Lebih dari 160 Kelompok Anti-Perubahan Iklim Hadir di Cop28, Kok Bisa?

by | Dec 12, 2023

Cop28 | Internasional | Perubahan Iklim

FOMOMEDIAKonferensi yang seharusnya untuk penanganan perubahan iklim justru ditunggangi kelompok pro bahan bakar fosil. Cop28 pun perlu dipertanyakan!

Kebobrokan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2023 atau dikenal dengan Cop28 terkuak ke publik. Konferensi yang seharusnya membahas tentang penanganan perubahan iklim tersebut justru dihadiri ratusan kelompok yang tidak mengindahkan hal itu.

Acara yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, tersebut berlangsung dari 30 November hingga 12 Desember 2023. Selama hampir dua pekan, Cop28 dianggap sengaja mendatangkan setidaknya 166 kelompok anti terhadap isu perubahan iklim.

Laporan mengejutkan tersebut dimuat oleh The Guardian. Mulai dari kelompok industri perdagangan, lembaga pemikir, hingga lembaga yang memiliki rekam jejak menyesatkan masyarakat justru diberi akses untuk masuk ke dalam forum Cop28.

Laporan The Guardian didasarkan pada temuan Corporate Accountability, sebuah lembaga pengawas transparansi internasional. Mereka menemukan bahwa PBB dianggap memberi lampu hijau pada kelompok yang pro terhadap bahan bakar fosil.

Sementara itu, di sisi lain tidak semua orang, baik individu atau kelompok, bisa mengikuti jalannya perundingan Cop28 secara langsung. Hanya mereka yang diberi undangan khusus oleh PBB yang bisa mengikuti dan memberikan pendapat di dalam forum.

Susahnya Menghapus Bahan Bakar Fosil

Salah satu yang berperan besar dalam perubahan iklim dewasa ini yakni penggunaan bahan bakar fosil. Wacana untuk menghapus jenis bahan bakar tidak ramah lingkungan itu sedang menguat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, usaha untuk menghapus bahan bakar fosil memiliki banyak rintangan. Forum Cop28 yang digelar di Dubai juga cenderung problematik. 

Wacana penolakan terhadap bahan bakar fosil akan terasa sulit dilakukan di tempat tersebut. Pasalnya, baik di Arab Saudi maupun Uni Emirat Arab, menjadi salah dua pengebor minyak terbesar di dunia.

Baca juga:

“Sangat tidak pantas jika organisasi-organisasi yang menolak perubahan iklim dan lembaga humas perusahaan bahan bakar fosil diperkenankan dalam negosiasi ini untuk memutarbalikkan, berbohong, dan memutarbalikkan,” kata David Tong, manajer kampanye industri global di Oil Change International, dikutip dari The Guardian.

“Sangat memalukan bahwa mereka diizinkan untuk mendaftar pada konferensi perubahan iklim PBB,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu kelompok penyangkal perubahan iklim yang hadir di Cop28 yakni American Petroleum Institute. Kelompok yang pro terhadap perdagangan bahan bakar fosil tersebut selama bertahun-tahun dianggap menghalangi undang-undang pembatasan gas rumah kaca di Amerika Serikat.

Jangan Menihilkan Perlindungan Alam

Menghapus bahan bakar fosil dianggap tidak cukup untuk mencegah kerusakan iklim. Menurut para ilmuwan, peran manusia dalam melindungi alam juga tak kalah penting.

Meski kita menghapus bahan bakar fosil, tetapi tetap membakar hutan, maka hal itu akan sama saja. Penyerapan karbon oleh hutan dinilai jadi sesuatu yang penting dalam menyeimbangkan iklim.

“Bahkan jika kita menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, jika kita tidak terlibat dalam alam, [penghancuran lanskap dan habitat alam] dapat membuat kita kehilangan apa yang telah kita sepakati mengenai masa depan yang aman bagi umat manusia di Bumi, yakni untuk tetap berada dalam batas 1,5 celsius,” ujar Johan Rockström, direktur Potsdam Institute for Climate Impact Research, dikutip dari The Guardian.

Permasalahan perubahan iklim dewasa ini memang kompleks. Untuk menghapus bahan bakar fosil saja perlu melawan ratusan kelompok yang memiliki kepentingan di dalamnya. Selain itu, peran manusia dalam melestarikan alam juga tak bisa dinihilkan begitu saja.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Perubahan iklim sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk perubahan iklim yang nyata adalah pemanasan global. Namun, apa jadinya jika dampak perubahan iklim bisa memengaruhi ketepatan waktu? […]

[…] dalam sebuah wawancara pada Selasa (27/2), CEO Exxon, Darren Woods, justru menyebut bahwa masalah iklim hari ini adalah kesalahan publik, alih-alih tanggung jawab […]

[…] 2023 tersebut suhu bumi meningkat sekitar 1,48 lebih hangat dari tata-rata suhu sebelumnya. Badan iklim Uni Eropa, European Commission, menyebut bahwa faktor utama pemanasan global tersebut diakibatkan oleh […]