Lawan Israel Bukan Cuma Hamas, tapi Juga Hizbullah

by | Dec 18, 2023

Gaza | Internasional | Israel | Lebanon | Perang | Politik

FOMOMEDIA – Israel menghadapi serangan yang lebih mengkhawatirkan dari Hizbullah. Jika perang dua kelompok itu pecah, Iran digadang akan terlibat.

Eskalasi perang antara Israel dan Hamas di Gaza masih belum berakhir. Meski ada desakan dari dunia internasional untuk segera melakukan gencatan senjata, langkah itu tidak digubris Israel. Negara itu tetap kukuh ingin memusnahkan Hamas dari muka bumi.

Namun, selain melawan Hamas, saat ini Israel diketahui juga berperang melawan Hizbullah. Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, kelompok militan Syiah yang berbasis di Lebanon tersebut turut membantu menyerang Israel.

Serangan laskar Hizbullah tersebut merupakan reaksi dukungan kepada Hamas. Apalagi, ketika negara Zionis itu hingga kini melakukan serang balik yang menewaskan ribuan warga sipil, Hizbullah tak tinggal diam. 

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok tersebut memberikan sikap pembelaan terhadap pasukan militan Palestina itu. Hizbullah geram melihat kelakuan Israel yang dianggap tidak pandang bulu dan seenaknya sendiri dalam melancarkan serangan ke Gaza. 

Gara-gara serangan tak pandang bulu Israel, setidaknya hingga saat ini sudah lebih dari 18 ribu warga sipil Palestina telah meninggal dunia. Selain itu, jutaan warga Palestina pun harus meninggalkan rumah mereka untuk menghindari perang.

Paling baru, serangan udara Israel yang ditujukan ke jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 100 orang selama 24 jam terakhir. 

Langkah serangan dari Hizbullah ke Israel pun dianggap akan membantu Hamas. Meski belum masif, setidaknya Israel akan memberi perhatian tidak hanya ke Gaza saja, tetapi juga ke perbatasan Lebanon.

Sementara itu, sikap pasukan Hizbullah yang menyerang Israel pun mendapat pujian langsung dari Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati. Menurut Najib, langkah yang dilakukan oleh Hizbullah merupakan bentuk patriotik untuk menghentikan Israel.

Kewaspadaan Meningkat

Kewaspadaan Israel terhadap Hizbullah telah muncul sejak awal November 2023 lalu. Apalagi, kelompok yang didukung oleh Iran tersebut telah melancarkan serangan dengan menggunakan senjata model baru.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pun merasakan adanya ancaman itu. Bahkan, kewaspadaan terbesar saat ini yakni justru berasal dari Lebanon. 

Sementara itu, selain Israel, kekhawatiran lainnya juga muncul dari Washington. Menurut laporan The Guardian, Amerika Serikat saat ini khawatir bahwa eskalasi perang di Gaza bisa merembet ke negara tetangga, termasuk melibatkan Iran.

Dalam laporan tersebut, terdapat jajak pendapat pemerintah dan warga Israel yang menunjukkan bahwa perang melawan Hizbullah tidak bisa dihindari negara itu. Survei yang dilakukan pada November lalu menunjukkan terdapat 52 persen responden mendukung diadakannya serangan Israel terhadap Hizbullah.

Eskalasi Israel dan Hizbullah di Lebanon memang meningkat. Per Minggu (17/12/2023), pertikaian semakin meningkat dengan banyaknya korban sipil. Setidaknya terdapat 14 warga Lebanon dan empat Israel yang menjadi korban.

“Kita melihat adanya baku tembak antara Israel dan Hizbullah di tengah tren garis eskalasi,” kata Orna Mizrahi, mantan wakil penasihat keamanan nasional Israel, dikutip dari The Guardian.

“Ini adalah hal yang paling mengkhawatirkan dalam situasi ini, tren eskalasi ini. Tak seorang pun ingin terjadi perang besar-besaran, tapi kita tetap bisa mencapainya,” lanjutnya.

Saat ini, perang secara besar-besaran sudah menanti di depan mata. Lebanon dan Iran memang tidak secara langsung menyatakan perang. 

Namun, menurut beberapa pengamat, kunci utama hanya ada di Israel sendiri: Apakah mereka mau berperang melawan Lebanon atau tidak?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] serangan Israel itu, kini setidaknya hampir 23 ribu warga Palestina di Gaza tewas. Serangan Israel pun bakal terus dilakukan tanpa henti hingga Hamas benar-benar […]