Para Petarung UFC Nyatakan Dukungan untuk Palestina

by | Oct 23, 2023

Internasional | Olahraga | Palestina | UFC

FOMOMEDIA – Berbagai aksi dukungan bela Palestina terus mengalir, termasuk dari sejumlah petarung UFC. Islam Makhachev jadi figur paling prominen.

Berbagai aksi solidaritas dan dukungan terus mengalir kepada masyarakat Palestina di Gaza. Selain dari masyarakat sipil, dukungan juga dilakukan oleh para atlet Ultimate Fighting Championship (UFC).

Islam Makhachev adalah salah petarung UFC yang langsung mendeklarasikan dukungan terhadap Palestina.

“Saya tidak merayakan kemenangan hari ini karena hal-hal gila yang terjadi di seluruh dunia. Palestina, kami mendukungmu,” kata Makhachev ketika diwawancara setelah pertandingan berakhir, dikutip dari Alarbiya News.

Pria kelahiran Makhachkala, Rusia, 27 Oktober 1991, tersebut terlihat mengibarkan bendera Palestina usai menundukkan Alexander Volkanovski di gelaran UFC 294, Sabtu (21/10/2023).

“Saya sangat sedih karena masyarakat di Palestina atau Gaza tidak punya apa-apa. Mereka (Israel) menutup dan menyerangnya setiap hari,” tambah Makhachev, dikutip dari Palestine Chronicle.

“Yang terjadi di Gaza, Palestina, sungguh gila. Saya ingin menyampaikan pesan berdiri bersama Palestina. Kami bersama kalian,” lanjutnya.

Khamzat Chimaev

Selain Makhachev, petarung MMA lainnya yang ikut mendukung Palestina adalah Khamzat Chimaev. Pria asal Chechnya, Rusia, itu menunjukkan solidaritasnya usai bertarung melawan Kamaru Usman.

Pertandingan yang digelar pada Sabtu (21/10/2023) itu membawa Chimaev pada kemenangan. Chimaev pun menyatakan bahwa dirinya berduka cita atas apa yang sedang terjadi di Gaza.

“Ketika anak-anak meninggal, itu sulit, teman-teman. Aku suka anak-anak. Aku punya seorang anak laki-laki yang menungguku di rumah. Usianya baru 3 bulan. Jika dia menangis, aku tahu bagaimana rasanya,” kata Chimaev.

Chimaev berharap supaya segera dilakukan gencatan senjata baik oleh Hamas dan Israel. Ia merasa sedih jika terus mendengar terdapat korban berjatuhan, apalagi dari kalangan sipil dan anak-anal.

“Muslim, Kristen, Yahudi, tidak masalah. Tolong teman-teman, bersama-sama. Marilah kita hidup di dunia ini dengan baik dan marilah kita berbahagia,” lanjut Chimaev.

Muhammad Mokaev

Petarung UFC asal Rusia terakhir yang menyatakan dukungan kepada Palestina yakni Muhammad Mokaev. Atlet tersebut menyatakan dukungan ke Gaza usai kemenangannya melawan Tim Elliot dalam pertarungan kelas terbang UFC, Sabtu (21/10/2023).

Di hari yang sama dengan kemenangan Islam Makhachev, Mokaev sesuai pertandingan langsung turut menyatakan dukungan bela Palestina.

“Alhamdulillah, saya hanya ingin mengucapkan perdamaian kepada seluruh dunia. Saudara-saudaraku di Palestina, semuanya, tetaplah aman,” kata Mokaev.

Itulah ketiga petarung yang menyatakan dukungan kepada Palestina. Di momen kemenangan, alih-alih merayakan, atlet MMA tersebut memilih untuk berduka cita terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.

Menghadapi Serangan

Selain bentuk solidaritas dari para petarung UFC, berbagai atlet cabang olahraga lainnya juga menyatakan dukungan ke Palestina. Namun, beberapa atlet yang menyatakan dukungan itu justru menghadapi serangan balasan.

Seperti yang dialami oleh perenang Mesir, Abdelrahman Sameh. Bahkan, karena sikapnya mendukung Palestina, ia mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan.

“Saya mendapat ancaman pembunuhan – orang-orang menyerang saya sepanjang minggu karena mendukung Palestina,” kata Sameh.

Selain atlet renang tersebut, ada juga Karim Benzema. Atlet sepak bola itu juga mendapatkan ancaman usai menyatakan dukungannya ke Palestina. 

Tak main-main, mantan penyerang Real Madrid itu bahkan dituduh oleh Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin. Menurutnya, Benzema dianggap memiliki hubungan dengan organisasi teroris.

Pernyataan sikap dukungan kepada Palestina oleh para atlet di atas memang penuh risiko. Namun, mereka dengan berani demi kemanusiaan di Gaza.

Sementara itu, adapun saat ini berbagai korban akibat konflik Hamas dan Israel telah mencapai ribuan jiwa. Menurut laporan The Guardian, per Minggu (22/10/2023) kemarin, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat setidaknya ada 4.741 orang tewas dan 15 ribu lebih luka-luka.

Dari total korban itu mayoritas adalah masyarakat sipil. Serangan balasan yang dilakukan oleh Israel hingga kini masih belum dihentikan. Padahal, berbagai desakan gencatan senjata dari masyarakat dunia telah digaungkan.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments