Netflix Dihujat karena Buka Lowongan Kerja AI, Kenapa?

by | Jul 28, 2023

Buruh | Film | Hollywood | Internasional | Kecerdasan Buatan | Netflix

FOMOMEDIA – Di tengah aksi mogok aktor dan penulis skenario Hollywood, Netflix justru membuka lowongan kerja AI. Tak pelak, langkah itu menuai hujatan.

Di tengah-tengah pemogokan aktor dan penulis skenario Hollywood, Netflix justru sedang memasang iklan mencari para pekerja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Perusahaan layananan streaming dan produksi film itu menawarkan 900 ribu dolar per tahun atau setara Rp13,5 miliar kepada manajer produk program AI Machine Learning.

Langkah Netflix membuka lowongan kerja AI tersebut sontak menyulut amarah para aktor dan penulis skenario. 

Para aktor Hollywood yang tergabung dalam Screen Actors Guild-American Federation of Television and Radio Artists (Sag-Aftra) dan para anggota Writers Guild of America (WGA) melakukan mogok kerja sejak Jumat (14/7/2023) lalu.

Aksi mogok kerja itu lantaran tidak adanya kesepakatan para pekerja Hollywood dan eksekutif studio yang tergabung dalam Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP).

Puncak dari tidak adanya kesepakatan antara para pekerja Hollywood dan AMPTP itu terjadi pada Senin (17/7) malam. Pada malam itu, dipastikan kedua belah pihak gagal capai kesepakatan bersama.

Sag-Aftra dan WGA menuntut adanya permasalahan upah dan ancaman teknologi AI. Kini, Netflix yang tergabung sebagai salah satu anggota dari AMPTP justru menihilkan adanya protes itu.

Jobdesc di Lowongan Kerja AI Netflix

Menurut NME, Netflix yang mengiklankan adanya lowongan manajer produk tersebut berfokus pada peningkatan manfaat Machine Learning Platform (MLP). Keberadaan MLP sendiri merupakan program AI internal Netflix, yang biasanya digunakan untuk mendukung rekomendasi algoritmik streamer.

“Secara historis, personalisasi adalah keunggulan kami, di mana pembelajaran mesin memperkuat algoritma rekomendasi kami,” tulis deskripsi Netflix, dikutip dari NME.

“Kami juga menggunakan pembelajaran mesin untuk membentuk katalog film dan acara TV dengan mempelajari karakteristik yang membuat konten berhasil. Kami menggunakannya untuk mengoptimalkan produksi film dan acara TV orisinal di studio Netflix yang berkembang pesat,” lanjut Netflix.

Seperti yang sudah terjadi pada serial Black Mirror. Film produksi Netflix tersebut berfokus pada penggunaan AI. Dalam salah satu episodenya yang bertajuk “Joan Is Awful”, Netflix menampilkan streamer yang sengaja menggunakan teknologi AI untuk menggunakan kemiripan digital Salma Hayek.

“Jadi, 900 ribu dolar/tahun per prajurit dalam pasukan AI mereka yang tidak bertuhan ketika jumlah pendapatan tersebut dapat memenuhi syarat untuk tiga puluh lima aktor dan keluarga mereka untuk asuransi kesehatan Sag-Aftra sungguh menjijikkan,” kata Rob Delaney, salah satu aktor yang membintangi Black Mirror.

“Menjadi miskin dan kaya dalam bisnis ini, saya dapat meyakinkan Anda bahwa ada cukup uang untuk dibagikan; ini hanya tentang prioritas,” pungkas Delaney.

Kini, Netflix yang menjadi bagian dari AMPTP kembali menyulut bara. Para pekerja yang tergabung dalam Sag-Aftra dan WGA marah melihat iklan perusahaan yang didirikan pada 1997 tersebut. Netflix pun dikutuk terkait langkahnya itu.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments