Malaysia Minta Bantuan Interpol Lacak Komedian Jocelyn Chia

by | Jun 15, 2023

Jocelyn Chia | Komedi | Kriminal | Malaysia | Singapura

FOMOMEDIA – Komedian kelahiran Singapura, Jocelyn Chia, diburu kepolisian Malaysia karena menjadikan tragedi MH-370 sebagai lelucon.

Komedian Jocelyn Chia dilaporkan Kepolisian Diraja Malaysia ke Interpol setelah membuat lelucon “pesawat Malaysia tak bisa terbang” dalam sebuah acara komedi tunggal di Amerika Serikat.

Melalui Inspektur Jenderal Polisi Acryl Sani Abdullah Sani, Kepolisian Diraja Malaysia meminta bantuan Interpol, Rabu (14/6/2023), untuk mendapatkan identitas serta melacak keberadaan Chia.

Menurut laporan The Guardian yang mengutip kantor berita Malaysia, Bernama, Chia akan diselidiki berdasarkan undang-undang negara terkait ucapan yang menghina dan konten daring yang menyinggung atau cabul.

@majoritiofficial

Bukan setakat hina Malaysia, tragedi MH370 pun dia buat bahan jenaka. Macam takde bahan lain pula dah. #majoriti #trendingnewsmalaysia #beritaditiktok #komedi #singapore #jocelynchia

♬ original sound – Majoriti Official – Majoriti Official

Chia telah menimbulkan kontroversi setelah potongan video leluconnya tentang persaingan antara Singapura dan Malaysia viral di dunia maya. Menurut Chia, Malaysia selama ini telah mencampakkan Singapura.

Kemudian, Chia pun mengatakan bahwa Singapura sekarang telah menjadi negara dunia pertama, sementara Malaysia masih menjadi negara berkembang. Hal tersebut menurut Chia adalah balas dendam perpisahan terbaik.

Dalam kontennya itu, Chia menyebut alasan orang-orang Malaysia tak berkunjung selama bertahun-tahun lantaran “pesawatnya tidak bisa terbang”. Mendengar lelucon itu, beberapa penonton pun tampak tidak tertawa dan justru terdiam.

“Apa yang hilang dari Malaysian Airlines tidak lucu, ya? Ah, tidak semua lelucon bisa diterima, memang,” kata Chia, dikutip dari The Guardian.

Singapura Sampai Minta Maaf

Diketahui bahwa pesawat Malaysia Airlines MH-370 telah hilang saat perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014 silam. Dalam perjalanan tersebut, terdapat 227 penumpang dan 12 awak pesawat. Sampai sekarang, keberadaan pesawat tersebut masih menjadi misteri.

Video Chia yang viral itu pun menuai reaksi dari banyak pihak, termasuk Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. Menurut Balakrishnan, bahwa pernyataan dari Chia itu memang mengejutkan dan tidak mewakili warga Singapura.

“Kami menghargai ikatan kami dengan keluarga dan teman-teman di Malaysia, dan menyesal atas pelanggaran dan luka yang ditimbulkan pada semua warga Malaysia,” kata Balakrishnan.

Sementara itu, menurut pengakuan Chia, leluconnya itu didasarkan pada persaingan persahabatan kedua negara, Malaysia dan Singapura. Menurutnya, bahwa potongan video yang beredar di dunia maya itu sengaja dipangkas dan kehilangan konteks.

“Setelah direnungkan, saya melihat bahwa menjadikan ini sebagai klip yang dilihat dari konteks klub komedi itu berisiko,” kata Chia.

Sementara itu, kelompok hak asasi menuduh bahwa pemerintah Malaysia menggunakan undang-undang represif untuk menekan kebebasan berbicara dan suara kritis. Laporan Amnesty International mencatat bahwa antara Januari 2020 dan Juni 2022, ada 87 penuntutan terhadap individu termasuk artis dan aktivis politik.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Yordania, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Oman, Filipina, Qatar, dan Arab Saudi. Kemudian ada Palestina, Suriah, Yaman, Libya, Mali, Mesir, […]