Milisi Houthi Yaman Serang Israel, Negara Amerika Latin Juga Menyatakan Sikap

by | Nov 1, 2023

Amerika Latin | Internasional | Israel | Palestina | Politik
Milisi Houthi Yaman

FOMOMEDIASerangan yang dilakukan oleh milisi Houthi di Yaman adalah balasan untuk Israel. Kini, negara-negara Amerika Latin menarik duta besarnya.

Konflik antara Hamas dan Israel masih memanas, bahkan kini konflik tersebut kini menyeret negara lain untuk terlibat.

Seperti yang dilakukan oleh milisi Houthi Yaman. Kelompok pemberontak tersebut mengklaim telah menyerang Israel pada Selasa (31/10/2023) kemarin.

Menurut laporan The New York Times, milisi Houthi telah meluncurkan sejumlah rudal balistik dan jelajah drone ke Israel. Serangan tersebut ditujukan sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut “agresi brutal Israel-Amerika”.

Yahya Sarea, juru bicara militer Houthi, mengatakan serangan tersebut adalah operasi ketiga yang dilakukan oleh Houthi. Tujuannya, kelompok tersebut ingin mendukung masyarakat Palestina yang teraniaya akibat serangan Israel yang bertubi-tubi.

Sementara itu, militer Israel mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah berhasil mencegat rudal balistik. Pihak militer Israel mengklaim bahwa serangan yang dilakukan via udara itu tidak satu pun yang mendarat di Israel.

Awalnya, militer Israel tidak mengetahui asal rudal tersebut ditembakan. Namun, pejabat senior di Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan bahwa serangan itu berasal dari Yaman yang memiliki jangkauan sekitar 1.200 mil atau 1.931 kilometer.

Di Belakang Houthi Yaman Ada Iran

Milisi Houthi tidak bergerak sendirian. Gerakan tentara Islam yang sudah muncul sejak 1990-an tersebut mendapatkan sokongan dari Republik Islam Iran.

Adanya serangan yang diluncurkan oleh pasukan Houthi itu, semakin menandakan bahwa eksistensi dan kemampuan mereka semakin meluas. Padahal, di Yaman sendiri, Houthi telah diusir oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi. 

Hingga kini, keberadaan pasukan tersebut masih bertahan di wilayah utara Yaman. Dengan didukung Iran, akses persenjataan Houthi diperoleh dengan mudah.

Milisi Houthi telah menunjukkan sikapnya terhadap Israel. Masyarakat Palestina yang mayoritas adalah muslim dianggap sebagai saudara yang perlu dibantu.

“Langkah Houthi ke medan perang, bahkan secara simbolis, mengirimkan pesan yang jelas kepada Israel–sebuah indikasi yang jelas bahwa kekuatan baru telah muncul untuk melawannya di wilayah tersebut,” kata Ahmed Nagi, seorang analis senior Yaman di International Crisis Group, dikutip dari The New York Times.

Keberadaan Houthi memang sudah menjadi ancaman bagi Israel. Bukan kali ini saja, bahkan dalam beberapa tahun terakhir Israel telah melihat ancaman itu.

Namun, sejauh ini Israel masih dianggap mampu bertahan dari serangan Houthi dengan bantuan pertahanan udara yang disokong Negeri Paman Sam.

Baca juga:

Negara-Negara Amerika Latin Merespons

Selain milisi Houthi Yaman dan negara-negara Islam lainnya, kini dukungan terhadap Palestina muncul dari negara-negara Amerika Latin.

Dukungan tersebut berasal dari Bolivia yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Bolivia mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik tersebut pada Selasa (31/10/2023) kemarin.

Menurut laporan The Guardian, Bolivia menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.

“Kami menuntut diakhirinya serangan di Jalur Gaza yang sejauh ini telah merenggut ribuan nyawa warga sipil dan menyebabkan pengungsian paksa warga Palestina,” kata María Nela Prada, Menteri Kepresidenan Bolivia, dikutip dari The Guardian.

Sementara itu, senada dengan Prada, Wakil Menteri Luar Negeri Bolivia Freddy Mamani Machaca, mengatakan bahwa keputusan pemutusan hubungan diplomatik itu adalah respons terhadap serangan militer Israel yang agresif. Israel dianggap tidak proporsional dan justru menyebabkan kekacauan di bidang keamanan internasional.

Tak hanya Bolivia, kini ada juga Kolombia. Presiden Gustavo Petro langsung menyatakan bahwa Kolombia telah memanggil duta besarnya untuk pulang. Presiden yang berasal dari sayap kiri itu menyebut aksi yang dilakukan militer Israel adalah bentuk “pembantaian rakyat Palestina”.

Israel seperti Nazi Adolf Hitler

Petro bahkan menyamakan tindakan yang dilakukan oleh Israel persis dengan tindakan yang dilakukan pimpinan Nazi Adolf Hitler.

Langkah yang dilakukan Bolivia dan Kolombia akhirnya diikuti oleh Chile. Presiden Chile Gabriel Boric mengumumkan telah memanggil duta besar negaranya yang berada di Tel Aviv. Pemanggilan tersebut membahas tentang pelanggaran HAM yang tak dapat diterima.

Menurut Boric, serangan balasan yang dilakukan Israel telah membunuh delapan ribu masyarakat sipil Palestina. Ia pun mengecam tindakan itu.

Selain tiga negara Amerika Latin itu, ada juga Brasil yang ikut mengkritik tindakan pemerintah Israel. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyebut bahwa tentara Israel lupa bahwa di Gaza tak hanya ada Hamas, tapi ada perempuan dan anak-anak.

“Hanya karena Hamas melakukan aksi teroris terhadap Israel, bukan berarti Israel harus membunuh jutaan orang yang tidak bersalah,” pungkas Silva.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments