Nakes hingga Ulama Ramai-ramai Tolak RUU Kesehatan

by | May 11, 2023

Kesehatan | Politik | RUU Kesehatan

FOMOMEDIADraf Rancangan Undang-Undang (RUU) kesehatan tak cuma ditolak oleh tenaga kesehatan, tetapi juga oleh Nahdlatul Ulama.

Gelombang protes terhadap RUU Kesehatan Omnibus Law terus berdatangan. Paling baru, ribuan tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai organisasi kesehatan berunjuk rasa di Jakarta, Senin (8/5/2023) lalu.

Organisasi kesehatan yang menggelar aksi itu adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Salah satu alasan yang mendasari aksi itu adalah pembahasan RUU yang terkesan terburu-buru. Tak hanya itu, dalam RUU Kesehatan tersebut diduga ada indikasi pelemahan terhadap perlindungan serta kepastian hukum bagi para tenaga kesehatan.

Aksi yang dilakukan di sejumlah kantor kementerian terkait, seperti Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Ham, Kantor Staf Presiden, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dan Kementerian Kesehatan itu diikuti sekitar 11.000 nakes dari berbagai daerah di Indonesia.

Protes Sejajarkan Tembakau dengan Narkotika

Sebelumnya, protes terhadap RUU Kesehatan sudah datang dari Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU). Lembaga tersebut lebih menyoroti Pasal 154 yang menempatkan tembakau ke dalam kelompok zat adiktif setara narkotika, psikotropika, dan minuman beralkohol.

LBM PBNU meminta supaya pengaturan terhadap tembakau di dalam draf RUU Kesehatan itu segera dihapus. “Kami menolaknya,” kata Ketua LBM PBNU, Mahbub Ma’afi, seperti dikutip dari tempo.co, Senin (8/5/2023).

Mahbub juga menambahkan, permasalahan tembakau cukup diserahkan ke aturan yang berlaku saat ini saja. Yakni, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Senada dengan Mahbub, Wakil Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU, Nur Kholis, juga pasal tersebut. Menurunya, hal tersebut akan berdampak pada para pekerja yang menggantungkan hidup dari industri tembakau. 

“Nah, masyarakat yang sangat bergantung dengan industri tembakau berjumlah enam juta jiwa. Di mana letak penyelesaian masalahnya jika enam juta jiwa ini terancam karena undang-undang ini?” kata Kholis di Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (6/5/2023) lalu.

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Nakes hingga Ulama Ramai-ramai Tolak RUU Kesehatan […]