Mestinya Pejabat Indonesia Punya Malu seperti Presiden Federasi Sepak Bola Kamboja

by | May 10, 2023

Kamboja | Olahraga | SEA Games 2023

FOMOMEDIA – Pengunduran diri Sao Sokha layak dapat apresiasi. Dia malu lantaran tak bisa membawa negaranya raih prestasi.

Gelaran SEA Games ke-32 di Kamboja memang menyisakan banyak pekerjaan rumah buat sang penyelenggara. Akan tetapi, bukan berarti gak ada pelajaran yang bisa dipetik dari negara itu.

Sikap Presiden Federasi Sepak Bola Kamboja (FFC), Sao Sokha, misalnya, sangat layak ditiru semua pejabat di Indonesia ini. Ingat, ya, semua pejabat, bukan cuma Ketua Umum PSSI.

Kenapa begitu? Ya, soalnya apa yang dilakukan Sokha ini menunjukkan bahwa dia punya rasa tanggung jawab. Menyusul kekalahan Kamboja 0-2 dari Myanmar, Minggu (7/5/2023) lalu, Sokha memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Alasan Sokha mundur sederhana saja: Dia merasa tak mampu membawa negaranya untuk tampil lebih baik dari negara-negara lain. 

Kekalahan dari Myanmar itu sendiri belum memupus kans Kamboja melaju ke semifinal SEA Games cabang sepak bola. Meski saat ini duduk di posisi ketiga Grup A dan baru mengantongi empat poin, anak-anak asuh Keisuke Honda itu masih punya kesempatan melaju ke empat besar.

Jika dalam pertandingan grup terakhir menang atas Indonesia dan, di saat bersamaan Myanmar kalah dari Filipina, Kamboja masih akan mampu menyegel satu tempat di semifinal. Namun, rupanya hitung-hitungan ini tetap tidak cukup bagus untuk Sokha.

“Setelah gagal bersaing di Grup A di SEA Games, saya menjunjung tinggi janji untuk menunjukkan bentuk tanggung jawab bahwa saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya dari jabatan Presiden Federasi Sepak Bola Kamboja,” tulis Sokha lewat akun Facebook-nya.

Diminta Jadi Presiden Federasi Lagi

Timnas Kamboja bersama pelatih Keisuke Honda. (Foto: The Asian Games)

Setelah secara pribadi memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi Presiden FFC, Sokha diminta untuk menempati jabatannya itu lagi oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Atas arahan tersebut, Sokha pun urung mundur. ”Saya mengapresiasi arahan Perdana Menteri Hun Sen dan semua pencinta sepak bola di Kamboja, juga Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, sponsor, media dan semua teman untuk terus memimpin Federasi Sepak Bola Kamboja,” katanya, dikutip dari Kumparan.

Di Kamboja sendiri, selain menjabat sebagai Presiden FFC, Sokha juga merupakan Ketua Polisi Militer Kamboja.

Tentunya, sikap Sokha itu layak sekali diapresiasi dan ditiru. Tidak seperti sikap seorang ketua umum federasi sebuah negara yang menolak mundur meski dalam kepemimpinannya terjadi salah satu tragedi sepak bola terburuk sepanjang sejarah.

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments