Lorong Waktu Ramadan: Nostalgia 5 Sinetron Religi Terbaik

by | Mar 24, 2023

Budaya | Ramadan | TV

FOMOMEDIA Mari menyusuri lorong waktu dan mengenang kembali sinetron religi terbaik yang menemani Ramadan kita pada masa lalu.

Ibadah puasa Ramadan memang menjadi urusan masing-masing individu yang menjalankannya. Akan tetapi, ada memori kolektif tentang Ramadan yang bahkan dirasakan pula oleh mereka yang tidak menunaikan ibadahnya, terutama memori tentang tayangan yang menemani kita di masa kecil.

Penonton televisi memang terus mengalami penurunan, terutama karena makin luasnya jaringan internet yang bisa diakses oleh masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, persentase penduduk Indonesia yang menonton televisi sudah berada di bawah 90%. Ada penurunan hingga 3,25% dalam kurun 2018-2021 dari 93,21% menjadi 89,96%. Angka itu, menurut BPS, merupakan jumlah penonton televisi terendah dalam 12 tahun terakhir.

Meski demikian, ada suatu masa ketika televisi menjadi primadona. Ketika itu, televisi jadi sumber informasi dan hiburan utama. Pada bulan Ramadan, saat sahur dan berbuka puasa, televisi menjadi pelengkap utama, baik untuk hiburan, mendengarkan ceramah, hingga menanti azan magrib tanda berbuka puasa. 

Dari situlah memori kolektif tercipta. Semua orang mengakses sumber hiburan yang sama dan, seringkali, ketika bersua di sekolah, kampus, atau tempat kerja, mereka membicarakan tontonan yang sama. Tak pelak, ingatan Ramadan dari masa lalu jadi begitu lekat menempel di kepala.

Lewat tulisan ini, FomoMedia hendak mengajak kalian semua menyusuri “lorong waktu” untuk mengenang kembali sinetron-sinetron yang pernah menemani bulan Ramadan kita. Spoiler alert, nama Deddy Mizwar bakal sering muncul.

1. Lorong Waktu

Sinetron ini sebetulnya diperuntukkan bagi anak-anak karena salah satu tokoh utamanya, Zidan (Jourast Jordy), adalah seorang anak-anak. Akan tetapi, berkat konsepnya yang lain daripada yang lain, sinetron ini pun jadi idola semua kalangan.

Sesuai judulnya, konsep sinetron Lorong Waktu adalah time travel. Biasanya, petualangan dilakukan oleh Zidan bersama Haji Husin (Deddy Mizwar) dengan mesin waktu yang diciptakan oleh Ustaz Addin (Adjie Pangestu, Dicky Chandra, Hefri Olfian). Lewat perjalanan menembus ruang dan waktu itu, Zidan mendapat banyak pelajaran tentang kehidupan dan dunia.

Seiring berjalannya waktu, muncul pula karakter-karakter baru. Tak lupa, karakter dari budaya lain seperti Superman (Pak Bendot) dan Nyi Roro Kidul (Aldona Toncic) juga ikut muncul di sinetron ini. Dengan universe yang seakan tanpa batas, gak heran kalau sinetron ini dinobatkan jadi sinetron religi terbaik oleh VICE, Kompas, dan CNN Indonesia.

2. Hikayat Pengembara

Berbeda dengan Lorong Waktu yang ditayangkan sore hari jelang berbuka, Hikayat Pengembara ditayangkan pagi hari setelah sahur dan azan subuh. Konsep sinetron ini, dalam bayangan saya, amat mirip dengan Trilogi Dollar yang dibintangi Clint Eastwood pada dekade 1960-an.

Dalam Trilogi DollarA Fistful of Dollars (1964), For a Few Dollars More (1965), dan The Good, the Bad, and the Ugly (1966)—Clint Eastwood memerankan seorang koboi anonim yang berkelana dari kota ke kota untuk membantu penduduk kota menyelesaikan masalah. Di Hikayat Pengembara, Deddy Mizwar memerankan karakter serupa.

Bedanya, karakter Man with No Name yang diperankan Clint Eastwood mengendarai koboi dan bersenjatakan revolver. Sementara, karakter Pengembara yang dimainkan Deddy Mizwar berjalan kaki dan bersenjatakan kebijaksanaan yang dia dapat dari pengalamannya selama mengembara.

3. Doaku Harapanku

Sinetron ini tentu saja dibuat untuk konsumsi orang dewasa. Namun, bukan hal mengherankan jika banyak anak-anak yang ikut menyaksikan Krisdayanti, Dicky Wahyudi, dan Leily Sagita beradu akting di sinetron ini. Buktinya, ya, saya masih ingat menyaksikan sinetron ini bersama ibu, padahal waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Antara menyebut Doaku Harapanku sebagai pelopor sinetron Ramadan yang marak di tahun-tahun sesudahnya. Meski secara konsep tak berbeda jauh dengan sinetron kebanyakan, Doaku Harapanku dikemas dengan tema religi yang amat cocok disaksikan saat bulan Ramadan tiba.

Selain itu, Doaku Harapanku juga memiliki lagu tema ikonik yang membuatnya jadi begitu populer. Perlu dicatat, pada 1998 ketika sinetron ini pertama kali mengudara, Krisdayanti tengah berada di puncak popularitas. Nama besar Krisdayanti, dipadukan dengan akting brilian Leily Sagita sebagai mertua yang jahat, membuat sinetron Doaku Harapanku meledak di pasaran.

4. Para Pencari Tuhan

Lagi-lagi Deddy Mizwar punya andil besar dalam sinetron ini. Selain sebagai kreator dan sutradara, pria berdarah Betawi, Belanda, dan Bugis itu pun tampil sebagai pemeran utama. Di Para Pencari Tuhan, Deddy Mizwar sendiri berperan sebagai seorang marbot musala bernama Bang Jack.

Tugas Bang Jack bisa dibilang sederhana, tetapi tidak mudah. Sebagai marbot musala, Bang Jack merasa punya tanggung jawab moral membimbing para pencari tuhan kembali ke jalan yang lurus. Celakanya, ilmu agama Bang Jack sendiri pas-pasan sehingga dia mesti kerapkali dibantu oleh penjual kolak bernama Aya (Zaskia Mecca) yang mengelola perpustakaan di musala tersebut.

Tiap tahunnya, Bang Jack mesti membimbing para pencari tuhan yang berbeda. Sejak 2007, sinetron ini selalu ditayangkan pada pagi hari di waktu sahur dan salat subuh. Tahun ini pun Para Pencari Tuhan dipastikan bakal kembali menemani kita mengawali hari.

5. Kiamat Sudah Dekat

Awalnya, Kiamat Sudah Dekat adalah sebuah film yang dirilis pada 2003. Film tersebut disutradarai oleh—siapa lagi kalau bukan—Deddy Mizwar dan dibintangi oleh Andre Taulany, Ayu Pratiwi, serta Nazar Amir. Film ini mengisahkan tentang seorang rocker yang rela belajar agama demi menggaet gadis impiannya.

Dua tahun berselang, versi sinetron Kiamat Sudah Dekat pun mulai ditayangkan. Kisahnya tak berubah, masih tentang perjuangan Fandy (Andre Taulany) mengejar cinta Sarah (di film diperankan Ayu Pratiwi, di sinetron diperankan Zaskia Mecca) yang merupakan putri Haji Romli (Deddy Mizwar).

Pada akhirnya, versi sinetronlah yang lebih banyak diingat oleh publik, terutama karena di sana muncul karakter-karakter baru nan ikonik seperti Kipli yang dimainkan Sakurta Ginting. Lewat sinetron ini, pelbagai pesan moral disampaikan dengan cara jenaka yang tak akan lekang dimakan waktu.

Penulis: Yoga

Editor: Irwan

Ilustratror: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Zaenab

Yaampuun, Lorong Waktu adalah sinetron terfavorit semasa aku masih kecil. Bikin nostalgia deh FomoMedia :))