Museum Nasional Kebakaran, Musibah atau Disengaja?

by | Sep 18, 2023

Kebakaran | Museum Nasional

FOMOMEDIA Museum Nasional Indonesia alami kebakaran. Apa penyebabnya? Apa saja koleksi yang terdampak?

Museum Nasional Indonesia, yang dikenal juga sebagai Museum Gajah, alami kebakaran besar pada pada Sabtu malam, 16 September 2023.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 20:00 WIB. Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan ke lokasi. Kurang lebih pukul 22:40 WIB, api telah dapat dikendalikan.

Namun sebelum padam, api telap melahap sebagian gedung A. Setidaknya, enam ruang pamer di dalamnya terdampak kebakaran.

Koleksi yang Terdampak Adalah Replika?

Ada 21 ruangan di gedung A. Selain 6 ruangan yang sempat dilahap api, 15 ruangan lain sama sekali tidak terdampak. Gedung B dan Gedung C karena api tak menyebar ke gedung lain.

Ruangan yang terbakar di gedung A adalah ruang prasejarah. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB), Ahmad Mahendra, menyebut, “Sebagian koleksi yang terdampak adalah replika”.

Koleksi hasil repatriasi dari Belanda juga dipastikan tidak terdampak karena disimpan di lokasi yang jauh dari pusat kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski salah seorang pemadam sempat mendapat perawatan medis karena alami sesak napas kala lakukan pemadaman.

Saat ini, prioritas utama BLU MCB adalah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki ruangan museum yang terdampak serta memastikan keamanan benda sejarah.

Akibat peristiwa ini, museum ditutup untuk sementara. Mahendra menegaskan dalam siaran pers, “Kami akan berupaya keras untuk memastikan bahwa museum kembali dalam kondisi terbaik secepat mungkin.”

BLU MCB telah membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan terhadap koleksi yang terdampak maupun yang sudah diamankan. Sesuai instruksi Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, tim itu akan bekerja sama dengan pakar museum, aparat kepolisian, dan pemadam kebakaran untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran itu.

Diduga Akibat Letupan AC

“Penyebabnya dari bedeng yang sedang ada pengerjaan di bagian belakang, bedeng tukang,” Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dikutip CNBC Indonesia.

Diduga, sumber api berasal dari leputan pendingin udara (AC). Letupan itu mengenai bangunan non permanen, tempat menginap pekerja yang sedang merenovasi gedung C. Karena mudah terbakar, api lekas membesar dan menjalar ke gedung.

“Gedung C masih aman-aman saja, Gedung A kalau kita lihat memang bangunan lama,” jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin, dikutip CNBC Indonesia.

Gedung A, yang merupakan bangunan lama, masih menggunakan banyak material mudah terbakar. Atap dari ruangan-ruangan yang terdampak roboh setelah kebakaran.

Asep Kambali, yang 2017 menjadi kepala museum dan penilai standardisasi museum di Indonesia, menyebut bahwa sistem keamanan dan keselamatan merupakan persoalan museum di Indonesia secara umum.

Menurutnya, sistem keamanan kebakaran seperti APAR (Alat Pemadaman Api Ringan) perlu tersedia banyak di setiap sisi museum.

“Mungkin boleh dicek nanti di museum (Museum Nasional) tersedia hydrant yang memadai atau APAR di setiap sudut, karena saya yakin ketika terjadi (kebakaran) tidak terlalu besar. Mungkin pada radius beberapa meter kalau ada APAR bisa dicegah,” ujarnya, dikutip detikTravel.

Pegiat sejarah yang telah mengelilingi berbagai museum itu pun menambahkan, “Waktu saya melakukan penilaian standardisasi museum, saat itu tidak semua museum saya nilai, tetapi museum ini (Museum Nasional) dianggap sudah berkaliber internasional. Jadi penilaian justru tidak dilakukan ke museum nasional, tetapi museum di bawah museum nasional.”

Bukan Musibah?

Hingga Minggu (17/9), polisi telah mengusut 14 orang saksi untuk menemukan penyebab pasti kebakaran. Polisi juga membangun posko terpadu untuk menggali informasi, seperti siapa yang melihat atau ada aktivitas apa saja pada hari itu. Selain itu, polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV.

“Menurut pemahaman saya, kebakaran itu bukan musibah. Dia adalah bencana yang disebabkan kelalaian manusia, jadi sudah pasti ini bukan musibah yang diratapi tapi justru bencana yang harus ditelusuri investigasi siapa pelaku dan apa motif dari kebakaran ini,” tandas Asep.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments