Pari Jawa, Ikan Laut Pertama yang Punah Akibat Ulah Manusia

by | Dec 27, 2023

Biodiversitas | Lingkungan | Pari Jawa | Perubahan Iklim

FOMOMEDIA – Pari Jawa jadi ikan laut pertama yang punah imbas aktivitas manusia. Seperempat spesies ikan air tawar lain terancam alami hal serupa.

Ikan Pari Jawa kini resmi dinyatakan punah. Kepunahan tersebut diumumkan pada awal Desember lalu di KTT iklim COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab.  

“Hilangnya salah satu kerabat ikan pari menandai kepunahan pertama spesies ikan laut akibat aktivitas manusia,” ujar Craig Hilton-Taylor, Kepala Unit Red List of Threatened Species International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ikan bernama internasional Java stingaree tersebut kini tercatat punah dalam Daftar Merah IUCN. Daftar ini merupakan sumber data terlengkap di dunia untuk menilai risiko kepunahan dan status spesies hewan, jamur, maupun tumbuhan.

Ketua Penilai Julia Constance, Kandidat PhD di Charles Darwin University di Australia, menyebut dua faktor utama kepunahan ikan yang sangat langka itu. Pertama, penangkapan yang intensif dan tidak diatur. Kedua, hilangnya habitat pesisir akibat industrialisasi.

Punah Karena Penangkapan dan Pembangunan

Seperempat spesies ikan air tawar di dunia terancam punah karena penangkapan ikan secara berlebihan, perubahan iklim, dan polusi.

Tidak diaturnya praktik penangkapan ikan cenderung membahayakan keberlangsungan spesies langka. Ikan Lele Mekong China, misalnya. Spesies yang sebetulnya susah ditangkap itu juga terancam punah karena penangkapan ikan berlebihan di wilayah Mekong Bawah.

Penangkapan berlebihan memperparah situasi Lele Mekong China yang ruang hidupnya sudah terganggu akibat pembangunan bendungan. Ikan tersebut kini termasuk dalam kategori yang diperhatikan IUCN.

“IUCN saat ini sedang menilai spesies air tawar di China. Apa yang kami temukan adalah adanya dampak besar akibat semua bendungan di sungai terhadap ikan air tawar, dan beberapa spesies dalam pembaruan ini mengalami penurunan status karena dampak tersebut terhadap aliran air akibat bendungan, seperti Tiga Ngarai,” kata Hilton-Taylor.

Penilaian terhadap ikan air tawar dikembangkan dengan masukan dari lebih dari 1.000 ilmuwan dari seluruh dunia, melalui lebih dari 100 lokakarya yang dilakukan secara tatap muka maupun daring.

Tercatat, polusi yang berdampak pada 57% ikan air tawar yang terancam punah. Bendungan dan pengambilan air mempengaruhi 45%. Penangkapan ikan berlebihan yang mengancam 25%. Spesies invasif dan penyakit yang merugikan 33%. 

Perubahan Iklim Juga Ancaman Serius

Perubahan iklim mengancam punah 17% spesies ikan air tawar. Persentasenya lebih sedikit dari faktor-faktor yang disebut sebelumnya. Namun, perubahan iklim tetap merupakan ancaman besar.

Sebab, meski tak mempengaruhi secara langsung, perubahan iklim menimbulkan berbagai perubahan yang berdampak pada spesies, seperti pemanasan suhu, penurunan permukaan air, intrusi air laut ke sungai karena kenaikan permukaan laut, dan perubahan musim.

“Perubahan iklim berinteraksi dengan ancaman-ancaman lain, dan biasanya ancaman-ancaman lain itulah yang mendorong spesies semakin terancam punah dan membuat mereka punah, bukan perubahan iklim itu sendiri,” terang Hilton-Taylor.

“Ikan air tawar merupakan lebih dari separuh spesies ikan yang dikenal di dunia, suatu keanekaragaman yang tidak dapat dipahami mengingat ekosistem air tawar hanya mencakup 1% dari habitat perairan,” kata Kathy Hughes, salah satu ketua kelompok spesialis ikan air tawar IUCN.

“Spesies yang beragam ini merupakan bagian integral dari ekosistem dan penting bagi ketahanannya. Hal ini penting bagi miliaran orang yang bergantung pada ekosistem air tawar dan jutaan orang yang bergantung pada perikanan,” tambahnya.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments