Lockheed Martin, Pabrik Senjata Terbesar di Dunia Kini Merambah Bisnis Mode

by | Sep 16, 2023

Fesyen | Internasional | Lockheed Martin | Mode

FOMOMEDIA – Sebagai perusahaan produsen senjata militer terbesar di dunia, Lockheed Martin justru kini ikut merambah bisnis mode.

Jika kamu membuka laman Defense News untuk mencari Top 100 Perusahaan Pertahanan 2023, maka nama paling atas yang muncul adalah Lockheed Martin. Pabrik senjata asal Amerika Serikat (AS) tersebut memang sohor di kalangan dunia militer. 

Namun, apa jadinya jika pabrik senjata terbesar di dunia itu kini ikut merambah dunia fesyen?

Sebuah laporan dari Highsnobiety merilis laporan bahwa pabrik senjata Lockheed Martin kini juga menjadi merek streetwear. Terobosan di bidang bisnis pakaian tersebut pun menghebohkan banyak pihak.

Lockheed Martin Apparel secara resmi dikenalkan Doojin Corporation ke publik pada Mei 2023. Kemudian per tanggal 17 Agustus 2023, akun resmi Lockheed Martin Apparel diluncurkan di Twitter. Akun tersebut langsung viral dan menuai perhatian dari warganet.

Menyitat Highsnobiety, fenomena ini terjadi karena banyak anak muda Korsel menyukai kontraktor pertahanan militer itu.

Doojin Corporation sendiri adalah perusahaan manufaktur asal Seoul. Perusahaan tersebut membeli lisensi atau hak untuk menggunakan merek tersebut. Produk-produk tersebut berbasis di Korea Selatan (Korsel) dan hanya dapat dipasarkan dari Seoul.

Baca juga:

Bernuansa Jalanan

Mulai dari kaus oblong, celana kargo, oversized hoodies ditawarkan oleh Lockheed Martin Apparel. Berbeda dengan senjata yang mereka perdagangkan di AS, pabrik pakaian di Korsel membawakan ciri khasnya sendiri.

Menariknya, ciri khas dari pakaian yang ditawarkan seakan bertema distopia. Model dan potongan pakaiannya seperti mengingatkan pada film-film bertema cyberpunk dan post-apocalyptic.

Ditambah lagi, pakaian tersebut juga didesain memiliki Mereka menawarkan nuansa pertahanan ke dalam desain pakaian. Jadi, seseorang yang memakai produk asal Korea ini akan memiliki kesan seperti sedang berada di barak. 

Mereka juga mengombinasikan model-model dari brand-brand kenamaan seperti Kiko Kostadinov, Hyein Seo, Post Archive Fashion, dan menambahkan sedikit sentuhan retro Arc’teryx dalam streetwear miliknya.

Sejalan dengan lisensinya, Lockheed Martin Apparel juga berada di bawah naungan merek industri militer itu sendiri. Sehingga, dilengkapi dengan Hak Kekayaan Intelektual, Logo, dan bagian dari etika perusahaan, yang merupakan pilar inti perusahaan tersebut.

Bukan Sekadar Tren Gorpcore

Penggunaan nama perusahaan sebagai merek dagang pakaian bukan terjadi kali ini saja. Salah satu yang terkenal yakni adanya tren gropcore pada 2019.

Pada tahun 2019 hingga memasuki 2020 banyak berbagai merek perusahaan atau lembaga pemerintah jadi nama-nama merek fesyen. Mulai dari National Geographic, Jeep, Kodak, NASA, Life, MLB, CNN, dan sebagainya. 

Banyak anak muda Seoul yang menggandrungi berbagai merek fesyen itu. Alhasil, penjualan merek dagang dengan tidak mengubah logo atau pun nama perusahaan asli, angkanya melonjak drastis.

Namun, Lockheed Martin Apparel kini dianggap lebih maju dari merek-merek yang sudah ada sebelumnya. Streetwear Lockheed Martin setidaknya telah membawa gagasan fungsional ketika pemakainya seakan-akan adalah anggota militer. Dan itu menjadi kebanggaan tersendiri.

Baca juga:

Penulis: Sunardi

Editor: Elin

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments