Obituarium Sinéad O’Connor: Penyanyi, Aktivis, Martir

by | Jul 27, 2023

Internasional | Musik | Obituarium | Sinéad O'Connor

FOMOMEDIA – Selain dikenal sebagai penyanyi, Sinéad O’Connor adalah seorang aktivis perempuan. Ia bernyanyi sekaligus menyuarakan berbagai perlawanan.

Penyanyi Sinéad O’Connor dikabarkan telah meninggal dunia pada Rabu (26/7/2023) kemarin di usia 56 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan oleh pihak keluarga dalam sebuah pernyataan singkat.

Penyebab kematian perempuan kelahiran Dublin, Republik Irlandia, 8 Desember 1966, itu hingga kini belum diketahui. Sebab, memang tidak ada pemberitahuan apa pun dari pihak keluarga.

“Dengan sangat sedih kami mengumumkan meninggalnya Sinéad yang kami cintai. Keluarga dan teman-temannya sangat terpukul dan meminta privasi pada saat yang sangat sulit ini,” kata pernyataan dari pihak keluarga O’Connor, dikutip dari The Guardian.

Menurut laporan The Guardian, pelantun lagu “Nothing Compares 2 U” itu meninggal dunia usai 18 bulan setelah anak bungsunya meninggal. Kabar meninggalnya O’Connor tersebut pun membuat publik Irlandia dan penggemarnya di seluruh dunia berduka. 

Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar juga mengungkapkan belasungkawa atas kepergian  O’Connor. Pria yang berusia 44 tahun itu mengungkapkan kesedihannya.

“Musiknya dicintai di seluruh dunia dan bakatnya tak tertandingi dan tak tertandingi. Belasungkawa untuk keluarganya, teman-temannya dan semua yang mencintai musiknya,” kata Varadkar.

Sementara itu, Colm O’Gorman, direktur eksekutif Amnesty International Irlandia, mengatakan bahwa hanya sedikit seniman di Irlandia yang seperti O’Connor. Ia mengatakan bahwa penyanyi tersebut bisa membuat dampak sosial dan budaya yang terasa di negara seluas 70.273 kilometer persegi itu.

“Betapa ruginya. Belasungkawa yang tulus untuk anak-anaknya, keluarganya, dan semua orang yang mencintainya,” kata O’Gorman.

Aktivis yang Tak Kenal Takut

Selain aktif di dunia tarik suara, sosok O’Connor juga dikenal sebagai seorang aktivis yang tak kenal takut. Bahkan, karena keberaniannya itulah ia sempat dikecam oleh beberapa institusi negara maupun keagamaan.

O’Connor jadi salah satu penyanyi yang getol menyuarakan tentang kesetaraan dan hak-hak kaum perempuan. Termasuk di dunia musik, O’Connor mengajak para penyanyi perempuan untuk menjadi dirinya sendiri.

Seperti yang diungkapkan oleh Fachtna Ó Ceallaigh, manajer O’Connor dari tahun 1986 hingga 1990. Ia mengatakan bahwa O’Connor bahkan bisa membuka jalan bagi para artis perempuan lain di industri hiburan.

“Bukan hanya karena dia berpenampilan unik—kesediaannya untuk berbicara apa yang dia yakini sebagai kebenaran menempa jalan baru bagi perempuan di industri musik untuk sedekat mungkin dengan diri mereka yang sebenarnya,” kata Ó Ceallaigh.

“Penting bagi seniman untuk menyadari bahwa semua yang berkilau bukanlah emas. Hidup dan waktunya adalah manifestasi yang mengerikan dari itu,” lanjutnya.

Sementara itu, sebuah dokumenter bertajuk Nothing Compares (2022) yang diceritakan berdasarkan salah satu lagu O’Connor, menampilkan perlawanan ibu empat anak itu. Dalam film tersebut O’Connor melakukan perlawanan terhadap Gereja Katolik, konstitusi Irlandia, Grammy Awards, lagu kebangsaan Amerika Serikat, dan target lain yang membuat namanya dijelekkan.

Barangkali, aksi O’Connor yang paling kontroversial dan hingga kini masih dikenang banyak orang adalah ketika dia menyobek foto Paus Yohanes Paulus II dalam sebuah penampilan di Saturday Night Live. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kecaman atas kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Gereja Katolik.

Aksi mengkritik Gereja Katolik itu membuat O’Connor dihujat kanan kiri. Namun, dia tetap mendapat dukungan dari banyak pihak. Tak cuma di Irlandia, tetapi juga di Amerika dan berbagai belahan dunia lainnya.

Termasuk dalam hal perjalanan spiritualnya. Pada Tahun 2018, O’Connor diketahui masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Syuhada’ Sadaqat. Namun, ketika manggung ia tetap dikenal sebagai Sinéad O’Connor.

Kini, kepergiannya memberikan duka mendalam pada publik Irlandia dan para penggemarnya. Nada-nada perlawanan O’Connor akan terus bergema sepanjang masa.

“‘Cause nothing compares, nothing compares to you.”

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments