Membekali Anak Nasi dan Mi Instan Bukan Berarti Tak Paham Gizi

by | May 31, 2023

Ekonomi | Gizi | Kesehatan | Mi Instan

FOMOMEDIA – Twitter memang ada-ada saja. Bekal nasi dan mi instan untuk anak yang pergi berenang pun bisa memicu keributan.

Baru-baru ini seorang pengguna Twitter dengan handle @littlevixen__ mempertanyakan tentang para orang tua yang memberikan bekal pada anaknya nasi dan mi instan. Ia pun kemudian menyinggung ihwal pengetahuan gizi anak.

Serius kalo ada org tua yg ngebekelin anaknya begini. Pengetahuan tentang gizi anak & pertumbuhan ngerti kagak, sih?” tulis @littlevixen__, Senin (29/5/2023), dalam unggahan yang disertai gambar nasi dan mi instan dalam kotak bekal.

Akun tersebut pun menimpali postingannya dengan kejadian nyata dari pernyataan warganet lain. Menurutnya, ada orang tua yang memberikan bekal anak hanya dengan nasi dan mi instan tiap hari.

Noh, yang ngamuk-ngamuk perkara nasi & mie ADA FAKTA seperti ini di kampung-kampung. Emang nyata kok pada sulit disadarkan untuk makan makanan sehat,” lanjutnya.

Unggahan tersebut akhirnya menimbulkan diskursus baru di jagat Twitter. Tak sedikit warganet yang menanggapi bahwa fenomena tersebut memang marak terjadi. 

Yang nulis kurang gizi, datang ke kampungku, orangnya pada males makan yang bergizi, lebih senang makan nasi+indomi,” balas @Cahbangor03.

Saya bukan peneliti, orang kampung biasa, data depan mata saya aja. Kalo pun ia ada yg menilai warga negara kita kurang gizi, bukan berarti kita ga mampu memenuhinya,” lanjutnya.

Disindir Warganet Lain

Sementara itu, meski banyak kasus orang tua yang memberikan bekal anaknya bekal nasi dan mi instan, banyak warganet menganggap masalahnya bukan pada pemahaman gizi.

Ada faktor-faktor lain yang menyebabkan orang tua hanya memberikan nasi dan mie instan saja. Salah satunya adalah perihal ekonomi.

Gatau dong. Kan miskin. Ibu saya single parent, lulusan SMA, struggling to make the end meets daily, sambil tetap memastikan anak ga kelaparan, ketika uang jajan di kantin sekolah ga ada. Dont you dare speak low to my mum. She’s doing her best to raise us. Urusan gini ya negara lah,” tulis akun @Adtarie me-retweet @littlevixen__, Selasa (30/5/2023).

Tak jauh beda dengan @Adtarie, akun @MuhadklyAcho juga menyentil masalah kemiskinan.

Ngerti sih kak, cuma banyak dari mereka yang memang mampunya beli ini doang. Apa ya istilahnya.. umm.. oh iya.. miskin. Maafin mereka ya, Kak,” tulis @MuhadklyAcho, Selasa (30/5/2023).

Sementara itu, Agus Mulyadi, seorang penulis asal Magelang justru menyindir cuitan dari @littlevixen__ yang kadung viral itu. Agus pun memberikan saran kepada para orang tua di seluruh Indonesia.

Monggo bapak-ibu, besok lagi jangan ngasih bekal anaknya nasi indomie. Kalau ngasih bekal minimal nasi lawuh salmon plus asparagus. Ini semua semata demi terpenuhinya gizi si kecil yang bisa berimplikasi pada kejayaan peradaban nusantara yang adiluhung di masa depan,” tulis Agus melalui akun Twitter-nya, @AgusMagelangan.

Sementara itu, makan nasi dan mi instan memang memiliki risiko tersendiri bagi kesehatan. Seperti karbohidrat berlebih, memicu diabetes, dan tingkatkan risiko obesitas.

Akan tetapi, para orang tua yang memberikan bekal nasi dan mi instan kepada anaknya tentu tidak salah. Bahwa ada faktor-faktor lain yang menyebabkan nasi dan mi instan itu sampai hadir di hidangan sehari-hari sudah selayaknya jadi tanggung jawab pihak yang lebih punya kuasa. Negara, misalnya.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments