Pahlawan Infrastruktur di Bogota Bawa Piloks untuk Tandai Trotoar Rusak

by | May 30, 2023

Bogota | Francisco de Nicolas | Sosial

FOMOMEDIA – Pemuda Kolombia jadi pahlawan infrastruktur dengan menandai lempengan ubin trotoar untuk membantu pejalan kaki terhindar dari bahaya sekaligus mengkritik pemerintah.

Tak seperti seniman grafiti lainnya yang secara sembunyi-sembunyi pada malam hari untuk mencoret-coret tembok, Francisco de Nicolás justru secara jelas terlihat berkeliaran di pusat kota pada siang hari.

Dengan modal cat kaleng semprot di tangan, Nicolás menyisir berbagai ubin trotoar jalan yang rusak. Nicolás mengincar beberapa trotoar yang menggunakan bahan lempengan paving block yang rusak. Ia memberikan tanda warna cat semprot di setiap ubin yang dirasa berbahaya bagi pejalan kaki.

Aksi memberikan tanda warna di setiap ubin trotoar yang rusak itu adalah sikap kepedulian Nicolás. Ia tak ingin melihat para pejalan kaki tersandung atau jatuh akibat ubin rusak.

Ketika menemukan ubin rusak, pria 35 tahun itu langsung menyemprotnya. Tak hanya itu, Nicolás juga menyapa dan mengajak ngobrol setiap pejalan kaki yang lewat.

“Mereka menyebut kami Penyapu Ranjau Kolombia,” kata Nicolás, dikutip dari The Guardian, Senin (29/5/2023). “Ini adalah bentuk protes kami.”

Protes yang dilakukan oleh Nicolás tersebut dimulai setelah seorang wanita tua terjatuh karena menginjak ubin yang longgar. Sang nenek yang terjatuh tersebut pergelangan tangannya patah.

Melihat itu, Nicolás langsung bertindak menandai beberapa ubin yang lepas. Ia memberikan tanda salib warna hitam. Sebagai pahlawan infrastruktur, ia tak ingin ada korban akibat rusaknya ubin di trotoar.

Memancing Gerakan Massa

Aksi yang dilakukan oleh Nicolás tersebut mendapatkan simpati dari banyak kalangan di kota Bogotá. Nicolás pun tak sendirian. Ia akhirnya dibantu oleh teman-temannya.

Gerakan menandai paving block yang rusak itu mengundang massa tersendiri. Nicolás berharap, tindakan tersebut bisa mempermalukan otoritas lokal untuk memperbaikinya.

“Kami telah tumbuh menjadi seluruh kelompok aktivis kota,” kata Nicolás. 

Sementara itu, Julián Pinto, seorang insinyur yang berusia 38 tahun, merasa kesal dengan keadaan ubin trotoar yang rusak. “Bikin mood jelek, terutama ketika Anda seharusnya membayar pajak untuk mempertahankan kondisi ini!”

Senada dengan Pinto, Robin Davies, seorang guru bahasa Inggris dari London yang telah mengajar di Bogotá selama 10 tahun, menyebut bahwa ubin trotoar yang rusak di Bogotá diduga akibat ulah korup para pejabat. 

“Retakan, batu trotoar yang tidak rata, pekerjaan bangunan yang korup dikombinasikan dengan kotoran anjing dan kotoran manusia. Benar-benar seperti ladang ranjau,” kata Davies.

Membentuk Komunitas Minesweepers

Nicolás bersama teman-temannya yang menyisir batu trotoar rusak di Bogotá itu tergabung dalam komunitas Minesweepers. Nama Minesweepers sendiri sangat populer di kalangan para pencinta game.

Minesweepers memang merujuk pada sebuah permainan tebak-tebakan sebuah papan. Papan tersebut dibagi menjadi beberapa blok dengan ranjau yang didistribusikan secara acak.

Para warga Bogotá melihat batu trotoar rusak itu sudah selayaknya ranjau. Maka keberadaan ranjau itu perlu dihindari.

Kini, Nicolás bersama Minesweepers telah berhasil melukis 11.000 lempengan batu paving. Komunita tersebut tak hanya diikuti kawula muda, tapi juga populer di kalangan orang tua.

“Ruang publik di Bogotá benar-benar terbengkalai sehingga warga harus menata diri dengan cara yang artistik,” kata Giovanni Acevedo, salah satu anggota Minesweepers.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments