Lagu “Everytime” Tak Lagi Sama Usai Britney Spears Mengaku Pernah Aborsi

by | Oct 19, 2023

Britney Spears | Hiburan | Musik

FOMOMEDIA – Para penggemar Britney Spears berspekulasi bahwa lagu “Everytime” menceritakan pengalaman Spears melakukan aborsi.

And every time I see
You in my dreams
I see your face
It’s haunting me
I guess I need you, baby

Selama dua dekade, pendengar karya Britney Spears mengira bahwa “Everytime” adalah lagu patah hati tentang merindukan mantan kekasih.

Video klip lagu itu menambahkan dimensi yang lebih kompleks pada liriknya. Ada adegan Spears pingsan sampai tenggelam di bak mandi. Lalu ada adegan IGD di mana para tenaga medis mengelilingi pasien untuk memberi penanganan darurat. Ada pula adegan seorang ibu menggendong bayinya yang baru lahir.

Di akhir video klip, Spears diperlihatkan keluar dari bak mandi, tak jadi mati, seakan semua hanya mimpi. Namun kematian dan reinkarnasi yang disimbolkan video klip itu membuka interpretasi bahwa “Everytime” adalah lagu tentang kerinduan pada kekasih yang telah tiada.

Baru-baru ini sejumlah penggemar lagu Spears kembali menengok dan menginterpretasikan ulang lagu rilisan 2003 itu. Gara-garanya, Spears baru saja menulis buku memoar, berjudul The Woman in Me.

Dalam tulisannya, Spears membuat pengakuan. Pada tahun 2000, ketika usianya baru 19 tahun, ia menjalani “salah satu hal yang paling menyakitkan”. Ia melakukan aborsi.

Fakta itu seketika memberi makna baru pada lirik lagu “Everytime”.

I may have made it rain
Please forgive me
My weakness caused you pain
And this song’s my sorry

Justin Timberlake

Ayah dari janin itu adalah penyanyi yang seumuran dengannya, Justin Timberlake. Spears dan Timberlake sama-sama masih remaja ketika berpacaran antara 1999 dan 2002. Kehamilan itu tentu saja di luar rencana.

“Itu mengejutkan, tetapi bagiku, itu bukan tragedi. Aku sangat mencintai Timberlake. Aku selalu berharap kami punya keluarga bersama suatu hari nanti,” tulis Spears yang kini berusia 41 tahun. “Tapi Justin jelas tidak senang dengan kehamilan ini. Ia bilang, ia tidak siap punya bayi di hidup kami. Menurutnya, kami masih terlalu muda.”

“Kalau keputusannya diserahkan padaku, aku tak akan pernah melakukannya. Tapi Justin bersikukuh ia tidak mau jadi ayah.”

Setahun setelah pasangan itu berpisah, Spears merilis album In the Zone. “Everytime” adalah lagu ketiga dari album tersebut. Balada lambat nan sedih itu berbeda dari judul-judul sebelum yang cenderung upbeat dan optimistis.

Spears ikut menulis lagu itu bersama Annet Artani. Artani sebelumnya bilang bahwa “Everytime” sebagiannya ditulis untuk merespons “Cry Me A River”, lagu yang dirilis Timberlake pada 2002, segera setelah mereka putus. Pria itu menggunakan putusnya hubungan mereka sebagai promosi.

“”Dia (Timberlake) berbicara seenaknya tentangnya (Spears) pada waktu itu di radio,” kata Artani. “Kata-katanya jadi begitu personal. Di sini, dia (Spears) punya sudut pandang berbeda, dan dia (Timberlake) benar-benar mengekspos beberapa hal yang mungkin tidak dia (Spears) inginkan di luar sana.”

Berbicara tentang proses penulisan lagu, dia berkata: “Setelah tur Dream Within a Dream di mana aku menyanyikan latar belakang untuknya (Spears), kami menjadi teman dan akrab karena sama-sama putus dengan pacar kami.

“Jadi kami duduk di rumahnya dan mulai menulis. Itu momen katarsis bagi saya, di mana saya berbagi dengan perempuan lain yang telah mengalami hal serupa,” terang Artani.

PRS, badan yang mengelola hak musik, mencatat proporsi penulisan lagu itu adalah 65% Spears dan 35% Artani.

Meminta Tolong Lewat Video Klip

David LaChapelle menyutradarai video klip “Everytime” pada 2004. Melalui komentar di Instagram pada 2019, LaChapelle bercerita, “Untuk video ‘Everytime’, satu-satunya arahan yang Britney berikan untuk video itu adalah dia ingin mati, bahwa dia ingin mati di video.”

Sudah bekerja sama dengan Spears sejak penyanyi itu masih berusia 17 tahun, LaChapelle juga menulis: “Mengingatnya sekarang, itu tampak bagiku sebagai tangisan minta tolong, bahwa dia ingin bicara lewat video-videonya.”

Penggemar juga menemukan detail terkait aborsi pada penampilan langsung Spears di konser. Britney Spears berkali-kali menyentuh perut saat menyanyikan “Everytime”, seakan mempersembahkan lagu itu untuk janin yang pernah dikandungnya.

Setelah putus dari Timberlake, Spears memiliki dua anak dari pernikahannya dengan Kevin Federline sepanjang 2004 sampai 2007. Putra pertamanya, Sean Preston, sekarang berusia 18 tahun, sedang putra keduanya, Jayden James, berusia 17 tahun.

Kasus aborsi hanyalah satu dari pengalaman berbagai pengalaman buruk Spears yang ia tulis dalam memoarnya. Sebagian besar dari isi The Woman in Me adalah tentang pengalaman Spears selama 13 tahun menjalani conservatorship.

Sejak 2008, pengadilan memutuskan bahwa Spears mengalami gangguan mental sehingga dianggap tak mampu membuat keputusan sendiri, termasuk mengelola aset pribadinya.

Jamie Spears, sang ayah, ditunjuk oleh pengadilan sebagai wali untuk mengatur semua aspek kehidupannya, baik pribadi maupun keuangan. Bagi Spears, conservatorship itu membuatnya merasa seperti budak.

Buku itu terbit hari ini.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments