by | Nov 7, 2023

Anak | Gaza | Internasional | Krisis kemanusiaan | Politik

FOMOMEDIA – Ribuan korban jiwa mayoritas berasal dari anak-anak. Sekjen PBB menyebut jika tidak terjadi gencatan senjata, Gaza bisa menjadi kuburan anak-anak.

Sudah satu bulan Gaza menjadi medan pembantaian. Pasca-serangan Hamas, serangan membabi buta Israel ke wilayah tersebut masih gencar berlangsung. Selama itu pula, ribuan orang yang mayoritas warga sipil Palestina kehilangan nyawa.

Per Minggu (5/11/2023) kemarin, total korban jiwa masyarakat Palestina telah mencapai 9.900 orang. Dari total tersebut, korban jiwa warga Palestina terbanyak berada di Jalur Gaza, yakni 9.770 orang. Kemudian, korban jiwa lainnya berasal dari Tepi Barat dengan total 141 orang.

Sementara itu, menurut laporan Menteri Kesehatan Palestina sebagaimana dinukil dari CNN Indonesia, setidaknya lebih dari 4.000 anak Palestina telah meninggal dunia. Artinya, hampir separuh dari total korban meninggal dunia adalah anak-anak Palestina.

Kuburan Anak-anak

Melihat jumlah korban meninggal dunia dari kalangan anak-anak, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, memperingatkan bahwa Jalur Gaza akan menjadi “kuburan bagi anak-anak”. Oleh karena itulah, ia pun getol menyerukan kembali adanya gencatan senjata segera dilakukan.

“Kita harus bertindak sekarang untuk menemukan jalan keluar dari kehancuran yang brutal, mengerikan, dan menyakitkan ini,” kata Guterres, dikutip dari The Guardian.

“Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Ratusan anak perempuan dan laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap hari,” lanjutnya.

Guterres bersama PBB bukannya tidak melakukan upaya untuk mencegah konflik semakin meluas. Namun, usaha penyeruan gencatan senjata yang dilakukan PBB tidak digubris oleh Israel yang mendapat bekingan penuh dari donatur terbesar PBB, Amerika Serikat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah kadung murka dengan serangan Hamas yang menewaskan 1.400 orang. Pemerintah Israel pun berniat memusnahkan pasukan militan Palestina itu.

Melihat kondisi itu, Guterres pun menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Israel telah melanggar hukum humaniter internasional. Negara tersebut dianggap abai terhadap masyarakat sipil Palestina yang tidak terlibat dalam perang.

“Operasi darat oleh pasukan pertahanan Israel dan pemboman yang terus berlanjut menghantam warga sipil, rumah sakit, kamp pengungsi, masjid, gereja dan fasilitas PBB, termasuk tempat penampungan. Tidak ada yang aman,” ujar Guterres.

Netanyahu Didesak Mundur

Krisis kemanusiaan sedang terjadi di tanah Gaza. Serangan balasan tiada ampun sedang dilancarkan oleh Israel. Namun, tak sedikit warga Israel yang menentang kebijakan yang dilakukan oleh Netanyahu itu.

Ratusan warga Israel menggeruduk kediaman Netanyahu yang berada di Yerusalem, Sabtu (4/11/2023) lalu. Mereka melakukan protes dan menuntut perdana menterinya untuk segera mundur.

Warga Israel tersebut menuntut supaya Netanyahu bertanggung jawab atas gagalnya mencegah serangan yang dilakukan oleh Hamas. Selain itu, Netanyahu juga dianggap tidak becus memulangkan para tahanan.

Sementara, menurut laporan Reuters, protes tersebut juga bertepatan dengan dilakukannya jajak pendapat di Israel. Jajak pendapat tersebut menghasilkan bahwa lebih dari tiga perempat warga Israel percaya Netanyahu harus mengundurkan diri.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] PBB Sebut Gaza Jadi Kuburan Anak-anak […]